• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Khutbah Idul Fitri 1447 H.: Apa yang Harus Dilakukan Setelah Ramadhan?

20 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Surabaya (Trigger.id) – Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan yang membentuk jiwa, membersihkan hati, dan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Namun, pertanyaan terpenting bukan hanya bagaimana kita menjalani Ramadhan, melainkan bagaimana kita melanjutkan semangatnya setelah ia berlalu. Banyak di antara kita yang merasakan peningkatan ibadah selama Ramadhan, tetapi tidak sedikit pula yang kembali lalai setelahnya.

Melalui khutbah ini, marilah kita merenungkan bersama: apa yang seharusnya kita lakukan setelah Ramadhan? Bagaimana menjaga ruh ibadah agar tetap hidup, serta bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar momen tahunan yang berlalu tanpa bekas.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالٰى وَطَاعَتِهِ بِاِمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : قال الله تعالى: (فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan inilah sebaik-baik bekal hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 197:

…وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ “…

Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Kita sekarang berada di akhir bulan Ramadhan.

Hari-hari Ramadhan yang penuh berkah akan berlalu. Malam-malam yang dihiasi dengan qiyam, tilawah, doa dan tangisan di hadapan Allah akan meninggalkan kita.

Menjelang perpisahan itu, ada sebuah pertanyaan penting untuk kita renungkan: Apa yang harus kita lakukan setelah Ramadhan? Apakah ibadah kita akan ikut pergi bersama Ramadhan? Dan apakah ketaatan kita hanya menjadi ibadah musiman?

Jamaah shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah,

Ketahuilah bahwa Allah yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Allah yang sama di bulan-bulan lainnya. Ramadhan memang akan berlalu, tetapi kewajiban untuk taat kepada Allah tidak pernah berlalu. Allah SWT berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99)

Ketahuilah, bahwa ibadah dalam Islam bukanlah amalan yang dibatasi oleh musim tertentu atau momentum sesaat. Ia bukan hanya milik bulan Ramadhan, bukan pula hanya milik hari-hari tertentu ketika semangat sedang tinggi. Pada hakikatnya, ibadah adalah perjalanan seumur hidup seorang hamba kepada Allah.

Selama napas masih berhembus dan jantung masih berdetak, selama itu pula kewajiban seorang mukmin adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penggalan ayat di atas memberikan pesan yang sangat tegas bahwa ibadah tidak memiliki garis akhir dalam kehidupan manusia kecuali ketika kematian datang menjemput. Artinya, seorang mukmin tidak boleh merasa cukup dalam beribadah. Tidak ada istilah pensiun dari ketaatan, dan tidak ada masa berhenti dari kebaikan.

Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh hanya rajin beribadah ketika Ramadhan tiba, lalu kembali lalai setelah Ramadhan berlalu. Jika seseorang hanya mengenal Allah pada waktu-waktu tertentu, maka sesungguhnya ia belum memahami hakikat penghambaan yang sebenarnya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Para ulama sholeh terdahulu bahkan memberikan nasihat yang mendalam, bahwa barang siapa menyembah Ramadhan, maka Ramadhan telah berlalu. Namun barang siapa menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Oleh karena itu, setelah Ramadhan berlalu, semangat ibadah tidak boleh ikut berlalu. Justru Ramadhan seharusnya menjadi madrasah yang melatih kita untuk terus menjaga shalat, memperbanyak sedekah, membaca Alquran, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Sungguh merugi jika seseorang hanya menjadi hamba yang rajin beribadah pada musim tertentu. Sebab kehidupan ini adalah ladang amal yang waktunya sangat terbatas. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk menambah bekal menuju akhirat. Maka selama hayat masih dikandung badan, selama pintu taubat masih terbuka, selama kesempatan masih Allah berikan, jangan pernah berhenti untuk beribadah. Teruslah mendekat kepada Allah, hingga tiba saat ajal datang dan perjalanan ibadah kita di dunia benar-benar berakhir. Jamaah Jumat Rahimakumullah, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi madrasah yang mendidik jiwa kita. Di bulan Ramadhan kita belajar menahan lapar dan dahaga, menahan amarah, menahan lisan dari perkataan buruk, memperbanyak sedekah, serta mendekatkan diri kepada Alquran. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh. Ramadhan juga memberikan kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, seorang mukmin seharusnya memanfaatkan bulan ini sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki diri sebelum kesempatan itu berlalu. Lalu selama ini apakah Ramadhan telah benar-benar mengubah kita? Apakah setelah Ramadhan kita menjadi lebih rajin shalat, lebih lembut hati, lebih peduli kepada sesama, lebih dekat kepada Alquran ? Jika jawabannya iya, maka itulah tanda keberhasilan Ramadhan kita. Para ulama mengatakan:

مِنْ عَلَامَةِ قَبُوْلِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Di antara tanda diterimanya sebuah kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.” Sekali lagi, jika setelah Ramadhan kita masih rajin shalat berjamaah, masih membaca Alquran, masih gemar bersedekah, maka itu adalah tanda bahwa Ramadhan kita diterima oleh Allah. Sebaliknya, jika setelah Ramadhan kita kembali kepada kemaksiatan, kembali meninggalkan shalat, kembali jauh dari Alquran, maka di sini kita perlu khawatir terhadap diri kita sendiri yang mungkin menjalani Ramadhan tanpa makna sama sekali. Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah, Adapun hal terpenting setelah Ramadhan adalah istiqamah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112)

Makna istiqamah tidak berarti harus melakukan amalan besar setiap hari. Tetapi bisa juga melakukan amal kebaikan, meskipun kecil, tetapi dilakukan secara terus-menerus. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan teladan bahwa ibadah adalah konsistensi sepanjang hayat. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit. Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi nilai-nilai ibadah hakikatnya bukanlah terletak hanya pada banyaknya, tetapi pada kesinambungannya. Seorang mukmin yang sejati adalah mereka yang menjaga ketaatan dalam setiap fase kehidupan. Ketika muda maupun tua, ketika lapang maupun sempit, ketika sehat maupun sakit. Maka setelah Ramadhan, jangan tinggalkan shalat berjamaah, jangan tinggalkan Alquran, jangan berhenti bersedekah, jangan putus silaturahmi. Karena orang yang benar-benar beribadah itu tidak tergantung hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hidupnya. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Setelah Ramadhan, jangan biarkan hati kita kembali keras. Jangan biarkan masjid kembali sepi. Jangan biarkan Alquran kembali berdebu di rak rumah kita. Perhatikanlah, bahwa sungguh Allah telah memberikan peringatan kepada kita:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

“Janganlah kamu seperti perempuan yang menguraikan kembali benang yang telah dipintalnya dengan kuat.” (QS. An-Nahl: 92)

Ini maknanya, secara tersirat, adalah jangan sampai kita membangun kebaikan selama Ramadhan, tetapi kemudian merusaknya kembali setelah Ramadhan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Setelah Ramadhan, marilah kita tetap menjaga semangat Ramadhan dengan menjaga shalat tepat waktu, memperbanyak membaca Alquran, memperbanyak sedekah, menjaga ukhuwah dan silaturahmi, serta selalu berusaha agar ibadah kita menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Semoga Allah SWT membimbing kita semua agar mampu menjalani hidup sesuai tuntunan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ

فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Istiqamah, Khutbah Idul Fitri 1447 H.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prof Inung : Jangan Asal Kuliah UIN, Santri Harus Kuasai Teknologi

11 Oktober 2026 By admin

Kajian Ahad Dhuha Forsikom: Sembilan Obat Malas

11 Oktober 2026 By admin

500 Undangan HUT ke-81 Jatim Ludes 31 Detik

10 Oktober 2026 By admin

TKD Tembus Rp 599,2 T Sampai September, Stimulus Daerah Diperkuat

10 Oktober 2026 By admin

Veda Pratama Ikut Kualifikasi Moto3 Mandalika

9 Oktober 2026 By admin

Cium Bau Gas LPG ? Jangan Nyalakan Sakelar, Ini Langkah Aman Mengatasinya

9 Oktober 2026 By admin

Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,4 Juta, Pelunasan Jemaah Jadi Rp 23 Juta

8 Oktober 2026 By admin

1.000 Guru TK, RA, dan TPQ Jatim Dapat Kacamata Gratis

8 Oktober 2026 By admin

Taisei Marukawa, Mimpi Garuda dari Tanah Sakura

8 Oktober 2026 By admin

Kick Off Hari Santri di Tuban, Disiapkan 14 Agenda Kegiatan

7 Oktober 2026 By admin

Hormati Putusan MK, Gibran Siap Follow Up Terkait Ijazah

7 Oktober 2026 By admin

Kemenag : Penghulu Bisa Jadi Agen Warga Daftar Perlinsos

7 Oktober 2026 By admin

Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

6 Oktober 2026 By admin

Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 Oktober 2026 By admin

Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank

5 Oktober 2026 By admin

Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru

5 Oktober 2026 By admin

Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

4 Oktober 2026 By admin

Kemkomdigi : Notifikasi Tak Cukup, Operator Harus Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

4 Oktober 2026 By admin

KCL Singhasari Siapkan Dua Magister Baru, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Oktober 2026 By admin

Dekananto Eko Purwono Dipercaya Jadi Kapolda Jatim

3 Oktober 2026 By admin

“Batik Berlayar” Merawat Tradisi Menggairahkan Ekonomi

2 Oktober 2026 By admin

Gubernur Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November 2026

2 Oktober 2026 By admin

Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026

1 Oktober 2026 By admin

PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader

1 Oktober 2026 By isa

BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

1 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari Pasca Harga Pertamax Naik
  • PM2.5 Picu Kualitas Udara Surabaya Memburuk, Warga Diimbau Waspada
  • Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Anjlok hingga 8 Persen
  • Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA
  • Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.