
Fenomena alam Gerhana Bulan Total akan terjadi pada pada 3 Maret 2026 bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah.Foto/ilustrasi
Jakarta (Trigger.id) – Umat Islam diperkirakan akan menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah. Fenomena ini menjadi istimewa karena terjadi di bulan suci Ramadan, waktu di mana umat Muslim tengah meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam ajaran Islam, gerhana bulan bukanlah pertanda kematian, musibah, atau nasib buruk. Peristiwa ini justru dipandang sebagai tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Abbas, menjelaskan gerhana merupakan fenomena alam yang sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Gerhana bulan bukan pertanda kematian atau kejadian tertentu. Nabi Muhammad SAW sudah meluruskan hal itu. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah ketika terjadi gerhana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mempercayai mitos seperti larangan bagi ibu hamil keluar rumah, larangan makan dan minum, atau anggapan datangnya bala. Menurutnya, Islam mengajarkan agar umat mengalihkan perhatian dari hal-hal mistis kepada peningkatan ibadah.
Pakar ilmu falak dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan umbra Bumi.
“Secara astronomi, ini murni peristiwa alam yang dapat dihitung dan diprediksi jauh hari. Tidak ada unsur mistis di dalamnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa gerhana bulan total sering disebut sebagai blood moon karena warna Bulan tampak kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Menurut perhitungan astronomi, gerhana diperkirakan terjadi pada malam hari waktu Indonesia, bertepatan dengan waktu setelah berbuka puasa, sehingga umat Islam memiliki kesempatan luas untuk melaksanakan ibadah malam.
Amalan yang Dianjurkan Saat Gerhana Bulan
Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan:
- Shalat Sunnah Gerhana (Khusuf)
Hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Dilaksanakan sejak awal gerhana hingga selesai.
Tata caranya dua rakaat, setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku’ dan dua kali sujud (total empat ruku’ dan empat sujud).
Dianjurkan berjamaah di masjid atau musholla, namun boleh dilakukan sendiri. - Memperbanyak Doa
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan, namun umat Islam dianjurkan memohon ampunan, keselamatan, dan kebaikan dunia-akhirat. - Berzikir dan Istighfar
Memperbanyak takbir, tasbih, tahmid, serta istighfar selama proses gerhana berlangsung. - Bersedekah
Gerhana menjadi momentum meningkatkan kepedulian sosial, terlebih terjadi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. - Tafakkur (Mengambil Pelajaran)
Fenomena ini menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan keterbatasan manusia. (wah)



Tinggalkan Balasan