
Masa pemulihan anak setelah operasi menjadi periode penting yang membutuhkan perhatian penuh orang tua.Foto/ilustrasi
Surabaya (Trigger.id) – Masa pemulihan anak setelah menjalani operasi menjadi periode penting yang membutuhkan perhatian penuh dari orang tua. Perawatan tidak berhenti ketika tindakan medis selesai dilakukan. Justru, fase perawatan di rumah sangat menentukan keberhasilan penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi.
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit EMC, dr. Andini Pratama, Sp.A, menegaskan peran orang tua sangat besar dalam memastikan kondisi anak tetap stabil selama masa pemulihan. “Kepatuhan dalam pemberian obat, pemantauan kondisi luka, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah faktor utama yang mempercepat proses penyembuhan,” jelas dr. Andini.
Kendalikan Nyeri Sejak Awal
Rasa nyeri umumnya masih dirasakan anak dalam beberapa hari pertama pasca operasi. Karena itu, obat pereda nyeri perlu diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter. Jangan menunggu hingga anak mengeluh kesakitan hebat. Bila diizinkan, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan pada area operasi.
Selain itu, suasana rumah yang tenang, suhu ruangan yang nyaman, dan waktu istirahat yang cukup akan membantu tubuh anak memulihkan diri lebih optimal.
Jaga Kebersihan Luka, Cegah Infeksi
Perawatan luka menjadi aspek krusial. Luka operasi harus tetap bersih dan kering. Anak sebaiknya tidak mandi berendam atau berenang setidaknya 48 jam pertama atau sesuai arahan dokter.
Dokter Spesialis Bedah Rumah Ssakit EMC, dr. Budi Santoso, Sp.B, mengingatkan orang tua untuk mengenali tanda bahaya infeksi. “Jika muncul kemerahan yang melebar, bengkak bertambah, keluar cairan atau nanah, luka berbau, atau anak mengalami demam, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius,” ujarnya.
Kontrol rutin sesuai jadwal juga penting untuk memastikan luka menutup dengan baik dan tidak terjadi komplikasi tersembunyi.
Nutrisi Tinggi Protein Percepat Penyembuhan
Asupan gizi yang adekuat sangat membantu proses regenerasi jaringan. Protein berperan besar dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat tindakan operasi. Orang tua disarankan memberikan makanan seperti telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe.
Pola makan dapat diberikan secara bertahap, dimulai dari cairan bening, makanan lunak, hingga kembali ke menu biasa sesuai toleransi anak. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mencegah dehidrasi dan mendukung metabolisme tubuh.
Batasi Aktivitas Berat
Selama masa pemulihan, aktivitas fisik berat seperti berlari, bersepeda, melompat, olahraga intens, maupun mengangkat beban harus dihindari. Istirahat cukup sangat dianjurkan. Namun, aktivitas ringan seperti berjalan santai tetap boleh dilakukan sesuai rekomendasi dokter guna menjaga sirkulasi darah tetap baik.
Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah perdarahan ulang atau terbukanya jahitan operasi.
Dukungan Emosional Percepat Pemulihan
Tidak hanya fisik, kondisi psikologis anak juga perlu diperhatikan. Anak bisa merasa cemas atau takut setelah menjalani prosedur medis. Kehadiran orang tua, aktivitas ringan seperti membaca buku, menggambar, atau menonton tayangan favorit dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa tidak nyaman. (wah)



Tinggalkan Balasan