

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah yang masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan — bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan perubahan. Bulan hijrah. Tetapi hijrah yang bagaimana? Bukan hijrah yang ramai di lisan, tapi sunyi dalam perbuatan. Bukan hijrah yang viral, tapi hijrah yang konsisten.
1️⃣ Makna Hijrah yang Sebenarnya
Hijrah bukan sekadar berpindah tempat. Hijrah adalah berpindah dari dosa menuju taat, dari lalai menuju sadar, dari gelap menuju cahaya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
المُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”
(HR. Bukhari)
Inilah definisi hijrah yang paling membumi. Bukan soal pakaian semata, bukan soal simbol, tetapi meninggalkan maksiat dan mendekat pada ketaatan.
2️⃣ Ramadhan: Bulan Pelatihan Perubahan
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah takwa. Takwa artinya ada perubahan sikap. Kalau sebelum Ramadhan mudah marah, setelah Ramadhan lebih sabar. Kalau sebelumnya lalai shalat, setelah Ramadhan lebih disiplin.
Kalau tidak ada perubahan, maka kita hanya berpindah dari lapar pagi ke kenyang malam.
3️⃣ Hijrah Tidak Harus Drastis, Tapi Konsisten
Sering kali orang ingin berubah secara ekstrem, lalu cepat lelah. Islam mengajarkan perubahan bertahap tapi istiqamah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mulailah dari yang kecil:
- Tambah satu rakaat sunnah
- Tambah satu halaman Al-Qur’an
- Kurangi satu kebiasaan buruk
- Tahan satu komentar negatif di media sosial
Hijrah itu realistis. Yang penting bergerak.
4️⃣ Jangan Tunda Perubahan
Allah mengingatkan:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ramadhan datang setiap tahun. Tapi belum tentu kita bertemu Ramadhan berikutnya. Maka jangan tunda hijrah.
Jangan tunggu sempurna untuk berubah. Berubah dulu, nanti Allah sempurnakan.
5️⃣ Hijrah yang Dibutuhkan Umat Hari Ini
Di zaman sekarang, hijrah itu sangat konkret:
- Hijrah dari riba ke transaksi halal
- Hijrah dari korupsi kecil ke kejujuran
- Hijrah dari fitnah media sosial ke tabayyun
- Hijrah dari lalai keluarga ke perhatian penuh
- Hijrah dari konsumtif berlebihan ke hidup sederhana
Ramadhan adalah titik awalnya.
6️⃣ Doa Orang yang Ingin Berubah
Allah mengajarkan doa yang sangat menyentuh:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”
(QS. Ali Imran: 8)
Karena yang paling berat bukan memulai hijrah, tetapi mempertahankannya.
Penutup: Jadikan Ramadhan Titik Balik
Jamaah sekalian,
Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah kesempatan emas yang mungkin terakhir.
Bayangkan jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kita. Apa yang ingin kita perbaiki?
Hijrah tidak harus diumumkan. Tidak perlu disaksikan banyak orang. Cukup Allah yang tahu.
Mari kita niatkan dalam hati malam ini:
- Ada dosa yang kita tinggalkan
- Ada ibadah yang kita tambahkan
- Ada akhlak yang kita perbaiki
Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi momentum hijrah yang nyata, bukan hanya wacana.
اللهم بلغنا رمضان ووفقنا فيه للتوبة الصادقة والهداية المستمرة
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.



Tinggalkan Balasan