• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Gambar ilustrasi Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia. Foto: AI
Oleh: Ari Baskoro*

Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap 7 April semestinya menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Namun di balik peringatan tersebut, tersimpan kegelisahan mendalam dari dunia medis Indonesia. Duka yang muncul akibat wafatnya tiga dokter muda yang tengah menjalani masa internship menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan tidak hanya berbicara tentang pasien, tetapi juga tentang keselamatan tenaga medisnya.

Ketiga dokter tersebut meninggal akibat kondisi medis seperti anemia, komplikasi demam berdarah dengue (DBD), dan campak. Secara klinis, penyakit seperti DBD dan campak umumnya dapat ditangani dengan baik, terutama pada individu tanpa gangguan imun. Hal ini memunculkan dugaan bahwa faktor kelelahan fisik dan tekanan psikologis selama bertugas turut memperburuk kondisi mereka. Situasi ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap beban kerja, risiko profesi, serta sistem perlindungan tenaga kesehatan.

Di sisi lain, media sosial kini menjadi ruang terbuka bagi tenaga medis untuk menyuarakan realitas yang jarang tersentuh media arus utama. Salah satu fenomena yang mengundang perhatian adalah ketika sejumlah dokter melamar pekerjaan sebagai pengasuh anak (baby sitter) dengan gaji yang dinilai lebih menjanjikan. Bahkan, pelamar berasal dari dokter berpengalaman di ICU hingga UGD dengan berbagai kompetensi tambahan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah kesejahteraan dokter di Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja?

Realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan yang mencolok. Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Alor, terdapat dokter dengan status PPPK paruh waktu yang hanya menerima penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan. Kondisi ini tentu jauh dari layak dan berdampak pada keberlangsungan pelayanan kesehatan, karena tidak sedikit tenaga medis yang akhirnya memilih mengundurkan diri.

Masalah serupa juga dialami oleh dokter spesialis di berbagai daerah yang mengalami keterlambatan pembayaran tunjangan profesi hingga berbulan-bulan. Ketidakpastian ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan individu, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

Ironisnya, panjangnya proses pendidikan kedokteran tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan yang diperoleh. Untuk menjadi seorang dokter, seseorang harus menempuh pendidikan minimal 5,5 tahun, ditambah berbagai tahapan seperti ujian kompetensi nasional dan program internship selama satu tahun. Tidak sedikit mahasiswa yang harus mengulang ujian (retaker), yang berdampak pada tekanan mental dan tertundanya karier profesional.

Masa internship sendiri kerap disebut sebagai “kawah candradimuka” bagi dokter muda. Namun dalam praktiknya, mereka dihadapkan pada jadwal kerja yang tidak menentu, beban kerja tinggi, serta imbalan yang belum sepadan. Bantuan Biaya Hidup (BBH) yang diterima sering kali berada di bawah standar upah minimum, meskipun risiko pekerjaan yang dihadapi sangat tinggi, termasuk paparan penyakit menular.

Menariknya, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat generasi muda untuk menempuh pendidikan kedokteran. Jurusan ini tetap menjadi salah satu yang paling diminati dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan adanya persepsi masyarakat yang masih menganggap profesi dokter identik dengan kesejahteraan dan status sosial tinggi, meskipun realitasnya tidak selalu demikian.

Momentum Hari Kesehatan Sedunia seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai panggilan untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga medis. Konsep Health for All perlu diperluas, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan.

Tanpa tenaga medis yang sehat secara fisik dan mental, sulit rasanya mewujudkan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pembenahan sistem, pemerataan distribusi tenaga medis, serta peningkatan kesejahteraan menjadi langkah krusial yang tidak bisa lagi ditunda.

—000—

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:Ari Baskoro, Awan Gelap, Hari Kesehatan Sedunia, tenaga medis

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?

1 Oktober 2026 By admin

Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

30 September 2026 By admin

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang

30 September 2026 By zam

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dibuka Hari Ini, Gratis Selama 14 Hari

30 September 2026 By zam

Gaya Hidup Tak Sehat Picu Serangan Jantung Usia Muda

29 September 2026 By admin

Rumah Kaca Sekolah Bumi Shalawat Jadi Laboratorium Agrikultur Modern

29 September 2026 By admin

Tips Memilih Daging Sapi Aman dan Berkualitas

29 September 2026 By admin

Jelang Indonesia vs Malaysia, GBK Semarak Hiburan Suporter

28 September 2026 By admin

Syahrini 7 Tahun Setelah Jaga Anak dan Reino Barack

28 September 2026 By admin

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat

26 September 2026 By admin

Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo

26 September 2026 By admin

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank
  • Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru
  • Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan
  • Kemkomdigi : Notifikasi Tak Cukup, Operator Harus Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.