• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Rujak Soto: Perpaduan yang Tak Masuk Akal Tapi Dicinta

24 Februari 2026 by wah Tinggalkan Komentar

Oleh: Wachid Mukaidori*

Di atas satu piring, dua dunia bertemu. Petis hitam yang pekat bersanding dengan kuah soto yang kuning hangat. Irisan lontong, sayur rebus, sambal kacang, lalu disiram kaldu daging yang aromatik. Jika dilihat sekilas, rasanya seperti kesalahan dapur. Namun bagi warga Banyuwangi, itulah kebanggaan: Rujak Soto.

Di kota ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Banyuwangi, kuliner ini bukan sekadar makanan. Ia adalah identitas.

Dari Dapur Osing yang Sederhana

Rujak Soto lahir dari kultur masyarakat Osing—suku asli Banyuwangi—yang akrab dengan rujak petis dan soto daging secara terpisah. Menurut sejumlah penjual senior di Pasar Banyuwangi dan kawasan Karangente, tradisi menyiram rujak dengan kuah soto sudah ada sejak puluhan tahun lalu, berkembang dari kebiasaan warga yang ingin menikmati dua menu sekaligus dalam satu piring.

Rujaknya sendiri terdiri dari irisan lontong, tauge, kangkung, timun, tahu, tempe, dan kadang cingur, disiram bumbu kacang bercampur petis khas Jawa Timur. Setelah itu, barulah kuah soto daging—lengkap dengan suwiran daging atau babat—dituangkan di atasnya.

Hasilnya? Sensasi rasa yang sulit dijelaskan dengan logika biasa: pedas, gurih, manis, segar, sekaligus hangat.

“Tabrakan Rasa yang Harmonis”

Pengamat kuliner dari Surabaya, Tjahjono Haryono (akademisi dan peneliti budaya pangan Jawa Timur), menyebut Rujak Soto sebagai contoh ekstrem dari kreativitas kuliner lokal.

“Secara teori gastronomi, rujak dan soto berada pada dua spektrum berbeda. Rujak itu dingin, segar, berbasis sayur dan petis. Soto itu panas, berkaldu, berbasis protein. Tapi di Banyuwangi, keduanya tidak bertabrakan—justru menyatu,” ujarnya dalam sebuah diskusi kuliner Jawa Timur.

Menurutnya, perpaduan itu tidak lahir dari eksperimen restoran modern, melainkan dari dapur rakyat.

“Ini bukti bahwa kuliner tradisional kita sangat adaptif. Ia lahir dari kebiasaan, bukan dari konsep plating atau fine dining,” tambahnya.

Fakta di Lapangan: Selalu Ada Peminat

Di sejumlah warung legendaris Banyuwangi, Rujak Soto menjadi menu paling dicari, terutama menjelang siang. Banyak pembeli datang bukan hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan yang penasaran setelah mendengar namanya.

Seorang penjual di kawasan pusat kota mengaku, dalam sehari ia bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan porsi saat musim liburan.

“Kalau orang baru biasanya kaget lihatnya. Tapi setelah coba, biasanya nambah,” katanya sambil tersenyum.

Harga yang relatif terjangkau membuat Rujak Soto tetap menjadi makanan rakyat. Ia tidak berubah menjadi sajian eksklusif, meski kini kerap masuk daftar rekomendasi wisata kuliner Banyuwangi.

Filosofi di Balik Sepiring Rujak Soto

Bagi masyarakat Osing, Rujak Soto mencerminkan karakter terbuka dan egaliter. Dua hal berbeda bisa bersatu tanpa kehilangan jati diri.

Rujak tetap terasa rujak. Soto tetap terasa soto. Namun ketika berpadu, muncul identitas baru.

Dalam konteks budaya, perpaduan ini juga menggambarkan pertemuan pengaruh Jawa dan Madura di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Banyuwangi menjadi titik temu ragam tradisi, termasuk dalam urusan dapur.

Tak Masuk Akal, Tapi Dicinta

Bagi orang luar, Rujak Soto mungkin terdengar aneh. Bahkan sebagian menganggapnya “tabrakan konsep.” Namun kuliner bukan sekadar teori rasa. Ia adalah pengalaman.

Dan pengalaman itu yang membuat Rujak Soto bertahan.

Di tengah gempuran makanan modern dan tren global, sepiring Rujak Soto tetap setia disajikan di warung-warung sederhana Banyuwangi. Tak ada dekorasi mewah. Tak ada presentasi rumit. Hanya kuah panas yang menyatu dengan bumbu petis, menghadirkan kehangatan yang sulit ditolak.

Mungkin benar, ia tak masuk akal.

Tapi justru di situlah letak cintanya:
pada keberanian mencampur yang berbeda,
pada rasa yang lahir dari kebiasaan,
dan pada tradisi yang tetap hidup di tangan rakyat.

—000—

*Dewan Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: seni budaya, update, wawasan Ditag dengan:Dicinta, Masuk Akal, Perpaduan, Rujak Soto

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Menjaga Anak di Dunia Maya: Antara Regulasi dan Peran Orang Tua

10 April 2026 By admin

Bimbang Pilih Jurusan? Menimbang Masa Depan dari Prodi Digital

10 April 2026 By admin

Surabaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Industri

10 April 2026 By admin

Kemenkes Imbau Jamaah Haji dengan Komorbid Persiapkan Diri Sejak Dini

10 April 2026 By isa

WFH ASN Diterapkan, Akademisi UGM Ingatkan Potensi Penurunan Produktivitas

10 April 2026 By admin

BPOM Perluas Vaksin Campak Bagi Dewasa, Nakes Jadi Prioritas

9 April 2026 By zam

Senyapnya Ancaman Tuberkulosis di Indonesia

9 April 2026 By admin

Serangan Israel Berlanjut, Iran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz

9 April 2026 By admin

Liga Champions: PSG Unggul, Liverpool Masih Berpeluang

9 April 2026 By admin

Gencatan Senjata AS–Iran, Israel Siap Lanjutkan Perang

9 April 2026 By admin

Kenaikan Avtur Tak Bebani Jamaah Haji

9 April 2026 By admin

Gencatan Senjata Tercapai, Selat Hormuz Dibuka Dua Pekan

9 April 2026 By admin

Biaya Haji Berpotensi Naik, Presiden: Jangan Bebani Jamaah

8 April 2026 By admin

Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Mengendarai Motor

8 April 2026 By admin

Madrid Kembali Tersungkur, Bayern Munich Bawa Pulang Keunggulan

8 April 2026 By admin

Avtur Melonjak, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tak Membebani Jamaah

8 April 2026 By admin

Jangan Tunggu Gagal Panen, DPRD Jatim Alarm Keras Ancaman Kekeringan

8 April 2026 By admin

Kontroversi Kesehatan Mental Pemimpin Lansia: Antara Biologi Penuaan dan Dampak Kebijakan

8 April 2026 By admin

Rusunami Gen Z Surabaya: Hunian Modern Bagi Pasangan Muda

7 April 2026 By zam

Inggris Batasi AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran

7 April 2026 By admin

Saat Parkir Tak Lagi Tunai: 600 Jukir Surabaya Tersingkir di Era Digitalisasi

7 April 2026 By admin

Sumpah Balas IRGC di Tengah Gugurnya Jenderal Intelijen

7 April 2026 By admin

Taylor Swift Digugat Soal Merek “Showgirl”

7 April 2026 By admin

Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2026 By admin

Obat Penurun Berat Badan: Harapan Baru, Tapi Bukan Jalan Pintas

6 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jalan Kaki Ternyata Bisa Tingkatkan Daya Ingat dan Lindungi Otak dari Penuaan
  • Bangkit di Anfield! Liverpool FC Tekuk Fulham FC 2-0, Siap Hadapi Paris Saint-Germain
  • AC Milan Dibantai Udinese 0-3 di San Siro, Rossoneri Gagal Tekan Puncak Klasemen Serie A
  • Reuni Setelah 30 Tahun, Kedekatan Cameron Diaz dan Keanu Reeves Kembali Jadi Sorotan
  • Dapur MBG Disetop Sementara, Upaya BGN Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.