• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam

27 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Yogyakarta (Trigger.id) — Di balik hiruk-pikuk kampus, ada sosok yang tengah menarik perhatian bangsa. Ia bukan politisi mapan, bukan pula tokoh pemerintahan. Ia adalah Tiyo Ardianto, Presiden Mahasiswa atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada periode 2025/2026 — wajah vokal generasi muda yang berani menyuarakan isi hati rakyat dan mengkritik kebijakan negara demi keadilan sosial dan pendidikan yang lebih layak.


Jejak Awal dan Latar Aktivisme

Tiyo lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 26 April. Ia melanjutkan pendidikan menengah di sekolah unggulan di Yogyakarta sebelum diterima sebagai mahasiswa Filsafat UGM pada Agustus 2021. Selama menempuh studi, ia aktif dalam berbagai gerakan mahasiswa. Ketokohan dan reputasinya sebagai aktivis independen kemudian mengantarkannya terpilih sebagai ketua BEM KM UGM — sebuah posisi strategis yang tidak hanya membawa tanggung jawab organisasi, tetapi juga suara kritis terhadap berbagai persoalan bangsa.

Dalam masa kepemimpinannya, Tiyo dikenal konsisten menegaskan pentingnya independensi gerakan mahasiswa tanpa intervensi politis. Pada pertengahan 2025, ia mengambil keputusan tegas menarik BEM UGM keluar dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan setelah Munas yang dinilai terlalu dekat dengan elite kekuasaan. Keputusan itu mencerminkan komitmen kuatnya untuk menjaga gerakan mahasiswa tetap berpihak pada rakyat, bukan struktur pemerintahan.


Kritik terhadap Keadilan Pendidikan dan Suara Rakyat

Jejak perjuangan teranyar yang paling menyita perhatian publik adalah ketika Tiyo bersama BEM UGM mengeluarkan surat terbuka kepada UNICEF terkait tragedi tragis seorang anak di Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tidak mampu membeli pena dan buku sekolah. Surat itu kemudian dipublikasikan sebagai bentuk kritik tajam terhadap sistem pendidikan yang dinilai masih jauh dari ideal serta kebijakan anggaran negara yang tak sepenuhnya berpihak pada anak dan masyarakat miskin.

Tiyo hingga menggugat kebijakan seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya belum menyentuh akar masalah kemiskinan struktural dan ketidaksetaraan pendidikan. Ia menilai pendidikan dasar yang layak masih jadi impian bagi banyak anak negeri ini — sementara anggaran besar tidak mampu menjawab persoalan mendasar tersebut.


Intimidasi Tak Menggentarkan Semangat

Kritik itu tidak datang tanpa konsekuensi. Sejak Februari 2026, Tiyo mengaku menerima rangkaian ancaman dan intimidasi, termasuk pesan bernada ancaman penculikan dari nomor luar negeri dan penguntitan di tempat umum setelah isi surat dan aksi yang dipimpinnya ramai diperbincangkan. Ancaman tersebut bahkan sempat menjalar hingga anggota keluarganya.

Meski begitu, semangat perjuangan Tiyo tetap tegar. Ia memastikan bahwa tekanan tersebut tidak akan membuatnya mundur dari garis perjuangan untuk hak pendidikan, keadilan sosial, dan suara kaum tertindas. Sikapnya mencerminkan karakter dan prinsip seorang mahasiswa yang tak sekadar mengejar gelar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap nasib bangsa.


Makna Lebih Besar dari Perjuangan Seorang Mahasiswa

Perjalanan Tiyo Ardianto adalah cermin dari dinamika mahasiswa Indonesia di era kekinian: generasi yang berpikir kritis, bukan tunduk pada dominasi politik, dan tidak ragu membawa suara rakyat ke ruang publik. Ia bukan sekadar pemimpin mahasiswa di kampus, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang melampaui batas-batas kampus dan menyentuh persoalan bangsa.

Dalam situasi penuh tekanan, Tiyo menunjukkan bahwa kekuatan suara intelektual tanpa kompromi pun mampu memantik diskusi nasional tentang hak asasi manusia, ketimpangan pendidikan, dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa. — sebuah kisah yang mengingatkan kita bahwa perubahan sejati sering kali dimulai dari suara yang berani berbicara kebenaran. (ori)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Presiden Mahasiswa, Suara Mahasiswa, Tak Kenal Diam, Tiyo Ardianto, UGM

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Liga Champions, Madrid dan Tiga Tim Lain ke 16 Besar

26 Februari 2026 By admin

Enam Makanan Penjaga Jantung Yang Harus Anda Tahu

26 Februari 2026 By admin

Zakat yang Mengubah Hidup: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

26 Februari 2026 By admin

Menkes: Kenaikan Iuran BPJS Tak Sentuh Warga Miskin

25 Februari 2026 By admin

Waspada Kopi dan Teh saat Ramadan, Pakar Ingatkan Risiko Dehidrasi

25 Februari 2026 By zam

Detik-Detik Menjelang Maghrib: Tradisi Menunggu Berbuka di Berbagai Daerah

25 Februari 2026 By admin

Anak, Amanah yang Menguji dan Memuliakan

25 Februari 2026 By admin

Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual

25 Februari 2026 By admin

Inter Tersingkir, Atletico dan Newcastle ke 16 Besar

25 Februari 2026 By admin

Baznas: ZIS Tak Dialihkan ke Program MBG

25 Februari 2026 By admin

Peminat SNBP 2026 Melonjak : Unesa 53 Ribu, Unair & UB Kompetitif

24 Februari 2026 By zam

Takjil Berbahaya: BPOM Temukan Pewarna Sintesis Pemicu Kanker

24 Februari 2026 By admin

Ramadhan: Momentum Hijrah yang Nyata, Bukan Sekadar Wacana

24 Februari 2026 By admin

Rujak Soto: Perpaduan yang Tak Masuk Akal Tapi Dicinta

24 Februari 2026 By wah

Khutbah Jumat: Ujian Dalam Hidup

23 Februari 2026 By isa

Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit

23 Februari 2026 By admin

Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah

23 Februari 2026 By admin

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 By admin

Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat

23 Februari 2026 By wah

Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

23 Februari 2026 By admin

Jatim Pecahkan Dua Rekor MURI, 20.000 Porsi Buka Puasa dan 18.000Jamaah Lantunkan Asmaul Husna

22 Februari 2026 By zam

Pemkot Surabaya Gandeng Pengembang Percepat Pendataan DTSEN

22 Februari 2026 By admin

Penjualan Tiket KA Lebaran 2026: Jutaan Terjual di Sejumlah Daops

22 Februari 2026 By admin

Presiden Kerahkan Kekuatan, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

22 Februari 2026 By admin

4 Tahun Menyalakan Optimisme: Jejak dan Ikhtiar TRIGGER.ID

22 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Blood Moon 3 Maret, MUI: Perbanyak Ibadah, Jauhi Mitos
  • Orang Tua Kunci Pemulihan Anak Pasca Operasi
  • Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam
  • Pakistan–Afghanistan Saling Serang, Ketegangan Perbatasan Memanas
  • Kiat Memilih Takjil Sehat dan Lezat Selama Ramadhan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.