
Moskow (Trigger.id) – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat sebagai pihak yang memicu aksi unjuk rasa sekaligus memperparah ketidakstabilan di dalam negeri Iran. Tudingan tersebut disampaikan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, melalui surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam surat itu, Iravani menyatakan bahwa Iran mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar hukum internasional dan tidak bertanggung jawab. Ia menuding Washington, bersama Israel, telah mencampuri urusan dalam negeri Iran melalui ancaman, hasutan, serta upaya sistematis untuk mendorong ketidakstabilan dan kekerasan.
Iravani juga menyoroti perubahan unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai menjadi kerusuhan yang disertai vandalisme. Aksi protes di Iran sendiri mulai merebak sejak akhir Desember, dipicu melemahnya nilai tukar rial Iran yang berdampak pada lonjakan harga barang di tingkat grosir dan eceran.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali melontarkan pernyataan keras terhadap otoritas Iran. Pada Jumat (9/1), Trump menyatakan bahwa Washington akan bertindak tegas dan “memukul sangat keras di titik paling menyakitkan” jika terjadi korban jiwa di kalangan pengunjuk rasa.
Media Iran sebelumnya melaporkan terjadinya perusakan sejumlah properti milik warga dan negara di Teheran. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyebut adanya penyerangan terhadap fasilitas aparat keamanan, pembakaran bus serta mobil pemadam kebakaran, dan penyerangan terhadap bank pada 8 Januari.
Televisi pemerintah Iran juga melaporkan adanya korban dalam kerusuhan tersebut, meski tidak merinci berasal dari pihak mana. Namun, juru bicara Kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi, menyatakan bahwa kondisi di seluruh wilayah Iran telah kembali kondusif pada Jumat malam, sehari setelah kerusuhan meluas terjadi. (ian)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Tinggalkan Balasan