
Surabaya (Trigger.id) – Serangan jantung kerap datang tanpa peringatan dan berlangsung sangat cepat. Banyak orang mengira kondisi ini terjadi secara mendadak, padahal di dalam tubuh terdapat rangkaian proses berbahaya yang berjalan dalam hitungan detik dan dapat mengancam nyawa.
Secara medis, serangan jantung terjadi ketika fungsi jantung menurun drastis akibat terganggunya suplai darah atau sistem kelistrikan jantung. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung hingga berujung pada kematian.
Gangguan Aliran Darah ke Jantung
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Budi Ario Tejo, menjelaskan bahwa serangan jantung paling sering dipicu oleh masalah pada pembuluh darah koroner. Pembuluh ini berfungsi menyalurkan darah yang kaya oksigen ke otot jantung.
Ketika pembuluh darah koroner tersumbat, aliran darah terhenti secara tiba-tiba. Akibatnya, otot jantung kekurangan oksigen dan mulai mengalami kerusakan. Kondisi inilah yang menimbulkan nyeri dada hebat dan gangguan fungsi jantung.
Masalah pada Sistem Listrik Jantung
Selain gangguan aliran darah, serangan jantung juga dapat dipicu oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung atau yang dikenal sebagai aritmia. Aritmia terjadi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.
Dr. Budi mengibaratkan jantung seperti mesin kendaraan. “Pembuluh darah koroner itu seperti selang bensin, sementara sistem listrik jantung ibarat aki. Kalau salah satunya bermasalah, mesin tidak bisa bekerja dengan baik,” jelasnya.
Gangguan irama jantung membuat jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ-organ vital kekurangan suplai darah dan oksigen.
Kondisi Gawat Darurat
Baik penyumbatan pembuluh darah koroner maupun gangguan irama jantung merupakan kondisi darurat medis. Keduanya dapat menyebabkan penurunan aliran darah secara drastis, yang memicu gejala seperti nyeri dada hebat, sesak napas, pingsan mendadak, hingga henti jantung.
Dalam banyak kasus, dampak fatal bisa terjadi hanya dalam hitungan detik atau menit. Karena itu, pengenalan gejala awal dan penanganan cepat menjadi kunci utama untuk menyelamatkan nyawa penderita serangan jantung.
Serangan jantung bukan sekadar peristiwa mendadak, melainkan akibat dari gangguan serius pada aliran darah dan sistem listrik jantung. Pemahaman mengenai proses ini penting agar masyarakat lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis saat gejala muncul. (bin)



Tinggalkan Balasan