
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti laporan adanya kode QR yang tidak sesuai dengan sistem pembayaran digital. Berdasarkan laporan, kode QR itu tertempel di salah satu stan miliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surabaya. Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya melakukan penelusuran dan ternyata kode QR tersebut bukan untuk transaksi pembayaran. Melainkan kode QR itu adalah shortcut aplikasi yang mengarahkan pengguna secara otomatis ke halaman unduh melalui perangkat seluler.
Sekretaris Dinkopumdag Kota Surabaya, Reza Fahreddy mengatakan, kode QR itu sebelumnya sempat dicoba oleh salah satu pelanggan UMKM. Namun, saat akan melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS, sistem tidak mengarahkan ke halaman transaksi bank di Indonesia. “Ternyata waktu kita coba dengan (QRIS) mobile banking itu nyambungnya langsung ke bank negara Tiongkok. Tapi saat dimasukkan nominalnya tidak bisa transaksi pembayaran, karena memang kode QR itu untuk masuk ke aplikasi Si-Boyo di Google Play Store,” kata Reza, Rabu (21/10/2026).
Reza menjelaskan, kode QR itu memang tertempel di seluruh stan UMKM di Kota Surabaya. Karena stiker kode QR itu digunakan sebagai media sosialisasi aplikasi Si-Boyo, sebuah platform belanja digital yang mengintegrasikan peran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan pelaku UMKM lokal. Reza memaparkan, ketika kode QR di-scan menggunakan aplikasi Google Lens, maka akan langsung diarahkan untuk mendownload aplikasi Si-Boyo di Google Play Store.
Namun, saat dicoba scan menggunakan aplikasi mobile banking, justru muncul ke halaman pembayaran bank asal Tiongkok. Reza menyampaikan, UMKM yang terdaftar resmi di Dinkopumdag Kota Surabaya mayoritas telah memiliki sistem pembayaran digital QRIS. Setiap transaksi yang dilakukan secara otomatis akan masuk ke masing-masing rekening UMKM.
Reza menyampaikan terima kasih kepada masyarakat telah melaporkan ke Pemkot Surabaya sehingga dapat mengantisipasi dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pemasangan stiker kode QR aplikasi tersebut di lapak UMKM.“Kami lebih berhati-hati. Nanti akan kita cek juga seluruh kode QR yang sudah terpasang itu untuk diperbaharui, perbarui lagi,” pungkasnya. (wah)



Tinggalkan Balasan