
Tel Aviv (Trigger.id) – Menteri Luar Negeri Gideon Saar menegaskan bahwa Israel tidak menginginkan konflik berkepanjangan dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dengan Iran yang telah berlangsung selama 11 hari sejak 28 Februari 2026.
“Kami akan melanjutkan hingga saat kami dan para mitra menilai waktunya tepat untuk berhenti. Kami tidak menginginkan perang tanpa akhir,” kata Saar kepada wartawan di Yerusalem, Selasa (10/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Saar saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul. Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengungkapkan kekhawatiran negara-negara Eropa mengenai konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran, terutama karena belum terlihat tanda-tanda penghentian perang.
Ketika ditanya tentang tolok ukur kemenangan bagi Israel, Saar mengatakan tujuan utama negaranya adalah menghilangkan ancaman serius dari Iran dalam jangka panjang.
“Kami ingin menghapus ancaman eksistensial dari Iran terhadap Israel,” ujarnya.
Di sisi lain, pernyataan tersebut berseberangan dengan klaim dari pihak Iran. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ali Mohammad Naini, menyatakan bahwa Iran mampu melanjutkan perang intensif melawan AS dan Israel hingga enam bulan ke depan.
Ia menyebut pasukan Iran telah menargetkan lebih dari 200 pangkalan serta fasilitas milik AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengklaim serangan Iran baru-baru ini menewaskan lebih dari 500 tentara AS.
Berbeda dengan klaim tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Iran telah menyerah setelah rangkaian serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Melalui akun media sosialnya, Trump bahkan menyebut Iran telah meminta maaf kepada negara-negara di Timur Tengah dan berjanji tidak akan melakukan serangan lagi setelah menghadapi tekanan militer yang terus-menerus. (ian)



Tinggalkan Balasan