
Surabaya (Trigger.id) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang dinanti banyak keluarga. Tambahan penghasilan ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan: mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan lebaran, hingga berbagi dengan keluarga dan kerabat. Namun tahun ini, suasana global yang diliputi ketidakpastian membuat masyarakat perlu lebih bijak dalam mengelola THR.
Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel, berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Ketidakpastian tersebut dapat berdampak pada fluktuasi harga energi dan pangan yang pada akhirnya dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dalam situasi seperti ini, para pakar keuangan mengingatkan pentingnya mengelola THR secara cermat agar tidak habis hanya untuk konsumsi sesaat.
Perencana keuangan keluarga Ligwina Hananto mengatakan, THR sebaiknya tidak dipandang sebagai “uang tambahan untuk dihabiskan”, tetapi sebagai kesempatan memperkuat kondisi keuangan keluarga.
“THR sering kali langsung habis karena digunakan untuk konsumsi. Padahal, dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk dana darurat atau tabungan,” ujarnya dalam berbagai kesempatan edukasi keuangan.
Menurutnya, pengeluaran saat Lebaran memang wajar meningkat, tetapi tetap perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan tekanan keuangan setelah hari raya berlalu.
Membuat Prioritas Pengeluaran
Perencana keuangan Safir Senduk juga mengingatkan pentingnya membuat skala prioritas sebelum menggunakan THR. Tanpa perencanaan, uang tambahan tersebut mudah sekali habis tanpa terasa.
“Langkah pertama adalah mencatat kebutuhan Lebaran yang benar-benar penting. Jangan sampai semua keinginan dipenuhi sekaligus hanya karena ada THR,” jelasnya.
Ia menyarankan agar keluarga membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, kebutuhan pokok Lebaran, zakat, dan sedekah harus menjadi prioritas utama.
Tips Bijak Mengelola THR
Agar THR tidak cepat habis dan tetap memberi manfaat jangka panjang, para perencana keuangan menyarankan beberapa langkah berikut:
1. Sisihkan untuk tabungan dan dana darurat
Idealnya sebagian THR disimpan sebagai cadangan keuangan. Dana darurat sangat penting terutama ketika kondisi ekonomi tidak menentu.
2. Prioritaskan kewajiban terlebih dahulu
Gunakan THR untuk membayar zakat, sedekah, atau kewajiban keluarga sebelum memenuhi keinginan konsumtif.
3. Buat anggaran belanja Lebaran
Tentukan batas pengeluaran untuk kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan mudik agar tidak melebihi kemampuan keuangan.
4. Hindari belanja impulsif
Diskon menjelang Lebaran sering menggoda. Namun belanja tanpa rencana bisa membuat THR cepat habis.
5. Sisihkan untuk investasi kecil
Jika memungkinkan, sebagian THR bisa dialokasikan untuk investasi sederhana seperti emas atau reksa dana.
Lebaran Tetap Bermakna Tanpa Berlebihan
Pada akhirnya, makna Lebaran tidak selalu diukur dari besarnya pengeluaran. Kebersamaan keluarga, silaturahmi, dan kepedulian kepada sesama jauh lebih penting daripada kemewahan konsumsi.
Dengan perencanaan yang matang, THR tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat saat hari raya, tetapi juga membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi global. (ian)



Tinggalkan Balasan