
Surabaya (Trigger.id) – Kematian John Bonham pada 25 September 1980 menjadi salah satu tragedi paling mengguncang dalam sejarah musik rock. Ia wafat di usia 32 tahun, tepat ketika Led Zeppelin tengah bersiap memulai tur besar di Amerika Utara.
Apa Penyebab Kematian John Bonham?
Berdasarkan hasil pemeriksaan koroner, Bonham meninggal akibat asfiksia (kehabisan napas) setelah muntah dalam keadaan tidak sadar. Penyebab utamanya adalah konsumsi alkohol dalam jumlah sangat besar.
Pada hari sebelum kematiannya, Bonham dilaporkan mulai minum sejak pagi. Dalam rentang waktu sekitar 24 jam, ia diperkirakan mengonsumsi setara dengan 40 shot vodka. Setelah sesi latihan di kediaman gitaris Jimmy Page di Windsor, Bonham tertidur dan kemudian ditemukan tak bernyawa keesokan paginya.
Otopsi tidak menemukan narkotika lain dalam tubuhnya, dan kematiannya dinyatakan sebagai kecelakaan akibat keracunan alkohol.
Mengapa Led Zeppelin Memutuskan Bubar?
Setelah kematian Bonham, para personel yang tersisa—Robert Plant, Jimmy Page, dan John Paul Jones—mengadakan diskusi serius mengenai masa depan band.
Pada Desember 1980, mereka merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa mereka tidak bisa melanjutkan Led Zeppelin tanpa Bonham. Alasannya bukan hanya emosional, tetapi juga musikal.
Bonham bukan sekadar drummer pengiring. Ia adalah fondasi ritme dan kekuatan utama suara Led Zeppelin. Gaya permainannya yang eksplosif, teknik pedal bass yang kuat, serta solo legendaris seperti dalam “Moby Dick” menjadi identitas khas band tersebut. Banyak pengamat musik menilai bahwa karakter musik Led Zeppelin sangat bergantung pada energi dan dinamika Bonham.
Para anggota merasa menggantinya dengan drummer lain akan merusak esensi band. Karena itu, mereka memilih untuk mengakhiri perjalanan grup yang telah menghasilkan album-album klasik seperti Led Zeppelin IV dan Physical Graffiti.
Warisan yang Abadi
Meski bubar pada 1980, pengaruh Led Zeppelin tetap hidup. Bonham hingga kini sering disebut sebagai salah satu drummer rock terbesar sepanjang masa.
Keputusan band untuk berhenti setelah kepergiannya justru memperkuat legenda mereka: Led Zeppelin dikenang sebagai grup yang memilih menjaga integritas musiknya daripada melanjutkan tanpa ruh utama di balik dentuman drum yang menjadi jantung mereka. (ori)



Tinggalkan Balasan