• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Manis Penuh Makna: Filosofi Kolak dari Dakwah Wali hingga Manfaat Kesehatan

26 Februari 2026 by zam Tinggalkan Komentar

Kolak menjadi takjil favorit saat berbuka puasa. Sajian berbahan pisang, ubi, santan, dan gula merah ini menyimpan jejak sejarah serta pesan spiritual yang kuat.Foto/ilustrasi

Surabaya (Trigger.id) – Bulan Ramadan di Indonesia tak bisa dilepaskan dari kehadiran kolak sebagai takjil favorit saat berbuka puasa. Sajian manis berbahan dasar pisang, ubi, santan, dan gula merah ini bukan sekadar pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menyimpan jejak sejarah serta pesan spiritual yang kuat.

Sejumlah sejarawan meyakini kolak telah dikenal luas di tanah Jawa sejak masa dakwah para wali, khususnya era Wali Songo. Pada masa itu, pendekatan budaya menjadi strategi penting dalam menyebarkan ajaran Islam. Makanan tradisional seperti kolak kerap dihidangkan dalam pertemuan warga, pengajian, maupun kegiatan keagamaan sebagai sarana dakwah yang membumi dan mudah diterima masyarakat.

Secara etimologis, kata “kolak” dipercaya berasal dari bahasa Arab Khalik yang berarti Sang Pencipta (Allah SWT). Ada pula yang mengaitkannya dengan kata khala yang berarti kosong. Makna ini ditafsirkan sebagai ajakan untuk “mengosongkan diri” dari dosa dan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan setelah seharian berpuasa.

Filosofi kolak juga tercermin dari bahan-bahannya. Pisang kepok, misalnya, kerap dimaknai sebagai simbol “kapok” atau jera dalam berbuat dosa. Ubi atau telo pendem yang tumbuh dan terpendam di dalam tanah dimaknai sebagai pengingat untuk mengubur kesalahan masa lalu dalam-dalam. Sementara santan, yang dalam pelafalan Jawa sering dikaitkan dengan kata pangapunten (permohonan maaf), menjadi simbol pentingnya saling memaafkan.

Tak hanya itu, santan yang berasal dari kelapa juga melambangkan rasa syukur. Dalam budaya Jawa, kelapa kerap disebut sebagai pohon kehidupan karena hampir seluruh bagiannya bermanfaat. Penggunaan bahan-bahan alami ini menjadi simbol karunia Tuhan yang patut disyukuri.

Bagi Siti Aminah (47), pedagang kolak musiman di kawasan Karang Menjangan Surabaya, kolak selalu menjadi primadona setiap Ramadan. “Setiap sore pembeli pasti ramai. Banyak yang bilang belum afdal berbuka kalau belum makan kolak. Selain manis dan mengenyangkan, kolak itu seperti tradisi turun-temurun,” ujarnya saat ditemui, Rabu (25/2).

Senada dengan itu, Arif Rahman (35), seorang karyawan swasta yang mengaku penggemar kolak, menyebut hidangan tersebut menghadirkan nuansa nostalgia. “Dari kecil kalau Ramadan pasti ada kolak buatan ibu. Rasanya bukan cuma manis, tapi ada rasa kebersamaan dan hangatnya keluarga,” katanya.

Dari sisi kesehatan, kolak juga memiliki nilai gizi tertentu jika dikonsumsi secara bijak. Menurut dr. Rina Wijayanti, Sp.GK, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kandungan karbohidrat sederhana dari gula merah dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Pisang dan ubi juga mengandung serat, vitamin, serta mineral seperti kalium yang baik untuk tubuh.

“Namun perlu diperhatikan porsinya. Santan mengandung lemak jenuh, dan gula yang berlebihan bisa meningkatkan kadar gula darah. Sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi dengan makanan bergizi lain,” jelasnya.

Dengan demikian, kolak bukan sekadar sajian manis untuk membatalkan puasa. Di balik semangkuk kolak, tersimpan warisan dakwah, simbol perenungan diri, hingga pesan kesehatan. Tradisi ini terus hidup, mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan mempererat kebersamaan. (wah)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Uncategorized

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual

25 Februari 2026 By admin

Inter Tersingkir, Atletico dan Newcastle ke 16 Besar

25 Februari 2026 By admin

Baznas: ZIS Tak Dialihkan ke Program MBG

25 Februari 2026 By admin

Peminat SNBP 2026 Melonjak : Unesa 53 Ribu, Unair & UB Kompetitif

24 Februari 2026 By zam

Takjil Berbahaya: BPOM Temukan Pewarna Sintesis Pemicu Kanker

24 Februari 2026 By admin

Ramadhan: Momentum Hijrah yang Nyata, Bukan Sekadar Wacana

24 Februari 2026 By admin

Rujak Soto: Perpaduan yang Tak Masuk Akal Tapi Dicinta

24 Februari 2026 By wah

Khutbah Jumat: Ujian Dalam Hidup

23 Februari 2026 By isa

Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit

23 Februari 2026 By admin

Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah

23 Februari 2026 By admin

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 By admin

Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat

23 Februari 2026 By wah

Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

23 Februari 2026 By admin

Jatim Pecahkan Dua Rekor MURI, 20.000 Porsi Buka Puasa dan 18.000Jamaah Lantunkan Asmaul Husna

22 Februari 2026 By zam

Pemkot Surabaya Gandeng Pengembang Percepat Pendataan DTSEN

22 Februari 2026 By admin

Penjualan Tiket KA Lebaran 2026: Jutaan Terjual di Sejumlah Daops

22 Februari 2026 By admin

Presiden Kerahkan Kekuatan, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

22 Februari 2026 By admin

4 Tahun Menyalakan Optimisme: Jejak dan Ikhtiar TRIGGER.ID

22 Februari 2026 By admin

Kesiapan Lebaran 2026 di Jawa Timur Dimatangkan

21 Februari 2026 By zam

Masjid Bungkuk Singosari, Saksi Sunyi Perjuangan Sejak Era Diponegoro

21 Februari 2026 By zam

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Melihat Dinamika Bisnis Hampers Lebaran di Era Digital
  • Empat Alumni LPDP Kembalikan Dana Beasiswa hingga Rp 2 Miliar
  • Manis Penuh Makna: Filosofi Kolak dari Dakwah Wali hingga Manfaat Kesehatan
  • Keutamaan Dua Rakaat Sebelum Subuh dan Cahaya Cinta Allah
  • Berburu Takjil di Gaza City, Ramadan di Tengah Krisis dan Harapan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.