
Surabaya (Trigger.id) – Mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti. Jutaan orang bergerak serentak menuju kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Lonjakan mobilitas kendaraan—baik roda dua, mobil pribadi, maupun angkutan umum—membuat risiko kecelakaan ikut meningkat jika tidak diantisipasi dengan baik.
Data terbaru dari IRSMS Korlantas Polri menunjukkan bahwa sepanjang 2024 terjadi lebih dari 87 ribu kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 66 ribu kasus (lebih dari 75%) melibatkan sepeda motor. Korban meninggal dunia tercatat mencapai lebih dari 25 ribu jiwa, sementara puluhan ribu lainnya mengalami luka berat maupun ringan. Angka ini menjadi peringatan serius menjelang arus mudik 2025 agar seluruh pihak lebih waspada.
Selain faktor manusia dan kendaraan, kondisi cuaca juga menjadi tantangan. Badan meteorologi nasional memprediksi potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah selama periode mudik. Jalan licin, genangan air, hingga jarak pandang terbatas akibat hujan deras dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan:
1. Kondisi Pengemudi
Kesehatan Psikologis
Stres, emosi tidak stabil, atau euforia berlebihan bisa menurunkan konsentrasi. Berkendara dalam kondisi marah, cemas, atau terburu-buru sering kali berujung pada keputusan yang gegabah di jalan.
Kondisi Fisik
Pastikan tubuh dalam keadaan fit. Istirahat cukup sebelum perjalanan jauh. Gangguan penglihatan, kelelahan, dan kurang tidur sangat berisiko menyebabkan microsleep—kondisi tertidur sesaat yang kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalan tol.
2. Karakter Berkendara
Safety Driving
Patuhi rambu dan batas kecepatan. Gunakan helm standar SNI dan sabuk pengaman. Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi. Pahami rute perjalanan, cek kondisi lalu lintas, dan perhatikan prakiraan cuaca.
Defensive Driving
Selalu jaga jarak aman dan waspada terhadap kesalahan pengguna jalan lain. Jangan memaksakan menyalip di jalur sempit atau saat hujan deras. Antisipasi potensi bahaya sebelum terjadi.
3. Kondisi Kendaraan
Pemeriksaan Sebelum Berangkat
Cek rem, lampu, tekanan ban, oli, wiper, aki, dan bahan bakar. Untuk perjalanan jauh, kondisi ban sangat krusial, terutama saat melewati jalan basah.
Perawatan Berkala
Lakukan servis rutin dan ganti suku cadang yang aus. Kendaraan yang prima mengurangi risiko kegagalan teknis di tengah perjalanan.
Mudik bukan sekadar soal tiba di kampung halaman, tetapi tentang memastikan seluruh keluarga selamat tanpa risiko cedera maupun kerugian materi. Perjalanan yang aman akan membuat momen Lebaran terasa lebih bermakna.
Ingat, lebih baik melaju perlahan namun selamat, daripada tergesa-gesa dan berujung penyesalan. Jadikan keselamatan sebagai prioritas utama agar kebersamaan di Hari Raya benar-benar dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan. (ori)



Tinggalkan Balasan