• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Urgensi Mitigasi Calon Jamaah Haji (CJH) Lansia

23 Mei 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: dr. Ari Baskoro SpPD K-AI – Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Setelah pandemi Covid-19 mereda, tahun 2023 menjadi tahun pertama bagi Indonesia mendapatkan kuota haji secara penuh. Jumlahnya mencapai 229 ribu orang, termasuk delapan ribu kuota tambahan. Dari total kuota tersebut, 67 ribu orang (30 persen) di antaranya merupakan calon jamaah haji (CJH) lanjut usia (lansia).

Bila dirinci, sebanyak 51.778 orang berusia antara 65-75 tahun. Selanjutnya 76-85 tahun (8.760 orang), antara 86-95 tahun (2.074 orang) dan di atas 95 tahun sebanyak 269 orang.Dari sisi persiapan menghadapi risiko medis, hal itu merupakan tantangan besar. Tidak mengherankan,Kementerian Agama mengusung tema“Haji Ramah Lansia” dalam penyelenggaraan ibadah haji 1444 H kali ini.

Lansia

Menurut Undang-undang No.13 tahun 1998, lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Itu merupakan usia kronologi, berdasarkan data yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk(KTP). Usia kronologi tidak selalu seirama dengan usia fisiologi yang didasarkan atas kapasitas fungsional. Maknanya, seseorang dapat terlihat lebih muda atau sebaliknya tampak lebih tua dari umurnya. Bisa jadi akan memiliki kapasitas fungsional yang lebih besar atau lebih kecil dari yang diperkirakan dimilikinya pada usia tertentu. Keadaan demikian sangat dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetika dan lingkungan. Aspek sosial, psikologi, ekonomi, dan fisik,berperan penting melatarbelakanginya.

Pada umumnya telah dapat dipahami, kecenderungan penurunan kapasitas fungsional sejalan dengan proses menua. Hal itu bisa terlihat, baik pada tingkat seluler ataupun organ, pada setiap individu lansia. Dampaknya,pada lansia terjadi keterlambatan dalam memberikan respons terhadap berbagai macam rangsangan, bila dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Dengan kata lain, menua didefinisikan sebagai proses yang mengubah orang dewasa sehat, menjadi seorang yang “frail” (lemah, rentan).Cadangan sistem fisiologis berangsur akan menurun.Sebaliknya terjadi peningkatan kerentanan terhadap berbagai macam penyakit. Risiko kematian pun akan meningkat secara eksponensial.

Berbagai sistem tubuh yang mengalami perubahan, bisa dideteksi melalui suatu  skrining yang cermat. Itulahpoin yang menjadi bahan evaluasi penting, menakar risiko medis  bagi seorang CJH lansia.Misalnya,potensi diabetes melitus (DM) akan semakin meningkat, karena efektivitas kerja hormon insulin menjadi terganggu. Demikian pula dengan  performa fungsi pompa jantung dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi darah. Selain terkaitdengan meningkatnya risiko timbulnyapenyakit jantung koroner (PJK), curah jantungpada lansia  punsemakin menurun. Dampaknya,seorang lansia berisiko mengalami serangan jantung, saat mengalami peningkatan beban stres fisik/kelelahan. Belum lagi bila dia memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik.Maka risiko stroke, baik berupa perdarahan ataupun sumbatan, akan semakin meningkat pula.

Lansia diketahui memiliki keterbatasan pada fungsi parunya, sebagai organ penting pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Itu tidak terlepas dari terjadinya kekakuan pada dinding dada dan menurunnya kekuatan otot-otot pernapasan. Selain terjadinya gangguan anatomis pada beberapa bagian sistem saluran nafas, efektivitas/refleksbatuk juga semakin menurun. Hal itulah yang memudahkan seorang lansia lebih gampang mengalami sesak napas. Risiko terpapar radang paru (pneumonia)akan semakin meningkat pula.

Ginjal sebagai organ pembersih sisa-sisa metabolisme tubuh, akan semakin menurun kapasitasnya pada lansia. Itu terkait penurunan massa ginjal hingga 25 persen. Imbasnya dapat memicu terjadinya gangguan homeostasis cairan, elektrolit dan aktivasivitamin D.

Efek penuaan tidak dapat dipungkiri akan membawa dampak pada berkurangnya massa otot secara bermakna (sarkopenia). Otot-otot tungkai merupakan segmen yang paling seringmenuaidampaknya, dibandingkan dengan otot-otot lengan dan otot-otot bagian tubuh lainnya. Dengan disertainya penurunan massa tulang dan kepadatannya, lansia berpotensi  lebih gampang mengalami kelelahan dan terjatuh. Pada akhirnya kejadian patah tulang, merupakan suatu risiko yang seharusnya bisa diperhitungkan.

Seorang lansia juga akan mengalami gangguan penglihatan, penghidu/membau, pendengaran, serta keseimbangan. Dalam banyak kasus,bisa terjadi gangguan pada kontrol rasa haus oleh hormon endorfin. Risiko timbulnya dehidrasi tanpa disadari, akan semakin meningkat pula. Potensi tersebut akan bertambah,bila seorang lansia mengalami kesulitan  menahan kencing/inkontinensia urine/mengompol. Akibatnyaakan menjadi “takut” untuk minum lebih banyak. Sebanyak 25-35 persen lansia mengalami inkontinensia urine dengan penyebab yang bervariasi.

Menurunnya fungsi kognitif/intelektual yang sering dikenal sebagai “pikun”, kadang-kadang bisa berdampak fatal. Pada contoh kasus yang sederhana, sering terjadi kesalahan/”lupa” mengonsumsi obat, bila tanpa pendampingan.

Risiko morbiditas dan mortalitas pada lansia, erat kaitannya dengan menurunnya fungsi imunitas.Respons kekebalan tubuh yang dibentuk pascavaksinasi, juga seringkali  mengalami kendala.Konsekuensinya, lansia berisiko mengalami infeksi yang lebih parah.

Secara ringkasnya, seorang lansia berpotensi memiliki penyakit ganda (multipatologi) yang sudah seharusnya memerlukan perhatian yang lebih.

Kesehatan haji

Jamaah haji asal Indonesia, merupakan yang terbanyak dari seluruh negara di dunia. Diperkirakan jumlah total jamaah haji dari seluruh dunia, akan kembali normal seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Situasi kerumunan massa dari 2,4 juta jamaah haji dari seluruh dunia, meningkatkan risiko jamaah lansia mengalami kelelahan dan tertular penyakit infeksi. Masalah suhu udara yang ekstrem, kelembaban tinggi, kondisi geografis setempat berupa perbukitan yang relatif curam, serta lalu lintas yang padat, akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Diprediksi cuaca panas hingga bisa mencapai 50 derajat Celsius, akan  terjadipada musim haji tahun ini.

Puncak rangkaian ibadah hajidi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sangat memerlukan persiapan kondisi fisik yang prima. Situasi itu sangat melelahkan, khususnya bagi lansia dengan berbagai macam komorbid.

Sebelum pandemi, dari tahun ke tahun penyelenggaraan haji, Indonesia selalu mendominasi angka kematian jamaah haji. Rata-rata 2 per mil, atau sekitar 300-400 orang per tahun. Angka itu jauh melampaui negara-negara lain. Misalnya India ( satu per mil) dan Malaysia (0,3 per mil). Penyebab kematian tertinggi, mayoritas masih terkait penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan pernapasan.

Lansia selalu menempati porsi terbesar angka kematian jamaah haji. Klimaksnya  terjadi pada pekan ke enam hingga ke tujuh yang merupakan periode puncak ibadah haji. Kelelahan fisik menjadi faktor pemicu yang penting.            

Persiapan maksimal menjadi kata kunci bagi mitigasi CJH lansia, pada seluruh tahapan penyelenggaraan haji. Semoga Emergency Medical Team yang dibentuk pemerintah pada penyelenggaraan haji tahun ini, dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas jamaah haji lansia.

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:Ari Baskoro, Kesehatan Jamaah Haji, Mitigasi CJH Lansia, Urgensi Mitigasi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Britney Spears Masuk Rehabilitasi Usai Kasus DUI, Fokus Pulihkan Diri

14 April 2026 By admin

Barcelona Kian Kokoh di Puncak, Jarak dengan Real Madrid Melebar

14 April 2026 By admin

Paus Leo XIV Tegaskan Tak Gentar Hadapi Kritik Donald Trump, Tetap Konsisten Serukan Perdamaian

14 April 2026 By admin

Jalan Realistis Atasi Darurat Sampah Plastik

13 April 2026 By admin

Selat Hormuz Masih Tegang, Kapal Pertamina Tertahan

13 April 2026 By admin

Prediksi Liga Inggris: Arsenal Kandas, Manchester City Juara Tipis, Tottenham Terancam Degradasi

13 April 2026 By admin

Jalan Kaki Ternyata Bisa Tingkatkan Daya Ingat dan Lindungi Otak dari Penuaan

12 April 2026 By admin

Bangkit di Anfield! Liverpool FC Tekuk Fulham FC 2-0, Siap Hadapi Paris Saint-Germain

12 April 2026 By admin

AC Milan Dibantai Udinese 0-3 di San Siro, Rossoneri Gagal Tekan Puncak Klasemen Serie A

12 April 2026 By admin

Reuni Setelah 30 Tahun, Kedekatan Cameron Diaz dan Keanu Reeves Kembali Jadi Sorotan

12 April 2026 By admin

Dapur MBG Disetop Sementara, Upaya BGN Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

12 April 2026 By admin

Kehilangan Puluhan Drone MQ-9 Reaper, AS Rugi Rp12 Triliun dalam Konflik dengan Iran

12 April 2026 By admin

Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Posisi Klasemen Kian Terancam

11 April 2026 By admin

Wajah Baru Birokrasi Surabaya, Jumat Kerja dari Rumah Kinerja Tetap Dikejar

11 April 2026 By admin

Operasi Senyap KPK di Jawa Timur: Alarm Keras bagi Moral Kepemimpinan Daerah

11 April 2026 By admin

Wamenhaj Ungkap Skema “War Ticket” Haji untuk Pangkas Antrean

11 April 2026 By admin

Perempuan Dominasi Pengguna Medsos, IKWI Jatim Dorong Literasi Digital Keluarga

11 April 2026 By admin

Dari Tepuk Tangan Penonton ke Lagu Legendaris, Kisah di Balik “We Will Rock You”

10 April 2026 By admin

Menjaga Anak di Dunia Maya: Antara Regulasi dan Peran Orang Tua

10 April 2026 By admin

Bimbang Pilih Jurusan? Menimbang Masa Depan dari Prodi Digital

10 April 2026 By admin

Surabaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Industri

10 April 2026 By admin

Kemenkes Imbau Jamaah Haji dengan Komorbid Persiapkan Diri Sejak Dini

10 April 2026 By isa

WFH ASN Diterapkan, Akademisi UGM Ingatkan Potensi Penurunan Produktivitas

10 April 2026 By admin

BPOM Perluas Vaksin Campak Bagi Dewasa, Nakes Jadi Prioritas

9 April 2026 By zam

Senyapnya Ancaman Tuberkulosis di Indonesia

9 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menhaj Tegaskan Wacana “War Tiket” Haji Masih Prematur
  • Pendekatan Baru Mengatasi Obesitas di Era Modern
  • Pemerintah Perketat Pengawasan, Distribusi Koper Jemaah Haji Ditarget Tepat Waktu
  • Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern, Atletico Tantang Arsenal
  • Eropa Bersiap Mandiri: Antisipasi Ketidakpastian Peran Amerika dalam NATO

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.