
Khofifah: Jadi Upaya Revitalisasi Lahan Karena Mampu Tekan Penggunaan Pupuk Kimia
Kab. Blitar (Trigger.id) – Padi variestas inpari 32 memiliki keunggulan sebagai tanaman yang dapat dipanen dengan umur tanam 120 hari setelah semai dengan tinggi tanaman 97 cm.
Tidak hanya itu, panen padi kali ini juga menjadi spesial karena Inpari 32 tumbuh subur berkat Pupuk Organik Biosaka yang dibuat sendiri oleh para petani Poktan Gardu Rukun II Gandusari Blitar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi pupuk organik para petani Gandusari Blitar tersebut.
“Biosaka ini menjadi referensi yang luar biasa bagaimana kita selamatkan dan kembali ke alam. Pupuk organik ini menjadi simbol pemulihan alam, mengingat pupuk kimia selalu digunakan di pertanian kita selama puluhan bahkan ratusan tahun. Apalagi hasil penggunaan Biosaka ini multi fungsi luar biasa sekali,” ungkap Khofifah.
Menariknya, varietas Inpari 32 yang ditanam di lahan terasering seluas 50 Ha ini memiliki luas hamparan panen 30 Ha dengan provitas 7- 8 ton/Ha.
Gubernur Jatim menjelaskan, penggunaan Biosaka di Blitar ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dan saat ini sudah diterapkan pada lebih dari 11.000 Ha lahan. Bukan untuk padi saja, biosaka bisa digunakan untuk berbagai sayur dan buah-buahan.
Pupuk ramuan Biosaka ini diciptakan oleh petani asal Blitar bernama Muhamad Ansar yang sudah tercatat di Kemenhumkam Nomor 000399067.
Biosaka merupakan singkatan dari kata Bio simbol tumbuhan, dan SAKA atau “Selamatkan Alam Kembali ke Alam.””Ini adalah bentuk upaya revitalisasi media tanam lahan pertanian. Dan menjadi referensi yang sangat bagus untuk bagaimana produksi pertanian bisa tetap terjaga, ketahanan padi terhadap serangan hama makin bagus, tapi revitalisasi lahan juga terbangun dengan pupuk non-kimiawi yang makin masif,” ujar Khofifah. (ged/ian)
Tinggalkan Balasan