• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Vaksin Influenza, Masihkah Dipandang Sebelah Mata?

18 Januari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi vaksin Influenza. Foto: Peralmuni
Oleh: Ari Baskoro*

Satu kasus terkonfirmasi “super flu”, dikabarkan meninggal. Latar belakang penyakit yang telah diidapnya, memicu virus H3N2 Subclade K menjadi lebih ganas. Kematian pertama dampak “super flu” di Indonesia tersebut, patut dijadikan  pelajaran berharga. Pasalnya, mayoritas masyarakat masih memandang sebelah mata terhadap penyakit influenza. Sejatinya virus influenza musiman tidak berbahaya bagi individu dengan imunitas “sempurna”. Tapi sebaliknya berpotensi bahaya, jika menyerang seseorang dengan gangguan imunitas. Pada segmen populasi  imunokompromi, vaksin influenza  menempati posisi strategis. Perannya amat penting sebagai modalitas pencegahan yang paling efektif sekaligus efisien.

 Seperti halnya tindakan preventif penularan Covid-19, langkah serupa mestinya  dilakukan pula terhadap “super flu”. “Menikahkan” perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan vaksinasi, merupakan modalitas pencegahan terbaik. Persoalannya, setelah memasuki fase endemi Covid-19, masyarakat ogah mengenakan masker lagi. 

Sistem imun  Vs “super flu”

 Influenza disebabkan oleh virus. Secara umum, penyakit musiman tersebut tidak berbahaya dan  dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease). Ibarat suatu pertempuran, sistem imun merupakan alutsista terhadap invasi “super flu”. Jika imunitas berfungsi optimal, niscaya virus itu mampu dieliminasi. Tubuh pun akan sehat kembali. Tapi sebaliknya jika mengalami gangguan fungsi (imunokompromi), memudahkan virus  berkembang (replikasi). Risiko memicu komplikasi pun, akan meningkat. Komorbid yang tadinya “tenang”, berpotensi memberat sehingga berisiko mengancam jiwa. Mikroba lainnya (terutama berbagai jenis bakteri dan virus), menjadi lebih leluasa menginvasi. Infeksi tumpangan/sekunder itulah yang acap kali lebih mematikan. 

Influenza dianggap masyarakat sebagai penyakit “biasa”. Hampir semua orang  pernah mengalaminya. Tapi mayoritas belum bisa memahami dampak risiko paparannya. Lansia, terutama di atas 65 tahun dan balita, harusnya harus lebih waspada. Keduanya memiliki spektrum sistem imun yang sub optimal, alias tidak kompeten (imunokompromi). “Alutsista” lansia telah mengalami kemunduran fungsi,  seirama  dengan menurunnya berbagai faal organ tubuh. Pada balita berbeda. Sistem imunnya belum mencapai perkembangan yang sempurna. 

Selain lansia dan balita, kondisi imunokompromi bisa terjadi akibat  berbagai penyakit kronik. Misalnya diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Penyakit ginjal kronik, lever, HIV/AIDS, kanker, penyakit autoimun, ataupun  kardiovaskuler, berisiko pula mengakibatkan imunokompromi. Meski berusia muda, individu obesitas memiliki  risiko lebih berat jika terpapar influenza.  

Virus Influenza

Ada tata nama yang tidak terlalu dipahami awam, tetapi penting diketahui. Virus influenza memiliki beragam struktur antigen. H/HA (Hemaglutinin) dan N/NA (Neuramidase), merupakan komponen antigen  terpenting  yang berdampak langsung menimbulkan manifestasi penyakit. Hingga kini, setidaknya ada 16 subtipe H dan sembilan subtipe N. Karena laju mutasinya yang luar biasa cepat, setiap saat mampu bertukar materi genetik di antara subtipe H dan N. Hasilnya “melahirkan” virus “keturunan” baru. Sejatinya virus “super flu” (H3N2 subclade K), merupakan “keturunan”(mutasi) dari virus  influenza A subtipe H3N2 (penyebab flu Hongkong tahun 1968). Terdapat tujuh  perbedaan komponen antigen mutan pada “super flu”, dibanding “induknya”. Dampaknya lebih menular, meski tingkat fatalitasnya masih dalam penelitian (Gavi/The Vaccine Alliance, 2025).

Virus influenza terdiri dari tiga “marga” (genus), yaitu influenza A,B, dan C. Virus influenza A, paling ganas bila menginfeksi manusia. Tetapi juga  bisa menyerang hewan, khususnya unggas dan babi. Genus B secara eksklusif hanya menyerang manusia, sedangkan genus C bisa menginfeksi manusia, anjing, dan babi. Paparan genus C, sangat jarang terjadi. Biasanya hanya menimbulkan penyakit ringan pada anak. “Super flu” tergolong dalam genus A. Terminologi lengkapnya adalah influenza A H3N2 subclade K. Ada beberapa contoh “anggota” genus A yang pernah mewabah. Misalnya virus influenza subtipe H1N1 (flu Spanyol-1918 dan flu babi-2009),H2N2 (flu Asia-1957), dan H5N1 (flu burung-2004).  Di sisi lain, genus B hanya memiliki dua “garis keturunan”, yakni  Yamagata dan Victoria. 

Vaksin influenza

Pada hakikatnya, vaksinasi bertujuan meningkatkan kemampuan “alutsista” tubuh. Dua minggu pasca vaksinasi, sistem imun menjadi lebih terlatih dan kompeten. Antibodi yang dihasilkannya, mampu menanggulangi ancaman invasi virus influenza. Berkaitan dengan kemampuan mutasinya yang luar biasa, vaksin influenza selalu dirancang diperbarui tiap tahunnya. Artinya komponen antigen vaksin, didasarkan atas prediksi menghadapi  tipe influenza yang akan datang. Vaksin trivalen, didesain untuk melindungi terhadap infeksi tiga jenis virus influenza sekaligus. Substansinya terdiri dari influenza A (H1N1), A (H3N2), dan B (Victoria). 

Platform vaksin dikembangkan menggunakan virus yang “dimatikan” (inactivated influenza vaccine/IIV), dilemahkan (live attenuated influenza vaccine/LAIV), atau teknologi rekayasa genetika rekombinan (recombinant influenza vaccine/RIV). 

Indikasi IIV cukup luas. Antara lain, semua usia di atas enam bulan, perempuan hamil, hingga kondisi komorbid.

 Indikasi LAIV relatif terbatas. Ideal jika digunakan pada individu sehat yang berusia 2-49 tahun, karena memicu respons imun yang jauh lebih kuat. Sebaliknya tidak boleh diberikan pada perempuan hamil, individu imunokompromi, atau penyandang asma yang berusia di atas lima tahun. Pemberiannya sangat mudah. Tidak disuntikkan, melainkan melalui semprot hidung. 

RIV diindikasikan terutama pada seseorang yang alergi terhadap telur, usia antara 18-49 tahun, dan memerlukan perlindungan yang lebih luas. Komponennya dirancang untuk menghadapi masing-masing dua subtipe influenza A dan B (vaksin kuadrivalen). 

Kini “super flu” telah menyebar di 80 negara. Diprediksi baru melandai hingga Februari 2026. Mengamati pola epidemiologinya, perlu dipertimbangkan pula kebijakan vaksinasi pada calon jamaah haji, sesuai indikasinya masing-masing. 

—–o—–

*Penulis :

  • Pengajar senior di :
    • Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam             FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
    • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku :
    • Serial Kajian COVID-19 (tiga seri) 
    • Serba-serbi Obrolan Medis
    • Catatan Harian Seorang Dokter
    • Sisi Jurnalisme Seorang Dokter (dua jilid)
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, Dipandang, Masihkah, Sebelah Mata, Sistem Imun, Super Flu, Vaksin Influenza

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari Pasca Harga Pertamax Naik

17 Oktober 2026 By admin

PM2.5 Picu Kualitas Udara Surabaya Memburuk, Warga Diimbau Waspada

16 Oktober 2026 By admin

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Anjlok hingga 8 Persen

16 Oktober 2026 By admin

Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA

15 Oktober 2026 By admin

Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045

15 Oktober 2026 By admin

Cegah Campak Sejak Dini Perlu Edukasi dan Imunisasi MR

14 Oktober 2026 By admin

Barcelona Puncaki Klasemen Liga Champions 2026/2027, Arsenal Tempel Ketat

14 Oktober 2026 By admin

Surabaya Siapkan Website Porprov, Atlet Bisa Cek Hotel hingga Kuliner

13 Oktober 2026 By admin

Gandrung Sewu Spektakuler, Libatkan 1.300 Penari Malam Hari

13 Oktober 2026 By admin

Penerbangan Soetta ke Jeddah dan Madinah Masih Normal

12 Oktober 2026 By admin

Mulai 12 Oktober 2026, KAI Daop 8 Surabaya Naikkan Tarif Khusus

12 Oktober 2026 By admin

Surabaya Petakan Venue Cabor Jelang Tuan Rumah Porprov 2027

11 Oktober 2026 By admin

Prof Inung : Jangan Asal Kuliah UIN, Santri Harus Kuasai Teknologi

11 Oktober 2026 By admin

Kajian Ahad Dhuha Forsikom: Sembilan Obat Malas

11 Oktober 2026 By admin

500 Undangan HUT ke-81 Jatim Ludes 31 Detik

10 Oktober 2026 By admin

TKD Tembus Rp 599,2 T Sampai September, Stimulus Daerah Diperkuat

10 Oktober 2026 By admin

Veda Pratama Ikut Kualifikasi Moto3 Mandalika

9 Oktober 2026 By admin

Cium Bau Gas LPG ? Jangan Nyalakan Sakelar, Ini Langkah Aman Mengatasinya

9 Oktober 2026 By admin

Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,4 Juta, Pelunasan Jemaah Jadi Rp 23 Juta

8 Oktober 2026 By admin

1.000 Guru TK, RA, dan TPQ Jatim Dapat Kacamata Gratis

8 Oktober 2026 By admin

Taisei Marukawa, Mimpi Garuda dari Tanah Sakura

8 Oktober 2026 By admin

Kick Off Hari Santri di Tuban, Disiapkan 14 Agenda Kegiatan

7 Oktober 2026 By admin

Hormati Putusan MK, Gibran Siap Follow Up Terkait Ijazah

7 Oktober 2026 By admin

Kemenag : Penghulu Bisa Jadi Agen Warga Daftar Perlinsos

7 Oktober 2026 By admin

Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

6 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT
  • Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat
  • Sambut Hari Santri 2026, Ziarahi Makam Pencipta Lambang NU
  • Heboh Kode QR UMKM Tersambung Bank Tiongkok, Begini Aturannya.
  • UNESA dan UM Raih Gelar Juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.