• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kerukunan dan Ketenangan Jiwa Hadapi Pemilu 2024

13 Februari 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ustadz H. Junaidi Sahal*

Menjaga kerukunan dan ketenangan jiwa saat menghadapi Pemilu 2024 merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik.

Mendorong dialog terbuka antara kelompok-kelompok dengan pandangan politik yang berbeda. Diskusi yang positif dan terbuka dapat membantu memahami perspektif masing-masing dan menciptakan rasa saling menghormati.

Setiap individu memiliki peran dalam menjaga ketenangan jiwa. Kontrol emosi pribadi, hindari konfrontasi yang tidak perlu, dan fokus pada diskusi konstruktif dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih damai. Jika diperlukan, masyarakat dapat mencari dukungan psikologis untuk membantu mengelola stres dan kecemasan yang mungkin timbul selama periode pemilihan.

Kerukunan dan Pandangan Islam Tentang Toleransi

Ajaran agama Islam yang dibawa Muhammad SAW adalah untuk merahmati semua mahluk dan alam semesta ini. Hadirnya Islam di bumi ini tak hanya untuk umat Islam saja, melainkan juga untuk umat-umat dan seluruh isi jagat raya ini. Dalam arti Islam sangat menjunjung tinggi peradaban, kemajemukan dan juga sikap serta pandangan keyakinan yang berbeda.

Islam tak pernah memaksa setiap orang untuk memeluk agama yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah sendiri saat membangun kota Madinah juga atas prinsip-prinsip kemajemukan. Tidak sedikit orang-orang di luar Islam diajak serta oleh Rasulullah untuk bersama-sama membangun kota Madinah. Rasulullah SAW sangat menjaga komitmen dan aturan yang sudah disepakati bersama, termasuk dalam hal toleransi.

Dalam pandangan Islam, kerukunan dalam kemajemukan dan toleransi dianggap sebagai nilai-nilai yang sangat penting. Islam mendorong umatnya untuk hidup harmonis dan saling menghargai di tengah-tengah keberagaman. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Al Hujurat: 10).

Dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa “Dia menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa agar mereka saling mengenal dan memahami” (Q.S. Al-Hujurat [49:13]). Pemahaman ini memberikan landasan untuk menghargai keberagaman dan menganggapnya sebagai rahmat dari Allah.

Islam mengajarkan prinsip toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan pandangan. Meskipun Islam adalah agama yang benar menurut pandangan umatnya, Muslim diwajibkan untuk menghormati kebebasan beragama dan berpendapat orang lain.

Islam menetapkan hak asasi manusia sebagai nilai yang sangat penting. Masyarakat Muslim diingatkan untuk menghormati dan melindungi hak-hak dasar setiap individu, termasuk hak atas kebebasan beragama dan ekspresi.

Islam mendorong umatnya untuk berdialog dengan orang-orang dari berbagai agama dan kepercayaan. Dialog yang baik dan saling pengertian dapat memperkuat hubungan antarindividu dan antarkelompok.

Ketenangan Jiwa Melihat Perbedaan Pilihan

Islam adalah agama perdamaian, dan umat Muslim diajarkan untuk mencari perdamaian dan menghindari konflik. Dalam mencapai perdamaian, toleransi dan pengertian terhadap perbedaan sangat ditekankan.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al Hujurat: 11)

Pandangan ini mencerminkan pendekatan Islam terhadap kehidupan beragama dan sosial, yang mengedepankan sikap saling menghargai, toleransi, dan kerukunan dalam keberagaman. Ini adalah dasar untuk menciptakan masyarakat yang beragam namun hidup bersama dengan damai dan saling menghormati.

Untuk mencegah perselisihan dan pertengkaran antar individu dan atau kelompok, Islam mengedepankan tabayun (klarifikasi). Ini membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman antara individu atau kelompok. Dengan melakukan klarifikasi atau pemeriksaan, potensi miskomunikasi dan interpretasi yang salah dapat diminimalkan.

Dalam situasi konflik atau perbedaan pendapat, tabayun dapat membantu menetapkan keadilan. Dengan mendengarkan semua pihak yang terlibat dan mencari pemahaman yang akurat, keputusan dapat diambil berdasarkan fakta dan keadilan.

Untuk menjaga ketenangan jiwa saat pemilu, jangan menyebar hoaks atau informasi palsu yang dapat merugikan banyak pihak dan merusak kepercayaan masyarakat. Menyebarkan hoaks dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari orang-orang di sekitar Anda. Orang mungkin menjadi skeptis terhadap informasi yang Anda bagikan di masa depan.

Di banyak negara, menyebarkan hoaks dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum. Tindakan ini bisa mendatangkan konsekuensi hukum yang serius.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Masyarakat, dalam hal ini, juga memiliki peran penting untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga agen pemeriksa kebenaran dan pencegah penyebaran hoaks. Dengan bersikap kritis terhadap informasi yang diterima, kita dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan memastikan bahwa informasi yang disebarkan adalah yang benar dan dapat dipercaya.

——00000——

  • Penceramah, tinggal di Surabaya
Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Tips, update, wawasan Ditag dengan:Junaidi Sahal, Kerukunan, Ketenangan Jiwa, pemilu 2024, Tabayun

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Akhir Perang Total

1 April 2026 By admin

Tiga Prajurit TNI Gugur, MUI: Wafat dalam Misi Damai Berpahala Syahid

1 April 2026 By admin

Hampers Lebaran dan Batas Etika: Mengapa Pejabat Publik Harus Menolak Gratifikasi

1 April 2026 By admin

Prajurit TNI Gugur, MUI Desak RI Tuntut Israel

31 Maret 2026 By admin

Ambiguitas Pasal dan Ujian Konsistensi KPK dalam Kasus Kuota Haji

31 Maret 2026 By admin

Menanti BBM 1 April: Di Antara Tekanan Global dan Ujian Kebijakan Energi

31 Maret 2026 By wah

Musisi Bruce Springsteen dan Suara Rakyat dalam “No Kings”

31 Maret 2026 By admin

Mayoritas Yahudi AS Tolak Perang Iran

31 Maret 2026 By admin

Menahan Guncangan Minyak dari Jalan Raya: Harapan pada Kendaraan Listrik

30 Maret 2026 By admin

Tottenham Akhiri Kerja Sama dengan Igor Tudor

30 Maret 2026 By admin

Benteng Digital dari Rumah: Saat Regulasi Bertemu Peran Orang Tua

30 Maret 2026 By admin

Pemberangkatan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal

30 Maret 2026 By admin

Gelombang “No Kings” Guncang AS, Protes Kebijakan Trump Meluas

29 Maret 2026 By admin

Haji 2026 Dipastikan Tetap Lancar

29 Maret 2026 By admin

Iran Respons Positif Kapal RI di Selat Hormuz

29 Maret 2026 By admin

“Jay Idzes Terbaik di PSSI Awards 2026, Gol Spektakuler Rizky Ridho Jadi Sorotan”

29 Maret 2026 By admin

Iran Klaim Siap Hadapi Invasi Darat AS-Israel

29 Maret 2026 By admin

Menyalakan Nurani: KPK Bangun Budaya Antikorupsi dari Hati Masyarakat

29 Maret 2026 By admin

Menag: Ruang Digital Butuh Fondasi Etika

29 Maret 2026 By admin

Gelar Dicabut, Senegal Tetap Pamer Trofi Africa Cup of Nations 2025

29 Maret 2026 By admin

Suhu Bumi Naik, Risiko Kekeringan dan Angin Kencang Meningkat

28 Maret 2026 By admin

Wapres AS JD Vance Tegur Netanyahu soal Iran

28 Maret 2026 By admin

Waspada Microsleep di Jalan: Ancaman Sunyi Saat Mudik/Balik

28 Maret 2026 By admin

Jatim Siaga Kekeringan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

28 Maret 2026 By admin

Klopp Buka Sinyal Suksesor Salah, Ekitike Dinilai Punya Potensi Besar di Liverpool

28 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jejak Gelap Kuota Haji, Dari Lobi Hingga Aliran Dana
  • Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Capello Murka
  • Di Tengah Krisis Energi, Bisakah Biaya Haji Dijaga Tetap Aman?
  • Transparansi Energi, Kunci Redam Kepanikan di Tengah Ancaman Krisis
  • Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Wajib Bayar Utang Rp104 Miliar

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.