
Surabaya (Trigger.id) – Arsenal memasuki pekan krusial Liga Inggris dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen, namun posisi tersebut belum sepenuhnya aman. Manajer Mikel Arteta menegaskan bahwa keunggulan tersebut “tidak menjamin apa pun” meski timnya tampil konsisten.
Akhir pekan sebelumnya berjalan hampir sempurna bagi Arsenal setelah Manchester City dan Liverpool kalah, sementara The Gunners menang meyakinkan atas Tottenham. Satu-satunya hasil yang kurang menguntungkan adalah kemenangan Chelsea atas Burnley yang menjaga jarak tetap terjaga.
Data Premier League menunjukkan enam tim yang pernah unggul enam poin atau lebih setelah 12 laga akhirnya menjadi juara, termasuk Manchester United, Chelsea, Manchester City, serta Liverpool pada musim-musim tertentu. Namun, lebih banyak tim yang justru berhasil mengejar defisit enam poin, di antaranya Manchester United yang lima kali melakukannya, serta Manchester City pada musim 2013/2014 dan 2020/2021.
Arsenal memiliki sejarah dramatis saat membalikkan ketertinggalan 13 poin dari Manchester United pada musim 1997/1998, dengan kemenangan penting di Old Trafford via gol Marc Overmars. Namun mereka juga beberapa kali gagal mempertahankan posisi puncak, termasuk pada musim 2022/2023 dan 2023/2024 ketika disalip Manchester City, meski sempat memimpin klasemen hingga 248 hari.
Musim lalu Arsenal tak pernah berada di puncak sebelum Liverpool juara, dan kini mereka kembali menghadapi tekanan dari City dan Chelsea. Chelsea menjadi ancaman terdekat setelah meraih empat kemenangan dari lima laga tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions.
Duel antara pemuncak klasemen dan peringkat kedua pada Minggu (30/11) bisa kembali mengubah persaingan gelar. Kemenangan Chelsea berpotensi memperketat perebutan juara, sementara Arsenal dapat memperkuat posisi jika mampu mengamankan tiga poin di Stamford Bridge. (ian)



Tinggalkan Balasan