• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Lonjakan Gula Darah Usai Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer

16 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Surabaya (Trigger.id) – Lonjakan gula darah setelah makan diduga berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit Alzheimer. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism, menambah bukti bahwa hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dan resistensi insulin berperan dalam penurunan fungsi kognitif.

Dr. Arman Fesharaki-Zadeh, asisten profesor psikiatri dan neurologi di Yale School of Medicine, menekankan pentingnya deteksi dini gangguan metabolik. Menurutnya, pemantauan kesehatan metabolik secara rutin dapat membantu mencegah risiko jangka panjang terhadap kesehatan otak.

Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan oleh tim dari University of Liverpool bersama institusi lain dengan menganalisis data genetik 357.883 orang dewasa berusia 40–69 tahun yang terdaftar di UK Biobank.

Peneliti meninjau beberapa indikator metabolik, termasuk:

  • Kadar glukosa puasa
  • Kadar insulin
  • Kadar gula darah dua jam setelah makan

Dengan menggunakan metode analisis genetik bernama Mendelian randomization, mereka meneliti apakah indikator tersebut berkaitan dengan risiko demensia.

Hasilnya menunjukkan bahwa hiperglikemia postprandial (lonjakan gula darah setelah makan) berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko demensia Alzheimer. Individu dengan kadar gula darah tinggi setelah makan tercatat memiliki risiko Alzheimer 69% lebih besar dibandingkan mereka yang kadar gulanya lebih stabil.

Salah satu penulis studi, Dr. Vicky Garfield, menyatakan bahwa temuan ini membuka peluang pendekatan baru dalam menurunkan risiko demensia, khususnya pada penderita diabetes. Meski demikian, ia menegaskan perlunya penelitian lanjutan pada populasi dan latar belakang genetik yang berbeda untuk memastikan konsistensi hasil.

Mengapa Gula Darah Bisa Berdampak pada Otak?

Hubungan antara metabolisme gula dan kesehatan otak memang sudah lama diteliti, meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami.

Menurut Dr. Marilyn Tan dari Stanford Medicine, beberapa teori menjelaskan kemungkinan kaitannya:

  1. Akumulasi Beta-Amiloid
    Hiperglikemia diduga meningkatkan penumpukan protein beta-amiloid di otak, yang merupakan ciri khas utama penyakit Alzheimer.
  2. Stres Oksidatif
    Kadar gula tinggi dapat memperburuk stres oksidatif, yaitu kondisi ketika radikal bebas merusak sel-sel tubuh, termasuk sel otak.
  3. Peradangan dan Gangguan Neuron
    Gula darah yang tidak terkontrol bisa memicu peradangan kronis dan mengganggu fungsi neuron serta mitokondria—bagian penting dalam produksi energi sel.
  4. Gangguan Pembuluh Darah
    Diabetes yang tidak terkontrol sering berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya. Kerusakan sistem vaskular ini juga berdampak pada suplai darah ke otak, sehingga meningkatkan risiko demensia vaskular maupun Alzheimer.

Fesharaki-Zadeh menambahkan bahwa disfungsi neurovaskular dan gangguan sistemik pada pembuluh darah kemungkinan menjadi penghubung utama antara gangguan metabolik dan kerusakan otak jangka panjang.

Pentingnya Mengontrol Gula Darah

Temuan ini mempertegas pentingnya menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama setelah makan. Pemeriksaan metabolik rutin—biasanya dilakukan saat medical check-up tahunan—meliputi evaluasi kadar gula darah, profil lipid, dan tekanan darah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat merekomendasikan:

  • Perubahan pola makan (mengurangi karbohidrat sederhana dan gula tambahan)
  • Aktivitas fisik teratur
  • Penurunan berat badan bila diperlukan
  • Obat-obatan untuk mengontrol gula darah

Menjaga kestabilan gula darah bukan hanya penting untuk mencegah diabetes, tetapi juga berpotensi melindungi fungsi kognitif di usia lanjut. Dengan meningkatnya angka harapan hidup global, upaya pencegahan dini menjadi kunci dalam mengurangi beban penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan metabolik dan kesehatan otak saling terkait erat—apa yang terjadi pada kadar gula darah hari ini bisa berdampak pada daya ingat dan fungsi kognitif di masa depan. (ian)

Sumber: Health

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Gula Darah, Lonjakan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Awal 2026, Ketika Kepala Daerah Berguguran di Meja OTT

15 Maret 2026 By admin

Mudik Tenang, Rumah Aman, Begini Pesan Surabaya Menjelang Lebaran

15 Maret 2026 By admin

Hemat Energi dan Wacana WFH di Tengah Bayang-bayang Krisis

14 Maret 2026 By admin

Ketika Harga Emas Mengubah Nisab Zakat

14 Maret 2026 By admin

Perang Modern, Ketika Laser Tak Mampu Menahan Drone

14 Maret 2026 By admin

Operasi Ketupat 2026, Menghadang Truk “Raksasa” di Jalur Mudik

14 Maret 2026 By admin

Ibu-ibu Surabaya Garda Depan Lawan Ancaman Digital

14 Maret 2026 By admin

Selat Hormuz, Jalur Sempit yang Mengguncang Dunia

13 Maret 2026 By admin

Belajar dari Kasus Yaqut: Begini Mekanisme Penentuan Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Kolaborasi LAZIS Nurul Falah Salurkan Bantuan Paket Pendidikan Untuk Santri di Aceh Tamiang

13 Maret 2026 By admin

Kopi Tahlil Pekalongan, Hangatnya Kopi Rempah dari Tradisi Doa Malam

13 Maret 2026 By admin

Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran

13 Maret 2026 By admin

Dugaan Suap Rp16,8 Miliar dari Gus Yaqut ke Pansus Haji Ditolak

13 Maret 2026 By admin

Minum Teh dengan Cara Tepat, Manfaatnya Lebih Maksimal

13 Maret 2026 By admin

Kominfo Jatim Perkenalkan Website Klinik Hoaks di Workshop AI ITS

13 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup

13 Maret 2026 By admin

KPK Tahan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Aroma Kopi Nusantara dan Harapan Petaninya

12 Maret 2026 By admin

Belum Ada Info Pembatalan Haji 2026, DPR: Calhaj Tak Perlu Cemas

12 Maret 2026 By admin

Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

12 Maret 2026 By admin

KPK Panggil Yaqut Usai Gugatan Praperadilan Ditolak

12 Maret 2026 By admin

Medsos Anak Dibatasi, Muhammadiyah: Orang Tua Jangan Lalai

12 Maret 2026 By admin

Saudi Atur Jam Umrah di Puncak Ramadan

12 Maret 2026 By admin

Level Ibadah di Malam Lailatul Qadar: Kamu di Mana?

12 Maret 2026 By admin

Mudik Lebaran, Dari Mobil Sewaan ke Smartphone Sewaan

12 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menjaga Surabaya Tetap Rukun di Tengah Nyepi dan Idulfitri
  • Drone Murah Iran yang Mengguncang Kekuatan Militer Barat
  • Majelis Tarjih Muhammadiyah: Dam Haji Sah Disembelih di Indonesia
  • MBG Rp335 Triliun: Antara Janji Gizi dan Tantangan Efisiensi
  • Iran Klaim 80% Sistem Radar Pangkalan AS Hancur

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.