
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Anugerah Bakti Nusantara (ABN) 2025 untuk kategori Pembangunan Sosial dan Pemerataan Pendidikan. Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, pada puncak acara ABN 2025 di Jakarta, Jumat (28/11).
Penghargaan ini diberikan atas komitmen Jatim dalam pemerataan pendidikan, penguatan pembangunan sosial, serta inovasi layanan publik yang efektif menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan masyarakat. “Ini adalah pengakuan nasional atas ikhtiar kita memastikan pendidikan yang inklusif dan pembangunan sosial yang merata,” ujarnya.
Sepanjang 2025, dunia pendidikan Jatim mencatat banyak prestasi. Jatim kembali menjadi Juara Umum O2SN dan FLS2N, juara LKS SMK 2025, serta meraih prestasi tertinggi di FIKSI dan OPSI Nasional. Selain itu, Jatim mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos SNBP: 27.994 siswa.
Dari sisi anggaran, Jatim mengalokasikan Rp 9,9 triliun untuk pendidikan atau 32,8 persen dari total APBD 2025, salah satu terbesar di Indonesia.
Di bidang sosial, Pemprov Jatim menggelontorkan berbagai program, seperti PKH Plus untuk 60.000 lansia dengan total anggaran Rp 115 miliar, program penghapusan kemiskinan ekstrem senilai Rp 49,5 miliar, serta perluasan program KIP Putri Jawara dengan total 3.590 penerima.
Pemprov Jatim juga memperbesar bantuan bagi penyandang disabilitas, termasuk alat bantu mobilitas bagi 2.068 penerima serta ASPD untuk 1.000 KPM.
Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah Trans Jatim-Ajaib 2.0, layanan transportasi digital yang memungkinkan warga memantau armada secara real-time. Selain itu, program berbasis kearifan lokal seperti Kopi Perikanan juga mendapat apresiasi karena memadukan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Khofifah menegaskan bahwa seluruh inovasi tersebut berorientasi pada pemerataan layanan publik. “Semua ini bertujuan memastikan layanan hadir secara adil, dari Madura hingga Banyuwangi,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. (ian)



Tinggalkan Balasan