
Surabaya (Trigger.id) — Arsenal kembali berada di puncak klasemen Premier League musim 2025/2026. Namun, posisi tersebut tak sepenuhnya memberi rasa aman karena The Gunners dibayangi rekor buruk yang kerap muncul setiap memasuki Natal dan Tahun Baru.
Sejarah mencatat Arsenal sering tampil impresif di awal musim, tetapi mulai kehilangan konsistensi di pertengahan kompetisi. Fenomena ini terjadi dalam empat musim Premier League, yakni 2002/2003, 2007/2008, 2022/2023, dan 2023/2024, ketika Arsenal memimpin klasemen saat Natal namun gagal mengakhiri musim sebagai juara.
Pada dua musim awal, gelar juara direbut Manchester United, sementara dua musim terakhir menjadi milik Manchester City. Situasi serupa juga terjadi saat pergantian Tahun Baru, di mana Arsenal memimpin klasemen pada tiga musim tersebut, tetapi akhirnya kembali terpeleset.
Musim ini, skuat Mikel Arteta kembali menguasai puncak klasemen saat Natal dan Tahun Baru. Kemenangan meyakinkan 4-1 atas Aston Villa pada Rabu (31/12) dini hari WIB membuat Arsenal unggul lima poin dari Manchester City di peringkat kedua.
Meski demikian, performa Arsenal belum sepenuhnya stabil. Sebelum mengalahkan Villa, keunggulan Arsenal atas City sempat menipis menjadi dua poin. Padahal, kurang dari sebulan lalu, jarak kedua tim sempat mencapai tujuh poin.
Dalam lima laga terakhir Liga Inggris sebelum menghadapi Villa, Arsenal kesulitan mencetak gol dan tak pernah mencatatkan lebih dari dua gol per pertandingan. Bahkan, dua kemenangan sebelumnya diraih tanpa gol dari permainan terbuka, masing-masing lewat gol bunuh diri lawan dan eksekusi penalti Viktor Gyokeres.
Kemenangan atas Aston Villa menjadi titik balik penting karena untuk pertama kalinya sejak akhir November Arsenal mampu mencetak lebih dari dua gol dalam satu laga. Arteta boleh saja menepis bayang-bayang masa lalu, namun risiko mengulang kutukan tetap ada jika konsistensi tak terjaga.
Satu catatan positif yang bisa menjadi harapan Arsenal adalah rekor sempurna saat mencetak gol lebih dulu. The Gunners selalu menang dalam 19 pertandingan di semua kompetisi ketika mampu membuka keunggulan lebih awal — sebuah kunci yang bisa menentukan nasib mereka dalam perburuan gelar musim ini. (ian)



Tinggalkan Balasan