
Surabaya (Trigger.id) — Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC) menyerukan tekanan internasional terhadap Israel dengan mendorong Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi, menyusul agresi militer yang terus berlangsung terhadap warga Palestina.
Koordinator lokal Program Pendampingan Ekumenis di Palestina dan Israel yang berafiliasi dengan Dewan Gereja Dunia, Iskandar Majlton, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ia mengaku terkejut dengan eskalasi kekerasan dan penderitaan ekstrem yang dialami warga sipil.
Majlton menyebut dunia saat ini tengah menyaksikan krisis kemanusiaan berskala besar di Gaza. Puluhan ribu warga sipil dilaporkan tewas, sekitar 1,5 juta penduduk terpaksa mengungsi, kelaparan meluas, serta infrastruktur hancur secara masif.
Ia menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang pendudukan Israel, blokade berkepanjangan atas Gaza, serta praktik ketidakadilan sistematis yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, konflik tersebut tidak bermula pada Oktober 2023, melainkan merupakan akumulasi dari masalah struktural yang belum terselesaikan.
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Palestina sejak Oktober 2023 dengan sasaran wilayah sipil di Jalur Gaza. Akibat agresi tersebut, lebih dari 70.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.
Meski Israel dan Hamas sempat menyepakati gencatan senjata, Dewan Gereja Dunia mencatat masih sering terjadi pelanggaran, termasuk serangan lanjutan terhadap wilayah Gaza oleh pasukan Israel. (ian)



Tinggalkan Balasan