
Jenewa (Trigger.id) — Tragedi kebakaran melanda sebuah bar yang dipadati pengunjung saat pesta malam Tahun Baru di resor ski Crans-Montana, Swiss. Insiden tersebut menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, dalam wawancara dengan Sky TG24 menyebutkan bahwa proses identifikasi korban diperkirakan akan berlangsung lama karena kompleksitas kondisi jenazah. Ia juga mengonfirmasi bahwa sejumlah warga negara Italia yang terluka telah dievakuasi ke Milan untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Berdasarkan keterangan Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, enam warga Italia masih dilaporkan hilang, sementara 13 orang lainnya dirawat di rumah sakit. Di sisi lain, otoritas Swiss menyampaikan data sementara yang berbeda. Kepolisian Kanton Valais melaporkan sekitar 40 korban meninggal dunia dan lebih dari 110 orang terluka, sebagian besar dalam kondisi kritis.
Pihak berwenang menegaskan bahwa angka korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berjalannya proses identifikasi. Kondisi jenazah yang rusak akibat kebakaran disebut menjadi salah satu faktor yang memperlambat identifikasi, yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari. Mengingat Crans-Montana merupakan destinasi wisata internasional, tidak tertutup kemungkinan korban berasal dari berbagai negara.
Kebakaran terjadi sesaat setelah tengah malam dan memicu operasi darurat berskala besar. Puluhan ambulans dan helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit di Swiss maupun ke luar negeri, termasuk ke unit khusus perawatan luka bakar.
Jaksa Kanton Valais menyatakan penyelidikan pidana masih berlangsung dengan sejumlah hipotesis yang tengah dikaji. Dugaan awal mengarah pada kebakaran hebat yang memicu deflagrasi, yakni proses pembakaran cepat dengan penyebaran api berkecepatan subsonik yang dapat menimbulkan tekanan dan kerusakan besar.
Otoritas Swiss menegaskan tidak ada indikasi unsur terorisme dalam peristiwa ini. Fokus penyelidikan saat ini adalah mengungkap secara rinci penyebab dan kronologi kejadian. Tim forensik dari Zurich telah dilibatkan untuk membantu proses investigasi dan identifikasi korban.
Sementara itu, sejumlah saksi mata serta rekaman foto dan video di media sosial menunjukkan api dengan cepat melahap langit-langit bangunan sebelum menyebar ke seluruh bar yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dugaan sementara menyebutkan kebakaran mungkin dipicu oleh kembang api kecil yang dipasang pada botol sampanye, namun pihak berwenang menolak berspekulasi dan meminta publik menghormati keluarga korban. (ian)
Sumber: Anadolu



Tinggalkan Balasan