
Jakarta (Trigger.id) – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi salah satu program pemerintah dengan penyerapan anggaran tercepat pada kuartal I 2026.
Menurut Purbaya, program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut telah aktif melakukan belanja karena pelaksanaannya tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur panjang. Hal itu disampaikannya usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, MBG pada umumnya terus dilaksanakan selama libur sekolah guna memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi. Meski sempat dihentikan sementara pada awal Januari 2026 untuk keperluan evaluasi, berakhirnya masa liburan diyakini akan mendorong kembali aktivitas belanja program tersebut.
“Yang saya perkirakan paling cepat menyerap anggaran adalah MBG, karena sudah berjalan dan belanjanya juga sudah dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono melaporkan hingga 31 Desember 2025, realisasi anggaran Program MBG telah mencapai Rp51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari total pagu Rp71 triliun dalam APBN 2025.
Ia menambahkan, nilai manfaat yang langsung dirasakan masyarakat tercatat sebesar Rp43,3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil dan menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah.
Secara keseluruhan, penerima manfaat MBG hingga akhir 2025 mencapai 56,13 juta orang dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi. Program ini juga melibatkan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap tenaga kerja sebanyak 789.319 orang.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp335 triliun guna melanjutkan program MBG. Dari jumlah tersebut, Rp268 triliun dialokasikan melalui belanja kementerian/lembaga, khususnya Badan Gizi Nasional, sementara Rp67 triliun atau sekitar 20 persen dicadangkan.
Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada September 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa sekitar 95,4 persen anggaran atau Rp255,5 triliun difokuskan pada program pemenuhan gizi nasional, sedangkan 4,6 persen atau Rp12,4 triliun dialokasikan untuk dukungan manajemen.
Dari sisi fungsi, anggaran MBG didominasi fungsi pendidikan sebesar 83,4 persen atau Rp223,5 triliun, disusul fungsi kesehatan 9,2 persen atau Rp24,7 triliun, serta fungsi ekonomi 7,4 persen atau Rp19,7 triliun. Berdasarkan jenis belanja, sekitar 97,7 persen dialokasikan untuk belanja barang, 1,4 persen untuk belanja pegawai, dan 0,9 persen untuk belanja modal.
Dadan menambahkan, jika dilihat dari klasifikasi operasional, sekitar 2,9 persen anggaran bersifat operasional, sementara 97,1 persen merupakan belanja non-operasional. (bin)



Tinggalkan Balasan