• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Lonjakan Gula Darah dan Risiko Alzheimer

2 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Lonjakan gula darah setelah makan telah dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih tinggi. Foto: Health.

Surabaya (Trigger.id) – Lonjakan gula darah setelah makan—yang kerap dianggap sepele—ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan otak. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kenaikan gula darah pascamakan (postprandial) berpotensi meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Riset yang dipublikasikan di jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism ini memperkuat bukti sebelumnya bahwa hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dan resistensi insulin—kondisi ketika sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik—berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif.

“Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan pemantauan gangguan metabolik,” ujar Arman Fesharaki-Zadeh, MD, PhD, dosen psikiatri dan neurologi di Yale School of Medicine.

Menelusuri Jejak Gula ke Otak

Para peneliti dari University of Liverpool bersama sejumlah institusi lain menganalisis data genetik 357.883 orang dewasa berusia 40–69 tahun yang terdaftar dalam basis data biomedis UK Biobank.

Mereka meneliti kadar glukosa puasa, insulin, dan gula darah dua jam setelah makan—indikator penting dalam menilai bagaimana tubuh memproses gula. Dengan metode Mendelian randomization, tim kemudian mengkaji apakah penanda metabolik tersebut berhubungan dengan risiko demensia.

Hasilnya cukup mencolok: individu dengan kadar gula darah tinggi setelah makan memiliki risiko Alzheimer 69 persen lebih besar dibandingkan mereka dengan kadar gula yang lebih stabil.

Penulis studi, Vicky Garfield, menyebut temuan ini berpotensi membuka jalan bagi strategi baru dalam menurunkan risiko demensia pada penderita diabetes. Meski demikian, ia menekankan perlunya penelitian lanjutan di berbagai populasi untuk memastikan konsistensi hasil.

Mengapa Gula Darah Mempengaruhi Otak?

Hubungan antara gula darah dan kesehatan otak memang telah lama diamati, namun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Marilyn Tan, MD, seorang ahli endokrinologi dari Stanford Medicine, menjelaskan beberapa teori yang berkembang.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hiperglikemia dapat meningkatkan penumpukan protein amyloid beta di otak—zat yang kerap ditemukan dalam jumlah tinggi pada penderita Alzheimer. Selain itu, kadar gula tinggi dapat memicu stres oksidatif, peradangan, dan gangguan fungsi neuron serta mitokondria.

Kondisi diabetes yang tidak terkontrol juga kerap berkaitan dengan penyakit kardiovaskular seperti stroke dan demensia vaskular, serta gangguan metabolik lain seperti obesitas, hiperlipidemia, dan hipertensi—semuanya faktor risiko yang memperburuk kesehatan otak.

Fesharaki-Zadeh menyebut, gangguan ini kemungkinan melibatkan disfungsi pembuluh darah secara luas, baik di organ perifer maupun di otak, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kejadian serebrovaskular dan demensia.

Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Temuan ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan metabolik rutin—yang biasanya dilakukan saat medical check-up tahunan—memiliki peran penting. Dokter umumnya akan memantau kadar glukosa darah, profil lipid, dan tekanan darah untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

Langkah pencegahan juga tak kalah krusial. Banyak dokter merekomendasikan pola makan Mediterania, rutin berolahraga, serta mengurangi konsumsi makanan olahan dan gula tambahan. Perubahan sederhana ini terbukti efektif dalam membantu mengendalikan kadar gula darah.

Lebih dari sekadar mencegah diabetes, menjaga stabilitas gula darah mungkin juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan otak. Jika intervensi metabolik dilakukan sejak dini, bukan tidak mungkin risiko demensia dapat ditunda—bahkan dicegah.

Di tengah meningkatnya angka harapan hidup global, menjaga metabolisme tubuh tetap sehat bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan strategi penting untuk mempertahankan kejernihan pikiran hingga usia lanjut. (ori)

Sumber: Health

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Alzheimer, Gula Darah, Lonjakan, Risiko

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Siap Hadapi Tantangan di Level Internasional, Benitez Minat Tangani Timnas Italia

31 Mei 2026 By admin

PSG Pertahankan Mahkota Eropa, Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti Dramatis di Final Liga Champions

31 Mei 2026 By admin

Kisruh Distribusi Makanan di Mina, Kemenhaj Lakukan Evaluasi

30 Mei 2026 By admin

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel

30 Mei 2026 By zam

Khofifah Temukan Pasokan Beras SPHP dan Minyakita Tersendat

30 Mei 2026 By admin

Osteoporosis dan Risiko Kematian pada Perempuan Lansia

30 Mei 2026 By admin

Iran Bantah Kesepakatan dengan AS Sudah Final

30 Mei 2026 By admin

Kominfo Jatim Tingkatkan Kompetensi Digital ASN melalui Pelatihan Presentasi Berbasis AI

30 Mei 2026 By admin

TNI Turun Membantu, Begal Tetap Urusan Polisi

29 Mei 2026 By admin

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Verifikasi Wajah

29 Mei 2026 By admin

Kuota 30 Persen: Momentum Membangun Kepemimpinan Perempuan dalam Politik

29 Mei 2026 By admin

Timwas Haji DPR Soroti Kepadatan Tenda di Mina hingga Distribusi Konsumsi

29 Mei 2026 By admin

Penataan Armuzna 2026, Jemaah Haji Rasakan Lebih Nyaman dan Tertib

29 Mei 2026 By admin

Waspada Hewan Qurban Sakit, Ancaman Penyakit Bisa Menular ke Manusia

28 Mei 2026 By admin

Pedoman Baru Skrining Kanker Usus Besar: Kini Bisa Lewat Tes Darah

28 Mei 2026 By admin

Dentuman Maut di Rel KA Pakistan: Puluhan Tewas, Gerbong Kereta Jadi Tumpukan Korban

27 Mei 2026 By admin

Idul Adha 2026: Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Layak Disembelih

27 Mei 2026 By admin

Tulisan Tangan Bisa Jadi Alarm Dini Penurunan Daya Ingat Lansia

26 Mei 2026 By admin

SoFi Stadium, Arena Futuristik yang Siap Memukau Dunia di Piala Dunia 2026

26 Mei 2026 By admin

Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Allegri dan Rombak Manajemen

26 Mei 2026 By admin

Arafah, Tempat Manusia Mengenal Dirinya

26 Mei 2026 By admin

Air Mata Perpisahan Salah dan Robertson Warnai Anfield

25 Mei 2026 By admin

AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Dibuka Bertahap

25 Mei 2026 By admin

Tak Hanya Redakan Menopause, Kedelai Bisa Bikin Kehidupan Intim Wanita Lebih Nyaman

25 Mei 2026 By admin

Armuzna Dinilai Masih Rawan, DPR Soroti Lemahnya Mitigasi dan Koordinasi Petugas Haji

25 Mei 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Ketika Kampus Didorong Jadi Mitra Strategis Makan Bergizi Gratis
  • Arsitek Awal MBG Dicopot: Berakhirnya Era Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional
  • Surabaya Pastikan Daging Pasca Idul Kurban Aman
  • Pesantren Aman, Santri Nyaman: Ikhtiar NU Bangun Ruang Belajar Bebas Kekerasan
  • Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions, Sejajar dengan Ancelotti dan Guardiola

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.