• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ramadan di Bawah Dengung Drone Perang

2 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Buka bersama di tengah reruntuhan bangunan di kota Gaza. Foto: +972

Gaza, Palestina (Trigger.id) – Untuk tahun ketiga berturut-turut, Ramadan datang ke Gaza bukan dengan gemerlap lampu dan tawa keluarga, melainkan dengan luka yang belum sembuh. Bulan suci yang dulu identik dengan meja makan penuh, jalanan ramai, dan pelukan hangat orang-orang tercinta, kini berlangsung di antara puing bangunan dan langit yang tak pernah benar-benar sunyi dari dengung drone.

Dulu, Ramadan adalah jeda paling damai dalam setahun. Kota Gaza bersolek. Pasar Souq Al-Zawiya yang bersejarah dipadati warga yang berburu lentera warna-warni, taplak meja baru, daging, rempah, acar, manisan, hingga mulukhiyah—hidangan hijau khas yang hampir selalu hadir di meja berbuka pertama keluarga Palestina. Anak-anak berlarian penuh suka cita, memilih lentera paling terang untuk digantung di balkon. Setelah azan Magrib, keluarga berkumpul, lalu malam diisi dengan salat Tarawih dan kunjungan dari rumah ke rumah.

Kini, kenangan itu terasa seperti milik kehidupan lain.

Sejak perang meletus, Gaza berubah drastis. Ramadan pertama datang di tengah kelaparan yang dipaksakan. Bantuan terhambat, bahan makanan menipis. Sekadar menemukan roti terasa seperti keajaiban. Daging, sayur, dan buah menghilang dari dapur jauh sebelum bulan suci dimulai. Dalam pengungsian yang berulang, puluhan anggota keluarga berbagi ruang sempit, nyaris tanpa ruang untuk merayakan apa pun. Berbuka puasa dilakukan dengan apa yang tersedia—lentil, kacang, nasi. Saat itu pun habis, rumput liar dikumpulkan untuk sekadar direbus.

Masjid-masjid banyak yang hancur. Salat Tarawih dipindahkan ke tenda, ruang kelas sekolah, atau sudut rumah sakit. Namun bahkan tempat-tempat itu tak sepenuhnya aman. Rasa khusyuk kerap terpotong oleh ledakan atau suara pesawat tanpa awak yang berputar di atas kepala.

Kehilangan menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan. Banyak keluarga tak lagi utuh. Orang-orang tercinta wafat—sebagian akibat kondisi medis yang tak tertangani karena keterbatasan obat dan akses layanan kesehatan. Penyakit yang mungkin bisa dicegah atau diobati berubah menjadi vonis yang sunyi. Meja makan yang dulu riuh kini menyisakan kursi kosong dan duka yang tak terucap.

Ramadan berikutnya sempat diawali dengan jeda senjata yang rapuh. Ada secercah harapan bahwa bulan suci bisa menjadi ruang pemulihan. Warga mencoba menggantung lampu kecil di balkon rumah yang sebagian runtuh. Pedagang kembali membuka lapak, menjual apa pun yang berhasil mereka dapatkan. Namun sebagian besar kota tetap gelap, listrik tak menentu, dan harga kebutuhan pokok melambung jauh dari jangkauan.

Setiap waktu berbuka, drone masih berdengung di langit. Suaranya menjadi latar tetap bagi doa-doa yang dipanjatkan. Di Gaza, bahkan momen paling sakral pun tak pernah sepenuhnya lepas dari ancaman.

Malam hari tak lagi ramai seperti dulu. Setelah Magrib, kegelapan menelan jalanan. Warga berjalan dengan lampu baterai atau lilin di tangan. Keluar rumah adalah risiko. Jalanan rusak dan berlubang, bangunan-bangunan sulit dikenali. Rumah yang dulu akrab kini berubah bentuk, sebagian runtuh, dikelilingi tenda darurat.

Namun di tengah semua itu, orang-orang tetap berusaha mempertahankan makna Ramadan. Mereka berbagi makanan seadanya, saling menguatkan, dan mengenang masa ketika bulan suci identik dengan kebersamaan, bukan ketakutan. Mereka berbicara tentang harapan, tentang hari ketika anak-anak bisa kembali memilih lentera paling terang tanpa dibayangi suara drone.

Ramadan di Gaza hari ini adalah kisah tentang kehilangan—kehilangan rumah, rasa aman, dan orang-orang tercinta. Tetapi ia juga tentang keteguhan. Tentang upaya menjaga iman dan kemanusiaan tetap menyala, sekecil apa pun cahayanya, di tengah gelap yang panjang.

Di bawah langit yang terus berdengung, warga Gaza masih berbuka puasa. Masih berdoa. Masih berharap. (ori)

Sumber: Berbagai

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Dengung, Drone Perang, Gaza, Konflik, Perang, ramadan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Petenis Tanah Air Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026

25 Oktober 2026 By admin

Cuaca Panas 38 Derajat, Pakar Unair : Kendalikan Emosi

24 Oktober 2026 By admin

Diskominfo Tabalong Studi Banding ke PWI Jatim Pelajari Penguatan Pers

24 Oktober 2026 By admin

Akses Penanjakan Bromo Dibuka Usai Kebakaran

23 Oktober 2026 By admin

Pataka Resolusi Jihad, Kobarkan Semangat Juang Santri

23 Oktober 2026 By admin

ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT

22 Oktober 2026 By admin

Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat

21 Oktober 2026 By admin

Sambut Hari Santri 2026, Ziarahi Makam Pencipta Lambang NU

21 Oktober 2026 By admin

Heboh Kode QR UMKM Tersambung Bank Tiongkok, Begini Aturannya.

21 Oktober 2026 By admin

UNESA dan UM Raih Gelar Juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya

20 Oktober 2026 By admin

Trump Soroti Imigrasi Prancis, Klaim Paris Terancam Menjadi Kota Muslim

20 Oktober 2026 By admin

Kewajiban Sertifikasi Halal Produk Mundur Tahun 2028

20 Oktober 2026 By admin

Benahi Rumah Potong Unggas, Perkuat Jaminan Halal dan Higienis

20 Oktober 2026 By admin

UM dan UNESA Berebut Takhta Futsal Campus League 2026

19 Oktober 2026 By admin

Garden Fest Menikmati Persawahan Sore Hari

19 Oktober 2026 By admin

350 Atlet Selam Adu Cepat di SRC

19 Oktober 2026 By admin

Pasokan BBM Malang Raya Ditambah 120 %, Warga Jangan Panic Buying

18 Oktober 2026 By admin

Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari Pasca Harga Pertamax Naik

17 Oktober 2026 By admin

PM2.5 Picu Kualitas Udara Surabaya Memburuk, Warga Diimbau Waspada

16 Oktober 2026 By admin

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Anjlok hingga 8 Persen

16 Oktober 2026 By admin

Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA

15 Oktober 2026 By admin

Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045

15 Oktober 2026 By admin

Cegah Campak Sejak Dini Perlu Edukasi dan Imunisasi MR

14 Oktober 2026 By admin

Barcelona Puncaki Klasemen Liga Champions 2026/2027, Arsenal Tempel Ketat

14 Oktober 2026 By admin

Surabaya Siapkan Website Porprov, Atlet Bisa Cek Hotel hingga Kuliner

13 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Job Fair Inklusif Jatim Buka 4.807 Lowongan, 166 Khusus Disabilitas
  • Kayutangan Heritage Perluas Daya Tarik ke Sisi Utara
  • Menjaga Lisan dan Tulisan Cermin Akhlak Seorang Muslim
  • Kemenekraf Dorong Media Digital Naik Kelas
  • Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.