• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kekerasan di Sekolah: Alarm untuk Reformasi Pendidikan Sesungguhnya

15 Januari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Kekerasan di lingkungan pendidikan, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa maupun sebaliknya, bukan lagi isu ringan yang bisa diabaikan. Kasus terbaru pengeroyokan guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang viral di media sosial, memperlihatkan satu sisi gelap dinamika hubungan di ruang pendidikan yang seyogianya bersifat aman dan kondusif bagi proses belajar-mengajar.

Data dari berbagai lembaga pemantau pendidikan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lonjakan tajam kasus kekerasan di sekolah dari 285 kasus pada 2023 menjadi sekitar 573 kasus pada 2024, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya — dan terus naik hingga 641 kasus pada 2025. Kasus-kasus ini melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam berbagai bentuk kekerasan fisik, psikis, hingga seksual. Kekerasan antara guru dan murid mendominasi hingga hampir 46,25 persen dari total kasus pada 2025, jauh lebih tinggi dibanding kekerasan antar sesama siswa.

Bukan hanya angka yang terus meningkat, tetapi juga sifat kekerasan yang kian beragam dan kompleks. Data KPAI yang dirilis belakangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus kekerasan di satuan pendidikan yang bahkan berujung pada korban jiwa, termasuk siswa yang mengalami tekanan psikis berat akibat perundungan atau bullying. KPAI menyoroti masih lemahnya sistem perlindungan anak di sekolah — mulai dari pencegahan, mekanisme laporan yang kurang efektif, sampai penanganan yang belum komprehensif.

Ironisnya, kekerasan oleh guru kepada siswa bukan fenomena masa lalu. Penelitian pendidikan menegaskan bahwa pendekatan kekerasan dalam mendisiplinkan siswa memiliki implikasi serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa. Selain itu, fenomena kekerasan siswa terhadap guru mencerminkan masalah relasi otoritas dan kepercayaan di sekolah, di mana dinamika pedagogis terkadang runtuh karena kurangnya penghormatan, kontrol emosi, serta ketidakmampuan mengelola konflik secara bijak.

Para pakar pendidikan dan konselor sepakat bahwa akar persoalan bukan sekadar satu atau dua kasus. Kekerasan di sekolah bersifat sistemik dan berakar pada beberapa faktor: lemahnya pendidikan karakter, kurangnya kapasitas guru dalam manajemen kelas yang humanis, minimnya akses layanan konseling yang memadai, serta budaya disiplin otoriter yang masih hidup di lingkungan sekolah. Menurut ahli pendidikan sekaligus praktisi konseling sekolah, pencegahan kekerasan harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif — mencakup kampanye anti-kekerasan, pelatihan bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta mekanisme pelaporan yang responsif dan melibatkan seluruh unsur sekolah.

Selain itu, pendekatan pendidikan non-kekerasan dan pendidikan karakter perlu didorong secara kuat sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Sekolah harus menjadi tempat di mana siswa dilatih menyelesaikan konflik secara damai, menghormati perbedaan, serta membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik — bukan tempat di mana kekerasan dianggap sebagai alat disiplin atau ekspresi agresi.

Menjadikan pendidikan benar-benar sebagai ruang aman dan ramah anak memerlukan komitmen bersama dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat luas. Jika tidak, kekerasan di sekolah — seperti yang terjadi di Jambi — hanyalah puncak gunung es dari persoalan yang jauh lebih dalam dan berdampak sistemik pada perjalanan pendidikan anak bangsa.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id


Catatan:
Data tren kekerasan di atas bersumber dari laporan berbagai lembaga pemantau pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia.

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Alarm, Isa Anshori, Kekerasan, Kekerasan di Sekolah, Pendidikan, Reformasi Pendidikan Sesungguhnya

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Big Match Pekan 33 Liga Inggris, Man City Siap Kejar Arsenal

17 April 2026 By admin

525 Kloter Siap Terbang, CJH Indonesia 2026 Diberangkatkan Bertahap Mulai 22 April

17 April 2026 By admin

Menhaj Tegaskan Wacana “War Tiket” Haji Masih Prematur

16 April 2026 By admin

Pendekatan Baru Mengatasi Obesitas di Era Modern

16 April 2026 By admin

Pemerintah Perketat Pengawasan, Distribusi Koper Jemaah Haji Ditarget Tepat Waktu

16 April 2026 By admin

Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern, Atletico Tantang Arsenal

16 April 2026 By admin

Eropa Bersiap Mandiri: Antisipasi Ketidakpastian Peran Amerika dalam NATO

16 April 2026 By admin

Saat Sistem Kekebalan Tubuh Menjadi Senjata Melawan Kanker

15 April 2026 By admin

Ketika Ruang Digital Menjadi Tempat Pelecehan di Kampus

15 April 2026 By admin

Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz dan Kembali ke Meja Perundingan

15 April 2026 By admin

Perempat Final Liga Champions: Atletico Singkirkan Barcelona, PSG Hentikan Langkah Liverpool

15 April 2026 By admin

DPR Pastikan Biaya Tambahan Haji 2026 Ditanggung Negara

15 April 2026 By admin

Arne Slot Yakin Liverpool Masih Bisa Bangkit Lawan PSG di Anfield

14 April 2026 By admin

Udara Rumah Mengandung Mikroplastik, Ini Cara Mengurangi Paparannya

14 April 2026 By admin

Britney Spears Masuk Rehabilitasi Usai Kasus DUI, Fokus Pulihkan Diri

14 April 2026 By admin

Barcelona Kian Kokoh di Puncak, Jarak dengan Real Madrid Melebar

14 April 2026 By admin

Paus Leo XIV Tegaskan Tak Gentar Hadapi Kritik Donald Trump, Tetap Konsisten Serukan Perdamaian

14 April 2026 By admin

Jalan Realistis Atasi Darurat Sampah Plastik

13 April 2026 By admin

Selat Hormuz Masih Tegang, Kapal Pertamina Tertahan

13 April 2026 By admin

Prediksi Liga Inggris: Arsenal Kandas, Manchester City Juara Tipis, Tottenham Terancam Degradasi

13 April 2026 By admin

Jalan Kaki Ternyata Bisa Tingkatkan Daya Ingat dan Lindungi Otak dari Penuaan

12 April 2026 By admin

Bangkit di Anfield! Liverpool FC Tekuk Fulham FC 2-0, Siap Hadapi Paris Saint-Germain

12 April 2026 By admin

AC Milan Dibantai Udinese 0-3 di San Siro, Rossoneri Gagal Tekan Puncak Klasemen Serie A

12 April 2026 By admin

Reuni Setelah 30 Tahun, Kedekatan Cameron Diaz dan Keanu Reeves Kembali Jadi Sorotan

12 April 2026 By admin

Dapur MBG Disetop Sementara, Upaya BGN Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

12 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Presiden Ingatkan Jenderal TNI-Polri: Pangkat Bintang Mereka dari Rakyat
  • Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A
  • Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A
  • Gayam: Dari Buah Pinggiran Menjadi Harapan Baru Lawan Diabetes
  • Masak di Rumah Ternyata Bisa Bantu Jaga Otak Tetap Tajam di Usia Senja

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.