
Surabaya (Trigger.id) – Sebanyak 35 pengurus PW dan PC ISNU Jawa Timur mengikuti pelatihan dan uji kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) selama dua hari di Surabaya (2–3 April 2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor hulu industri halal, khususnya dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan tersertifikasi. Para peserta dibekali materi teknis dan syariat penyembelihan, serta praktik langsung di RPH Pegirian Surabaya.
Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, menyampaikan bahwa kebutuhan juru sembelih halal bersertifikat di Indonesia masih sangat tinggi, sementara jumlah yang tersedia masih terbatas.
“Padahal, kehalalan produk pangan hewani sangat ditentukan pada proses penyembelihan. Jika tidak sesuai syariat dan standar teknis, maka tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal,” jelasnya.
Data dari BPJPH dan Kementerian Pertanian menunjukkan kebutuhan nasional Juleha mencapai puluhan ribu orang.
Melalui pelatihan ini, ISNU tidak hanya mencetak tenaga ahli, tetapi juga membangun kompetensi internal dalam ekosistem jaminan produk halal.
Salah satu narasumber, KH Ma’ruf Khozin, mengapresiasi langkah tersebut.
“Sudah saatnya warga NU terlibat aktif dalam industri halal, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya, ISNU Jatim juga telah berkontribusi dalam penerbitan lebih dari 200 sertifikat halal bagi pelaku UMKM, melalui pendampingan resmi sebagai P3H.
Langkah ini menegaskan komitmen ISNU dalam membangun ekosistem halal yang kuat, dari hulu hingga hilir. (wah)



Tinggalkan Balasan