
Surabaya (Trigger.id) – Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz mulai Senin, dalam upaya yang diklaim sebagai misi kemanusiaan di tengah ketegangan dengan Iran.
Dalam pernyataannya pada Minggu, Trump menyebut operasi tersebut sebagai “Project Freedom”, yang bertujuan mengawal kapal-kapal dari negara netral agar dapat keluar dari jalur pelayaran strategis itu dengan aman. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil atas permintaan sejumlah negara yang kapalnya terhambat akibat blokade.
Trump juga memperingatkan bahwa setiap upaya menghalangi operasi tersebut akan ditanggapi dengan tegas. Ia menambahkan bahwa banyak kapal kini menghadapi kekurangan logistik penting, termasuk makanan dan kebutuhan dasar bagi awak dalam jumlah besar.
Meski demikian, belum ada kejelasan mengenai bagaimana operasi ini akan dilaksanakan atau apakah akan melibatkan koordinasi dengan pemerintah Iran. Langkah tersebut berpotensi memicu kembali ketegangan dan mengganggu gencatan senjata yang telah berlangsung sejak April lalu.
Sebelumnya, militer AS sempat menyatakan belum siap untuk mengawal kapal secara langsung di perairan sempit tersebut karena risiko serangan dari wilayah Iran.
Situasi di kawasan Teluk juga berdampak pada lonjakan harga energi global. Blokade Iran di Selat Hormuz serta pengepungan pelabuhan Iran oleh AS telah mendorong kenaikan harga minyak dan bahan bakar. Di Amerika Serikat, harga bensin dilaporkan melonjak hingga 4,44 dolar AS per galon, memicu inflasi dan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan perang.
Analis hubungan internasional dari Center for International Policy, Negar Mortazavi, menilai langkah AS kemungkinan tidak akan dipandang sebagai misi kemanusiaan oleh Iran. Ia juga mengingatkan bahwa pengawalan kapal dapat meningkatkan risiko konfrontasi militer karena mendekatkan aset AS ke wilayah yang rawan konflik.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Ia mengungkapkan bahwa perwakilan AS tengah melakukan pembicaraan positif dengan Iran, yang diharapkan dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak.
Menurut Trump, operasi ini semata-mata ditujukan untuk membantu negara dan perusahaan yang terdampak konflik, bukan sebagai bentuk eskalasi baru. (ian)



Tinggalkan Balasan