
“Tetaplah dengan nilai-nilai positif, karena nilai-nilaimu akan menjadi takdirmu”.
Oleh: Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag. (Lektor Kepala UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Salahsatu jalan yang bisa membuat orang bahagia adalah dapat membaca diri dengan baik, bertambahnya ilmu pengetahuan dan luasnya wawasan. Hal tersebut akan membuat kesadaran diri meningkat sehingga kita melakukan kebaikan dan perbaikan hidup terus-menerus.
Mahatma Gandhi pernah berujar, tetaplah berpikiran positif, sebab pikiran-pikiran positif tersebut akan membuahkan kata-kata dan kata-kata akan membuahkan perilaku. Tetaplah berpikiran positif karena tindakan Anda akan membuahkan kebiasaan. Tetaplah berpikiran positif karena kebiasaan tersebut akan melahirkan nilai-nilai. Tetaplah berpikiran positif, karena nilai-nilai Anda akan menjadi takdir Anda.
Karenanya, sejak dari pikiran, perilaku, kebiasaan dan nilai-nilai haruslah semuanya positif. Karena disitulah nanti takdir hidup kita. Jika ada pertanyaan kenapa hidup kita koq sulit dan gelisah terus?. Itu karena sejak dari buah pikiran kita sendiri, buah dari perkataan kita sendiri, buah dari perilaku kita sendiri dan buah dari kebiasaan serta nilai-nilai kita sendiri
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT, “Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah(u)”. Artinya, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Sementara tentang Negative thinking, petinju bersar Mohammad Ali pernah berkata, tidak mungkin adalah kata besar yang diucapkan orang kecil, yang menganggap lebih mudah hidup di dunia sebagaimana adanya, daripada menggali kekuatan yang mereka miliki untuk mengubahnya. Tidak mungkin itu bukan fakta tetapi opini. Tidak mungkin itu hanya potensi. Tidak mungkin itu temporer, Tidak mungkin itu omong kosong.
Perkataan Mohammad Ali tersebut seakan menyindir kita yang sering mengucapkan kalimat tidak mungkin ketika akan melakukan hal-hal besar. Kita lebih percaya dengan sikap bahwa hidup itu mengalir saja mengikuti situasi apa adanya dan tidak menggali potensi-potensi yang ada pada diri kita sendiri. Dengan menganggap tidak mungkin akhirnya kita tidak melakukan apa-apa dan hidup apa adanya.
Sumber: Youtube Nasehat daily
Tinggalkan Balasan