
Bogor (Trigger.id) – Ahli Kebijakan Hutan IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, menegaskan bahwa kayu gelondongan yang berserakan pascabanjir bandang dan longsor di Sumatera Utara serta Sumatera Barat harus segera diinvestigasi untuk mengetahui asal-usulnya.
Menurutnya, kayu-kayu tersebut bisa berasal dari penebangan lama, pembersihan lahan yang tidak tuntas, pohon tumbang, hingga penebangan baru yang terseret arus. “Harus dicek apakah kayu itu bekas tebangan atau akibat pohon tumbang alami. Investigasi penting untuk memastikan sumbernya,” ujarnya berdasarkan keterangan IPB University, Kamis.
Ia menjelaskan, kayu hasil pembalakan biasanya memiliki bekas gergaji yang jelas, sedangkan kayu tumbang alami tidak menunjukkan pola potongan rapi. Debit air besar saat bencana juga memungkinkan pohon tumbang ikut hanyut sehingga menambah material kayu di lokasi.
Prof. Dodik menilai bencana ini merupakan perpaduan faktor alam dan aktivitas manusia, seperti cuaca ekstrem, kondisi geografis pegunungan, hingga kerusakan lingkungan. Ia menekankan perlunya pembenahan tata kelola lingkungan, kepatuhan terhadap Amdal dan KLHS, serta penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada denda, tetapi juga pemulihan lingkungan.
Terkait deforestasi di Sumatera bagian utara, ia mengingatkan bahwa hilangnya tutupan hutan harus diawasi karena berpengaruh pada daya dukung lingkungan. “Ambil manfaat hutan tanpa merusaknya,” pesannya. (bin)



Tinggalkan Balasan