• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Balimau: Tradisi Mandi Jeruk yang Menyegarkan Jelang Ramadhan

28 Februari 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Surabaya (Trigger.id) – Setiap menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat memiliki tradisi unik yang disebut Balimau. Ritual ini bukan sekadar mandi biasa, melainkan sebuah simbol penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Kata Balimau berasal dari “limau,” yang dalam bahasa Minang berarti jeruk. Jeruk yang digunakan dalam ritual ini umumnya adalah jeruk nipis atau jeruk purut, yang dicampurkan ke dalam air untuk digunakan saat mandi. Aroma segar dari jeruk dipercaya dapat memberikan sensasi kesucian dan kesegaran, menjadikan momen ini lebih dari sekadar aktivitas fisik, tetapi juga ritual spiritual.

Balimau biasanya dilakukan di sungai-sungai, mata air alami, atau pancuran yang dianggap suci. Masyarakat berbondong-bondong datang bersama keluarga dan kerabat untuk menjalankan tradisi ini. Selain untuk membersihkan diri, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan sosial di antara masyarakat.

Perpaduan Tradisi dan Religi

Bagi masyarakat Minangkabau, Balimau bukan hanya ritual adat, tetapi juga memiliki makna religius yang kuat. Penyucian diri sebelum memasuki Ramadhan mencerminkan kesadaran bahwa bulan suci adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan jiwa yang bersih.

Tradisi Balimau, yang melibatkan mandi bersama di tempat terbuka antara laki-laki dan perempuan, telah menjadi perdebatan di kalangan ulama dan tokoh masyarakat Sumatera Barat. Meskipun tujuan awalnya adalah untuk menyucikan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, praktik ini sering kali menyimpang dari nilai-nilai Islam karena pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan syariat.

Pandangan Ulama tentang Tradisi Balimau

Ulama di Sumatera Barat menilai bahwa tradisi Balimau, sebagaimana yang dipraktikkan saat ini, tidak sesuai dengan ajaran Islam. Mereka menekankan bahwa mandi bersama di tempat terbuka dengan percampuran antara laki-laki dan perempuan dapat menimbulkan berbagai mudarat dan tidak mencerminkan nilai kesucian yang seharusnya dijunjung dalam menyambut Ramadhan. Sebagaimana dinyatakan oleh seorang ulama, “Balimau yang dianjurkan dalam Islam adalah membasuh seluruh tubuh dengan air dengan niat menjalankan ibadah puasa, bukan mandi-mandi di sungai dengan berlainan jenis.”

Dalam Islam, menjaga aurat dan menghindari percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah hal yang penting. Mandi bersama di tempat terbuka tanpa pemisahan yang jelas antara laki-laki dan perempuan dapat menyebabkan terbukanya aurat dan pandangan yang tidak seharusnya, yang hukumnya haram. Sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Hamdan Nasution Attantisy, “Mandi dengan terbuka aurat di pemandian umum hukumnya haram.”

Mengingat pandangan ulama dan potensi pelanggaran nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan tradisi Balimau, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati. Disarankan agar tradisi ini dilakukan dengan cara yang lebih sesuai syariat, seperti mandi di rumah dengan air yang dicampur jeruk, tanpa melibatkan percampuran antara laki-laki dan perempuan di tempat terbuka. Hal ini untuk menjaga kesucian dan kehormatan diri, serta mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan suci Ramadhan.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami esensi dari tradisi Balimau dan melaksanakannya sesuai dengan tuntunan agama, sehingga tujuan penyucian diri sebelum Ramadhan dapat tercapai tanpa melanggar nilai-nilai Islam.

Balimau di Era Modern

Seiring berkembangnya zaman, tradisi Balimau tetap lestari meski mengalami beberapa perubahan. Jika dulu dilakukan di tempat-tempat alami, kini sebagian masyarakat memilih melakukannya di rumah dengan air yang dicampur jeruk. Namun, esensi dari Balimau tetap sama: membersihkan diri dan menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih tenang.

Balimau bukan sekadar mandi biasa, melainkan perwujudan dari filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menghargai kebersihan, baik jasmani maupun rohani. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa memasuki bulan suci bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menyucikan hati dari segala iri dan dengki. (bin)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, Ramadhan, seni budaya, update Ditag dengan:Balimau, jelang ramadhan, Mandi Bersama, Tradisi mandi Jeruk

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Cuaca Tak Bersahabat, Penutupan Taman Nasional Komodo Diperpanjang

18 Januari 2026 By admin

Slot Maklumi Kekecewaan Fans Usai Liverpool Kembali Tertahan

18 Januari 2026 By admin

Vaksin Influenza, Masihkah Dipandang Sebelah Mata?

18 Januari 2026 By admin

Khamenei Tuding Trump Bertanggung Jawab atas Krisis di Iran

18 Januari 2026 By admin

Bandara Adisutjipto: Keberangkatan ATR 42-500 ke Makassar Sudah Sesuai Prosedur

18 Januari 2026 By admin

Sinar Matahari, Kesehatan, dan Perannya Meredam Depresi

17 Januari 2026 By admin

Labuhan Sarangan: Doa, Alam, dan Jejak Leluhur yang Kini Diakui Negara

17 Januari 2026 By admin

Kemenhaj Perkuat Kanal Kawal Haji untuk Aduan Jamaah

17 Januari 2026 By admin

UE Minta Israel Hentikan Perluasan Permukiman di Tepi Barat

17 Januari 2026 By admin

Koeman Optimistis Belanda Bisa Kejutkan Piala Dunia 2026

17 Januari 2026 By admin

KPK Telusuri Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

17 Januari 2026 By admin

Tavares Jelaskan Perekrutan Tiga Pemain Asing Baru Persebaya

16 Januari 2026 By admin

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Biro Haji ke Pengurus PBNU

16 Januari 2026 By admin

Wamenhaj Minta Petugas Haji Lepas Gelar Saat Diklat

16 Januari 2026 By admin

Iran Tegaskan Tak Akan Diam Hadapi Ancaman AS

16 Januari 2026 By admin

Nasi atau Roti untuk Sarapan, Mana Lebih Sehat?

16 Januari 2026 By admin

Lautan Surya di Jantung Gurun Abu Dhabi

16 Januari 2026 By admin

Pemerintah Izinkan 156 Prodi Spesialis Kedokteran Baru

16 Januari 2026 By admin

Sampai Kapan Keracunan MBG Berakhir

16 Januari 2026 By admin

Maroko Tantang Senegal di Final Piala Afrika 2025

15 Januari 2026 By admin

Kekerasan di Sekolah: Alarm untuk Reformasi Pendidikan Sesungguhnya

15 Januari 2026 By admin

Guru SMK di Jambi Jadi Korban Pengeroyokan Siswa

15 Januari 2026 By admin

Pasar Murah Jatim Dinilai Efektif Tekan Inflasi

15 Januari 2026 By admin

Kemenkes Minta Walimatus Safar Dibatasi H-7 Haji

14 Januari 2026 By admin

Michael Carrick Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Interim Manchester United

14 Januari 2026 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark
  • OTT KPK dan Darurat Integritas Kepala Daerah
  • Prabowo Rencanakan Bangun 10 Kampus Baru
  • Liga Champions 2026, Madrid Hajar Monaco 6-1
  • KPK Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati, Tarif Capai Rp225 Juta

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.