
Jakarta (Trigger.id) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi bagi ribuan jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Abidin, penyediaan tempat penampungan sementara menjadi langkah mendesak untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para jemaah selama situasi belum kondusif. Ia menilai kondisi yang berkembang berpotensi menempatkan jemaah dalam situasi rentan, baik dari sisi keamanan maupun beban finansial.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap bersikap terukur dan tidak reaktif. Perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, terutama dalam kondisi konflik, merupakan kewajiban konstitusional yang harus dijalankan secara sistematis.
Abidin menekankan pentingnya skema mitigasi yang jelas, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki keterbatasan dana. Tanpa perencanaan matang, para jemaah berisiko menghadapi ketidakpastian terkait akomodasi, logistik, hingga jadwal kepulangan.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam pemantauan intensif.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, mengimbau para jemaah dan keluarga di Tanah Air agar tetap tenang. Ia meminta jemaah terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi resmi dan terkini terkait perkembangan situasi. (ian)



Tinggalkan Balasan