• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Fenomena Haji Furoda: Tinjauan Spiritualitas, Status Sosial, dan Regulasi

4 Juni 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Masjidil Haram, Makkah. Foto: IST.
Oleh: Dr. Ulul Albab*

Setiap tahun, jutaan Muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji, termasuk dari Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, panjangnya antrean haji reguler di Indonesia (yang di beberapa daerah bisa mencapai lebih dari 30 tahun) mendorong sebagian umat mencari alternatif jalur non-kuota. Salah satunya adalah Haji Furoda, yang menggunakan visa mujamalah (undangan khusus dari Pemerintah Arab Saudi).

Fenomena Haji Furoda mencerminkan dinamika sosial-keagamaan yang semakin kompleks. Di satu sisi, ada semangat spiritual dan keinginan mempercepat pelaksanaan rukun Islam kelima. Di sisi lain, terdapat dimensi status sosial dan ekonomi yang ikut memengaruhi pilihan ibadah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, ada tantangan regulasi dan perlindungan hukum yang mesti menjadi perhatian bersama.

Antara Niat Suci dan Prestise Sosial

Tidak dapat dipungkiri, keinginan menunaikan ibadah haji sedini mungkin adalah hal yang manusiawi. Namun, jalur Furoda sering kali tidak hanya didorong oleh niat ibadah semata. Banyak kalangan menilai bahwa status sosial juga menjadi faktor pendorong, karena jalur ini menuntut biaya besar, bahkan dua hingga sepuluh kali lipat dari haji reguler. Bahkan ada yang harus membayar 900an juta, mendekati angka 1 milyar, untuk bisa berhaji dengan visa furoda.

Haji Furoda akhirnya menjadi semacam simbol prestise baru di masyarakat Muslim kelas menengah dan atas. Dalam beberapa kasus, keberangkatan haji bahkan menjadi bagian dari “ritual status” (yaitu sebagai bentuk pencapaian spiritual sekaligus sosial).

Regulasi dan Risiko Jamaah Non-Kuota

Secara hukum, keberangkatan Haji Furoda sah selama menggunakan visa mujamalah yang sah dan dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang berizin. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak kasus visa palsu, penggunaan visa ziarah, dan biro tidak berizin yang menyesatkan masyarakat. Akibatnya, setiap tahun ada jamaah yang tertahan atau bahkan dideportasi di Bandara Jeddah karena tidak lolos verifikasi imigrasi.

Yang kini terjadi di tahun 2025 adalah jamaah haji visa furoda gagal berangkat, karena pemerintah Arab Saudi tidak mengeluarkan visa mujalamah yang bisa dipakai oleh haji furoda. Kekecewaan dan kerugian finansial pun tak terhindarkan. Inilah saatnya negara dan asosiasi, termasuk AMPHURI, hadir lebih kuat dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada jamaah. 

Dan lebih dari itu, semua asosiasi penyelenggara haji yang ada, perlu mendorong kepada Pemerintah dan DPR untuk menyiapkan regulasi yang memayungi jamaah dan PIHK sebagai penyelenggara pelayanan haji furoda, agar mereka terlindungi dari kemungkinan berbagai resiko yang terjadi di luar jangkauan perencanaan. Juga mendorong pemerintah untuk melakukan diplomasi yang elegan dengan pemerintah Arab Saudi.

Aspek Kesehatan: Syarat Istitha’ah yang Sering Diabaikan

Istitha’ah (kemampuan berhaji) tidak hanya soal uang, tetapi juga soal kesehatan dan kesiapan fisik. Sayangnya, banyak jamaah non-kuota yang berangkat tanpa mengikuti proses kesehatan resmi dari Kementerian Kesehatan. Ini sangat berisiko, mengingat suhu ekstrem di Arab Saudi dan kepadatan selama puncak haji.

Padahal pemerintah telah mengatur syarat kesehatan ini secara detail melalui regulasi yang ketat, termasuk skrining kesehatan dan pemeriksaan laboratorium. Jika diabaikan, risiko heatstroke, dehidrasi, dan infeksi saluran pernapasan akut meningkat signifikan, terutama bagi lansia.

Tantangan Komersialisasi dan Etika Ibadah

Harga visa Furoda yang fluktuatif (antara USD 9.000 hingga USD 16.000) menunjukkan adanya mekanisme pasar yang bekerja dalam ranah ibadah. Ini membuka diskusi etis yang lebih luas: sampai sejauh mana ibadah bisa “dikomersialisasi” dan dikapitalisasi? Bagaimana menjaga agar ibadah tidak tergelincir menjadi sekedar komoditas?

Perlu ada kesadaran kolektif untuk menyeimbangkan antara profesionalisme layanan dan etika spiritualitas. PIHK yang amanah, asosiasi yang aktif mengawasi, serta pemerintah yang transparan dan adil adalah tiga elemen penting untuk menjawab tantangan ini.

Refleksi: Masyarakat Kita Religius dan Mampu, Tapi Perlu Perlindungan

Fenomena Haji Furoda menunjukkan satu hal: umat Islam Indonesia tidak hanya religius, tapi juga semakin mampu secara finansial. Namun, kemampuan ini harus diimbangi dengan literasi keagamaan dan hukum yang memadai. Jangan sampai niat suci berhaji menjadi celah bagi praktik tidak etis dan eksploitasi.

Kita berharap negara hadir lebih kuat, bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Edukasi, pengawasan, dan regulasi yang adil harus menjadi prioritas bersama. Mari kita jadikan haji, dalam jalur apa pun, sebagai ibadah yang penuh berkah, aman, dan sesuai syariat.

—000—

*Penulis:

  • Ketua ICMI Jawa Timur, Ketua Litbang DPP AMPHURI
  • Akademisi Universoitas Dr. Soetomo Surabaya
Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Fenomena, Furoda, Regulasi, Spiritualitas, Status Sosial, Ulul Albab

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Keutamaan Dua Rakaat Sebelum Subuh dan Cahaya Cinta Allah

26 Februari 2026 By admin

Berburu Takjil di Gaza City, Ramadan di Tengah Krisis dan Harapan

26 Februari 2026 By admin

Liga Champions, Madrid dan Tiga Tim Lain ke 16 Besar

26 Februari 2026 By admin

Enam Makanan Penjaga Jantung Yang Harus Anda Tahu

26 Februari 2026 By admin

Zakat yang Mengubah Hidup: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

26 Februari 2026 By admin

Menkes: Kenaikan Iuran BPJS Tak Sentuh Warga Miskin

25 Februari 2026 By admin

Waspada Kopi dan Teh saat Ramadan, Pakar Ingatkan Risiko Dehidrasi

25 Februari 2026 By zam

Detik-Detik Menjelang Maghrib: Tradisi Menunggu Berbuka di Berbagai Daerah

25 Februari 2026 By admin

Anak, Amanah yang Menguji dan Memuliakan

25 Februari 2026 By admin

Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual

25 Februari 2026 By admin

Inter Tersingkir, Atletico dan Newcastle ke 16 Besar

25 Februari 2026 By admin

Baznas: ZIS Tak Dialihkan ke Program MBG

25 Februari 2026 By admin

Peminat SNBP 2026 Melonjak : Unesa 53 Ribu, Unair & UB Kompetitif

24 Februari 2026 By zam

Takjil Berbahaya: BPOM Temukan Pewarna Sintesis Pemicu Kanker

24 Februari 2026 By admin

Ramadhan: Momentum Hijrah yang Nyata, Bukan Sekadar Wacana

24 Februari 2026 By admin

Rujak Soto: Perpaduan yang Tak Masuk Akal Tapi Dicinta

24 Februari 2026 By wah

Khutbah Jumat: Ujian Dalam Hidup

23 Februari 2026 By isa

Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit

23 Februari 2026 By admin

Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah

23 Februari 2026 By admin

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 By admin

Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat

23 Februari 2026 By wah

Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

23 Februari 2026 By admin

Jatim Pecahkan Dua Rekor MURI, 20.000 Porsi Buka Puasa dan 18.000Jamaah Lantunkan Asmaul Husna

22 Februari 2026 By zam

Pemkot Surabaya Gandeng Pengembang Percepat Pendataan DTSEN

22 Februari 2026 By admin

Penjualan Tiket KA Lebaran 2026: Jutaan Terjual di Sejumlah Daops

22 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Surga Merindukan Empat Golongan Manusia
  • Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Para Juara Menggoda
  • Blood Moon 3 Maret, MUI: Perbanyak Ibadah, Jauhi Mitos
  • Orang Tua Kunci Pemulihan Anak Pasca Operasi
  • Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.