
Tanjabung Timur, Jambi (Trigger.id) – Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswanya. Peristiwa tersebut menuai perhatian luas setelah rekaman video kejadian beredar dan viral di media sosial.
Guru yang dikeroyok diketahui bernama Agus Saputra, pengajar di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Berdasarkan penuturannya, insiden ini merupakan akumulasi dari konflik yang telah berlangsung cukup lama antara dirinya dan beberapa siswa.
Agus mengungkapkan, sebelum kejadian, ia kerap menerima perlakuan tidak pantas dari sejumlah murid, khususnya siswa laki-laki. Puncak peristiwa terjadi saat jam pelajaran Pendidikan Jasmani sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, Agus mendengar teriakan seorang siswa yang dinilai tidak sopan dan melanggar etika. Ia kemudian menegur siswa tersebut untuk menegakkan disiplin. Namun, teguran itu justru memicu ketegangan hingga melibatkan siswa lain dan berujung pada pengeroyokan terhadap dirinya di lingkungan sekolah.
Aksi kekerasan tersebut terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial, memicu kecaman publik. Kejadian ini dinilai mencederai dunia pendidikan karena sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
Di tengah sorotan kasus ini, pemerintah sebenarnya telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang menekankan pencegahan kekerasan dan perlindungan seluruh warga sekolah melalui pendekatan humanis.
Namun, peristiwa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa penguatan penerapan kebijakan perlindungan guru dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan masih sangat diperlukan. Kasus ini diharapkan dapat ditangani secara adil dan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. (bin)



Tinggalkan Balasan