
Jakarta (Trigger.id) – Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib, menilai komika Pandji Pragiwaksono tidak semestinya dilaporkan ke kepolisian atas pernyataannya dalam pertunjukan komedi berjudul Mens Rea. Menurutnya, materi yang disampaikan Pandji merupakan ekspresi pemikiran jujur yang lahir dari keyakinan pribadi dan sejalan dengan pandangan kritis banyak kalangan.
Pria yang akrab disapa Gus Salam itu mengatakan, ungkapan Pandji tidak dapat dipandang sebagai fitnah terhadap praktik bernegara, melainkan bentuk kritik yang wajar. Ia menilai materi tersebut justru mewakili suara kritis masyarakat, termasuk dari kalangan nahdliyin.
Gus Salam berpendapat, pihak yang melaporkan Pandji ke polisi lebih mengedepankan perasaan tersinggung dan prasangka dibandingkan upaya memahami substansi kritik yang disampaikan. Menurutnya, sikap tersebut cenderung emosional dan kurang mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Ia menegaskan, apa yang dilakukan Pandji sebatas mengungkap berbagai kejanggalan dalam praktik demokrasi, politik, dan penyelenggaraan negara di Indonesia, yang seharusnya dapat diterima sebagai bahan refleksi bersama.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah atas dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam. Namun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menegaskan bahwa para pelapor bukan bagian dari struktur resmi organisasi dan laporan tersebut bukan sikap institusional.
Polda Metro Jaya juga menyampaikan telah menerima sejumlah barang bukti terkait laporan tersebut, termasuk sebuah diska lepas yang memuat materi pertunjukan komedi yang dibawakan Pandji. (ian)



Tinggalkan Balasan