
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, meski bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat dan angin kencang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Langkah antisipasi ini dilakukan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau 2026 akan datang lebih awal. Sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, diperkirakan mulai memasuki kemarau sejak April.
BMKG mencatat sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai mengalami musim kemarau pada April, disusul Mei dan Juni. Bahkan, hampir setengah wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih cepat dari biasanya.
Selain itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan berpotensi lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Di tingkat lokal, indikasi kekeringan lebih awal mulai terlihat di Kabupaten Tuban. Wilayah pesisir utara Jawa ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan kekeringan setiap musim kemarau, terutama saat curah hujan mulai menurun sejak April.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena Jawa Timur saat ini masih menghadapi dinamika cuaca ekstrem akibat peralihan musim. BMKG sebelumnya juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat yang disertai angin kencang pada periode tertentu, sehingga risiko bencana hidrometeorologi masih tetap tinggi.
Menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain penguatan cadangan air, pengelolaan irigasi, hingga imbauan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air.
Selain itu, sektor pertanian juga didorong untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim, termasuk memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan guna mengurangi risiko gagal panen.
Perpaduan antara ancaman cuaca ekstrem dan potensi kekeringan ini menjadi tantangan ganda bagi Jawa Timur. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan adaptif menghadapi perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. (ian)



Tinggalkan Balasan