
Gaza (Trigger.id) – Gerakan Jihad Islam Palestina menilai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang diumumkan Amerika Serikat sarat kepentingan Israel dan tidak mencerminkan upaya perdamaian yang adil.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, gerakan tersebut menyebut komposisi dewan itu sejalan dengan agenda Israel dan dinilai menjadi bukti adanya niat buruk dalam pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata. Menurut mereka, susunan dewan tersebut justru melayani kepentingan pihak pendudukan.
Meski demikian, Jihad Islam menegaskan tetap berkomitmen menjalankan ketentuan fase pertama perjanjian gencatan senjata dan menyatakan kesiapan melanjutkan ke fase kedua. Sikap itu disampaikan meskipun Israel dinilai terus melakukan pelanggaran harian, mengalami penundaan implementasi, serta tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
Sebelumnya, Gedung Putih pada Jumat (16/1) secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditunjuk sebagai ketua dewan, dengan anggota antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Sumber : Antara/Xinhua



Tinggalkan Balasan