• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kacang Kara Benguk Potensial Sebagai Terapi Preventif Osteoartritis

12 Agustus 2024 by zam Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Kacang kara benguk. Foto: UGM

Yogyakarta (Trigger.id) – Osteoartritis (OA) adalah penyakit tulang yang menyerang berbagai sendi, termasuk sendi lutut, dan menjadi penyebab utama morbiditas, keterbatasan aktivitas fisik, serta kecacatan. Pada tahun 2020, jumlah penderita OA di dunia mencapai 595 juta jiwa atau 7,6% populasi, sementara di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 55 juta jiwa atau 24,7% populasi.

Osteoartritis (OA) adalah jenis penyakit sendi degeneratif yang paling umum, yang terjadi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di dalam sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Tulang rawan ini berfungsi sebagai bantalan yang memungkinkan sendi bergerak dengan lancar. Seiring waktu, tulang rawan ini bisa terkikis, menyebabkan tulang-tulang bergesekan satu sama lain. Gesekan ini dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan, dan berkurangnya kemampuan gerak sendi.

OA paling sering mempengaruhi sendi yang menopang beban tubuh, seperti lutut, pinggul, tulang belakang, dan tangan. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko OA meliputi usia lanjut, obesitas, cedera sendi, genetika, dan aktivitas fisik yang berlebihan atau berulang. Meskipun tidak ada obat untuk OA, pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Perawatan biasanya mencakup kombinasi dari perubahan gaya hidup, terapi fisik, obat-obatan, dan dalam beberapa kasus, operasi.

Kejadian OA disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, genetika, dan ras, serta diperparah oleh malposisi sendi, infeksi, obesitas, dan sindrom metabolic. Pengobatan OA lutut saat ini menggunakan obat farmakologis seperti analgesik dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), tetapi obat-obat tersebut dapat menimbulkan efek samping dan ketergantungan. Bedah adalah metode pengobatan yang paling efektif, tetapi tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini.

Mengutip laman ugm.ac.id, berangkat dari permasalahan tersebut, di bawah bimbingan drh. Retno Murwanti, M.P., P.hD, Tim PKM-RE Peek a Boo yang diketuai oleh Rima Arvisya Natania Putri dari Biologi Angkatan 2022 dengan anggota Regina Nilamsari, Reny Ras Ninta Br Tarigan, Widha Nur Yuliharjanti, dan Felicia Averine, mengembangkan terapi yang mampu mencegah terbentuknya OA. Terapi ini melibatkan pembuatan nanoemulsi ekstrak fermentasi kacang kara benguk (M. pruriens). Nanoemulsi merupakan teknologi nanomedis yang mampu meningkatkan bioavailabilitas, stabilitas termodinamika, perlindungan dari degradasi, dan peningkatan absorbsi senyawa makromolekul.

Rima dan anggotanya memanfaatkan kacang kara benguk karena spesies ini merupakan komoditi lokal Indonesia yang potensinya belum dimaksimalkan. Spesies ini diketahui memiliki kemampuan meningkatkan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan, berkat kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan terpenoid. “Senyawa-senyawa ini yang dapat membantu mencegah pembentukan dan perkembangan OA,” kata Rima dalam keterangannya kepada wartawan di kampus UGM, Senin (12/8/2024).

Sampel kacang dan tempe yang telah dikoleksi kata Rima diambil dari Kabupaten Kulon Progo, kemudian diubah menjadi tiga sediaan ekstrak meliputi ekstrak kontrol, ekstrak kacang kara benguk terfermentasi L. plantarum dan L. casei, serta ekstrak tempe kara benguk. “Setelah dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total, maka diputuskan ekstrak tempe kara benguk yang akan menjadi bahan baku nanoemulsi,” paparnya.

Setelah formulasi nanoemulsi, Rima dan tim kemudian melakukan pengujian organoleptik, pH, viskositas, PSA, dan PDI untuk memastikan sediaan telah memenuhi syarat obat oral. Adapun, untuk menganalisis efektivitas sediaan, tim ini menggunakan Rattus norvegicus yang terinduksi OA dengan memanfaatkan enzim papain. Selanjutnya, hewan uji dianalisis dengan metode pengukuran diameter lutut, Walking Track Analysis, analisis radiografi, analisis histopatologis, dan analisis produksi sitokin proinflamasi dengan metode ELISA.

Rima menyampaikan bahwa hasil yang diperoleh timnya menunjukkan bahwa nanoemulsi kacang kara benguk dengan konsentrasi 100mg/mL, 200mg/mL, dan 400mg/mL secara signifikan mampu mencegah terbentuknya OA.

Bersama dengan dosen pendamping, Rima berharap hasil penelitian yang ia dan tim lakukan dapat meningkatkan nilai guna kacang kara benguk melalui standarisasi nanoemulsi, mengembangkan nanoemulsi yang mampu mencegah terbentuknya OA. “Hasil penelitian ini bisa menjadi sumber informasi terbaru terkait pemanfaatan kacang kara benguk untuk terapi osteoartritis,” pungkasnya. (kai)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Kacang Kara Benguk, Osteoartritis, Preventif, Terapi, UGM

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat

26 September 2026 By admin

Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo

26 September 2026 By admin

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

Teater Jepang “Puchi Mari Mari” Hiburan Sekaligus Pertukaran Budaya

18 September 2026 By admin

Suara Sound Horeg Melebihi 110 Desibel, Risiko Jantung dan Pendengaran

18 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026
  • PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader
  • BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM
  • ‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?
  • Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.