
WASHINGTON — Militer Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar setelah kehilangan sejumlah pesawat nirawak canggih jenis MQ-9 Reaper dalam konflik di Timur Tengah. Sejak awal April, sedikitnya delapan unit drone dilaporkan jatuh, sehingga total kerugian meningkat menjadi 24 unit selama periode perang dengan Iran.
Mengacu pada laporan CBS News, nilai kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dolar AS, atau setara lebih dari Rp12 triliun. Estimasi ini didasarkan pada harga satu unit MQ-9 Reaper yang berkisar 30 juta dolar AS, tergantung pada spesifikasi.
Drone MQ-9 Reaper sendiri merupakan alutsista produksi General Atomics Aeronautical Systems yang dirancang untuk berbagai misi strategis, mulai dari pengumpulan intelijen, pengawasan, pengintaian, hingga serangan presisi.
Sementara itu, laporan dari Middle East Monitor yang mengutip data CBS menyebutkan bahwa operasi militer gabungan AS dan Israel telah menargetkan lebih dari 13.000 lokasi di wilayah Iran sejak akhir Februari. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan ke berbagai target di 12 negara selama konflik berlangsung.
Meski telah diumumkan gencatan senjata selama dua pekan, ketegangan di kawasan belum mereda. Israel disebut masih melanjutkan serangan udara ke Lebanon di tengah upaya deeskalasi.
Dari pihak Iran, Komandan Pertahanan Udara Brigadir Jenderal Alireza Elhami mengklaim bahwa pasukannya berhasil menghancurkan lebih dari 160 drone milik musuh sejak konflik dimulai. Selain drone MQ-9, sistem pertahanan Iran juga dikatakan mampu menjatuhkan berbagai jenis pesawat tempur modern serta rudal jelajah.
Menurut Elhami, keberhasilan tersebut merupakan hasil kombinasi strategi taktis, pemanfaatan teknologi modern, serta efektivitas sistem pertahanan udara yang mampu mengacaukan operasi musuh. Ia menegaskan bahwa seluruh jaringan pertahanan udara Iran tetap siaga penuh untuk menjaga wilayahnya dari serangan lanjutan.
Konflik ini sendiri bermula dari eskalasi besar pada akhir Februari, yang kemudian diikuti aksi saling serang antara kedua pihak menggunakan rudal dan drone di berbagai titik strategis kawasan. (ian)



Tinggalkan Balasan