• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Muhasabah Pagi: Taubat Mengembalikan Keseimbangan Alam dan Keteraturan

7 Januari 2023 by admin Tinggalkan Komentar

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Oleh: Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

Ketidak seimbangan kehidupan karena terjadinya penyimpangan fitrah kehidupan itu sendiri. Manusia keluar dari fitrahnya, melanggar tugas dan misi hidup yang diamanatkan pada dirinya, sehingga merusak dan menggerus alam semesta dengan memperturutkan nafsunya, sehingga alampun menyimpang dari sunnatullah keteraturanya, maka yang muncul ketidak seimbangan (inbalance) dan ketidak teraturan(chaos).

Ibarat tubuh manusia yang fitrahnya makan tiga kali sehari, dia melawan dengan makan hanya sekali sehari, maka akan terjadi malfungsi pencernaan dirinya, sehingga akan mengalami magh yang membahayakan bagi kehidupannya. Sama dengan alam semesta, hutan sebagai penyangga banjir harus dihabisi demi nafsu proyek para elitis dan konglomerat, maka hilanglah penyangga banjir, dan yang terjadi kerusakan alam yang tiada henti.

Manusia diciptakan sudah dengan fitrah ketaatan, ketika melanggar maka dia akan mengalami ketidak seimbangan hidup dan kekacauan, sebagaimana Adam as. Sehingga problematika kehidupan manusia saat ini baik diri, keluarga, masyarakat semua berujung pada  ketidaktaatan atau penyimpangan fitrah.

Banyaknya perceraian karena fitrah berkeluarga dilanggar, posisi suami sudah jauh dari nilai qiwamah (pemimpin), dan wanita jauh dari nilai muthiah (ketaatan). Hal ini bisa disebabkan karena bias istilah pengarusutamaan jender, yang menginginkan kehidupan laki laki dan perempuan mitra sejajar, bukan mitra fungsional.

Banyaknya anak durhaka juga sama, karena tugas orang tua sebagai pendidik ditinggalkan, mereka sibuk dengan karir dan usahanya, melupakan tugas pendidikan anaknya.

Pendidikan yang saat ini belum mampu memberikan solusi kepada umat, begitu banyak pengangguran, dan penyimpangan perilaku anak didik, hal ini karena fitrah pendidikan diacuhkan, pendidikan yang seharusnya berangkat dari nilai tauhid, dilanggar dengan memaksimalkan pendidikan materi kepada anak, sehingga generasi materialisme yang hadir, dan mereka menjadi hamba hamba dunia yang malah merusak alam semesta dan jauh dari Tuhanya.

Jika kita melihat ayat di atas maka Allah SWT memberikan solusi bagi Adam yang sudah sangat jauh dari fitrahnya, sehingga harus jatuh ke dunia yang penuh ujian. Solusi itu adalah kalimat pertaubatan sebagaimana firman Allah;

فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (37) }

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Banyak tafsir menjelaskan akan maksud kalimat dalam ayat tersebut, ada yang mengatakan syariat haji, ada yang mengatakan taubat.

Menurut suatu pendapat, ayat ini merupakan tafsir dan penjelasan dari ayat lainnya, yaitu firman-Nya:

{قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ}

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi.” (Al-A’raf: 23)

Ayat tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits Gharib, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain ibnu Isykab, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Asim, dari Sa’id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Ubay ibnu Ka’b, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Adam ‘alaihissalam berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimanakah jika aku bertobat dan kembali? Apakah Engkau akan mengembalikan diriku ke surga?” Allah menjawab, “Ya.” Yang demikian itulah makna firman-Nya, “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya.”(HR. Ibnu Abi Hatim)

Syarat kembali ke surga adalah taubat. Sehingga fitrah akan dapat dikembalikan dengan taubat, keteraturan dan keseimbangan dunia akan dapat terjadi dengan taubat, mereset ulang kehidupan manusia dengan pola awal yang Allah SWT telah tetapkan.

Dalam ayat tersebut dapat diambil beberapa hikmah yang dapat diimplementasikan:

Yang pertama, Pertaubatan Universal

Nabi Adam as di dunia hanyalah menajalankan pertaubatan, dan inilah yang hendaknya dilakukan oleh semua manusia. Bahwa manusia adalah makhluk yang akan selalu berbuat salah dan lupa, bahkan melakukan dosa. Maka dengan sifat manusia itu pertaubatan menjadi misi hidup utama, sebagai ittiba’ dengan nabi Adam as, sehingga surga akan menjadi tempat kembali kita.

Pertaubatan bukanlah hanya menyesali dosa-dosa karena zina ataupun meninggalkan sholat, tetapi taubat yang universal, sebagaimana Allah SWT sampaikan, Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).(at tahrim ayat 8).

Taubat yang sebenar-benarnya taubat adalah taubat universal, taubat dalam seluruh kehidupan manusia, bukan hanya taubat dalam pengertian hanya kembali ke masjid, sering sholat dan menjalankan ibadah. Akan tetapi taubat sebagai sistem reset fitrah, hendaknya mengembalikan sistem kehidupan kepada jalan fitrah ilahiah, sistem pendidikan, sistem politik, sistem ekonomi dan semua aspek hidup manusia.

Pendidika hendaknya dikembalikan kepada aturan Allah SWT, menjadikan tauhid sebagai dasar semua pengetahuan. Sistem politik harus berdasarkan pada konsep kepemimpinan tertinggi milik Allah, Dialah yang menjadikan seseorang pemimpin atau merendahkannya, dan semua kepemimpinan akan diminta tanggung jawab Allah SWT. Sistem ekonomi harus berkeadilan, jauh dari sistem Ribawi dan gharar. Sehingga ekonomi akan terus bertumbuh dan mensejahterakan.

Dibutuhkan kemampuan para pemimpin, insan profetis untuk berjuang mengembalikan ketidakseimbangan dan kekacauan saat ini kepada fitrah ilahiah nya, bukan terbawa arus kerusakan yang malah membuat kehidupan semakin hancur.

Yang kedua, Allah maha penerima taubat dan menyayangi

Pertaubatan totalitas akan menghasilkan kasih sayang Allah SWT. Sehingg sifat Allah at Tawwab selalu bergandengan dengan _Al Rahiim, artinya kasih sayang Allah akan hadir dengan pertaubatan hamba, bahkan saking senangnya Allah dengan taubat hamba Nya, seperti seorang yang senang ketika menemukan ontanya yang hilang.

Artinya, Allah menghendaki hamba Nya kembali, melakukan reset ulang pemikiran, ideologi, sistem dan prilaku, menyesuaikan dengan kehendak Allah SWT, bukan semakin menyombongkan diri dengan berbagai dalih kecerdasan intelektualnya, dan kekuatan tekhnologi yang mereka hasilkan.

Karena semakin manusia melakukan kesombongan maka dia benar-benar melawan Allah SWT, merebut selendang Allah SWT yaitu Al kibriya’.

Merasa bahwa sistem yang dia hasilkan adalah mampu menyelesaikan semua masalah hidup, sedangkan sistem tersebut jauh dari aturan Allah SWT, maka dia akan mengalami kesulitan dan kesulitan.

Andai Adam tidak melakukan pertaubatan, sungguh dia akan semakin terjerumus kedalam kubangan dosa dan kesengsaraan.

Maka mengakui diri bahwa diri kita adalah manusia yang lemah, hina dan penuh aniaya adalah kebijaksanaan tertinggi, dan selalu berharap akan ampunan Allah, berharap Allah kembalikan semuanya kepada fitrah yang baik.

Insan profetis adalah yang selalu cerdas dalam hidupnya, senantiasa melakukan pertaubatan totalitas, dalam rangka berjuang mengembalikan jalan fitrah yang Allah SWT telah tetapkan.

Memang ini adalah tugas yang sangat luar biasa, karena bias penyimpangan dari fitrah sudah terlalu jauh, tetapi Allah SWT tidak melihat hasil kita, tetapi semangat dan ketulusan kita. Seperti pembunuh seratus manusia yang bertaubat, dan hijrah, maka Allah menghitung jarak tempuh hijrahnya, bukan hasil hijrahnya.

Sumber: ummetro.ac.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, Tips Ditag dengan:Keseimbangan Alam, Keteraturan, Muhasabah Pagi, Taubat

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Cuaca Tak Bersahabat, Penutupan Taman Nasional Komodo Diperpanjang

18 Januari 2026 By admin

Slot Maklumi Kekecewaan Fans Usai Liverpool Kembali Tertahan

18 Januari 2026 By admin

Vaksin Influenza, Masihkah Dipandang Sebelah Mata?

18 Januari 2026 By admin

Khamenei Tuding Trump Bertanggung Jawab atas Krisis di Iran

18 Januari 2026 By admin

Bandara Adisutjipto: Keberangkatan ATR 42-500 ke Makassar Sudah Sesuai Prosedur

18 Januari 2026 By admin

Sinar Matahari, Kesehatan, dan Perannya Meredam Depresi

17 Januari 2026 By admin

Labuhan Sarangan: Doa, Alam, dan Jejak Leluhur yang Kini Diakui Negara

17 Januari 2026 By admin

Kemenhaj Perkuat Kanal Kawal Haji untuk Aduan Jamaah

17 Januari 2026 By admin

UE Minta Israel Hentikan Perluasan Permukiman di Tepi Barat

17 Januari 2026 By admin

Koeman Optimistis Belanda Bisa Kejutkan Piala Dunia 2026

17 Januari 2026 By admin

KPK Telusuri Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

17 Januari 2026 By admin

Tavares Jelaskan Perekrutan Tiga Pemain Asing Baru Persebaya

16 Januari 2026 By admin

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Biro Haji ke Pengurus PBNU

16 Januari 2026 By admin

Wamenhaj Minta Petugas Haji Lepas Gelar Saat Diklat

16 Januari 2026 By admin

Iran Tegaskan Tak Akan Diam Hadapi Ancaman AS

16 Januari 2026 By admin

Nasi atau Roti untuk Sarapan, Mana Lebih Sehat?

16 Januari 2026 By admin

Lautan Surya di Jantung Gurun Abu Dhabi

16 Januari 2026 By admin

Pemerintah Izinkan 156 Prodi Spesialis Kedokteran Baru

16 Januari 2026 By admin

Sampai Kapan Keracunan MBG Berakhir

16 Januari 2026 By admin

Maroko Tantang Senegal di Final Piala Afrika 2025

15 Januari 2026 By admin

Kekerasan di Sekolah: Alarm untuk Reformasi Pendidikan Sesungguhnya

15 Januari 2026 By admin

Guru SMK di Jambi Jadi Korban Pengeroyokan Siswa

15 Januari 2026 By admin

Pasar Murah Jatim Dinilai Efektif Tekan Inflasi

15 Januari 2026 By admin

Kemenkes Minta Walimatus Safar Dibatasi H-7 Haji

14 Januari 2026 By admin

Michael Carrick Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Interim Manchester United

14 Januari 2026 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark
  • OTT KPK dan Darurat Integritas Kepala Daerah
  • Prabowo Rencanakan Bangun 10 Kampus Baru
  • Liga Champions 2026, Madrid Hajar Monaco 6-1
  • KPK Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati, Tarif Capai Rp225 Juta

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.