
Surabaya (Trigger.id) – Nick Jonas—yang banyak dikenal lewat Jonas Brothers, Disney Channel, hingga “The Voice”—ternyata sudah 20 tahun hidup dengan diabetes tipe 1 (T1D). Di momen National Diabetes Awareness Month tahun ini, penyanyi 33 tahun itu membuka kisah lengkapnya dalam wawancara bersama Health.
Diagnosis yang Mengubah Hidup
Jonas didiagnosis diabetes tipe 1 saat berusia 13 tahun. Tidak seperti diabetes tipe 2 yang berkembang perlahan, T1D adalah penyakit autoimun yang membuat pankreas tidak lagi memproduksi insulin. Jonas mengaku saat pertama kali masuk rumah sakit ia sangat ketakutan. “Saya tidak tahu apakah saya akan baik-baik saja, atau malah sebaliknya,” kenangnya.
Saat itu kariernya baru mulai melesat—sudah tampil di Broadway sejak usia 9 tahun dan baru menandatangani kontrak rekaman bersama kedua kakaknya. Karena itu, tak lama setelah memahami cara mengelola penyakitnya, ia langsung kembali bekerja.
Ia kemudian memutuskan untuk menjadi sosok yang bisa dilihat penyandang diabetes lainnya. Dua tahun setelah diagnosis, Jonas mengumumkan kondisi kesehatannya ke publik dan pada 2015 ikut mendirikan organisasi nirlaba Beyond Type 1.
Dua Dekade Beradaptasi
Di masa remaja, Jonas merasa beban besar untuk selalu menjaga kadar gula darahnya stabil. “Saya keras pada diri sendiri, seolah semuanya tanggung jawab saya,” ujarnya. Kini, ia lebih terbuka pada orang-orang di sekelilingnya saat mengalami kadar gula naik atau turun dan meminta bantuan jika diperlukan.
Usia membuatnya harus makin teliti soal makanan. Ia mengurangi asupan karbohidrat dan mulai sadar bahwa jenis makanan tertentu memengaruhi gula darahnya berbeda dibanding dulu. Dengan bantuan dokter dan perangkat pemantau glukosa berkelanjutan Dexcom G7, Jonas bisa mengetahui kondisi tubuhnya secara real time—sangat penting mengingat ia sering bepergian untuk konser.
Menjalani Tur dan Mengendalikan T1D
Jadwal Jonas tahun ini padat: tur “JONAS20: Greetings From Your Hometown” sejak Agustus dan sebelumnya tampil di Broadway lewat “The Last Five Years.”
Di tengah jadwal yang ketat, penyesuaian tetap harus dilakukan. Dalam sebuah konser di New Jersey, ia tiba-tiba merasakan gula darahnya turun dan mulai merasa pusing. Ia memberi kode pada kedua kakaknya untuk berbicara kepada penonton guna memberi waktu, lalu turun panggung sebentar untuk minum jus nanas dan makan fruit snacks—dan segera kembali untuk melanjutkan pertunjukan.
Bagi Jonas, dua puluh tahun hidup dengan diabetes tipe 1 berarti terus belajar, beradaptasi, dan tidak menjalani semuanya sendirian. (bin)



Tinggalkan Balasan