• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Putu, Jajanan Tradisional Tak Lekang Ditelan Waktu

30 Agustus 2024 by zam Tinggalkan Komentar

Ilustrasi jajanan tradisional putu. Foto: Wikipedia

Surabaya (Trigger.id) – Sejarah putu diyakini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia, namun asal usul pastinya masih tidak jelas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa putu mungkin berasal dari Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia dan membawa variasi jajanan yang mirip. Seiring waktu, resepnya mengalami adaptasi lokal, terutama dalam penggunaan bahan seperti gula merah dan kelapa parut, yang sangat umum di Indonesia.

Asal nama jajanan tradisional “putu” diduga berasal dari bahasa Tamil, yaitu “puttu,” yang berarti “kukus” atau “dikukus.” Ini merujuk pada proses memasak putu yang dikukus dalam cetakan bambu. Nama ini kemungkinan besar dibawa oleh para pedagang dan pendatang dari India Selatan ke Indonesia, yang kemudian diadopsi dan disesuaikan dengan bahan-bahan lokal seperti tepung beras, gula merah, dan kelapa parut.

Dalam perjalanan waktu, “puttu” berkembang menjadi “putu” dan menjadi bagian dari kuliner tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun asal usul pastinya tidak sepenuhnya jelas, hubungan antara nama dan metode memasak yang menggunakan kukusan menunjukkan pengaruh kuat dari budaya kuliner India Selatan dalam penciptaan jajanan ini.

Jajanan tradisional putu terkenal karena keunikan dalam cara penyajiannya dan rasa yang khas. Putu biasanya dibuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah dan parutan kelapa, kemudian dikukus dalam cetakan bambu kecil. Salah satu ciri khas yang membuat putu terkenal adalah suara siulan khas yang dihasilkan saat adonan dikukus di dalam cetakan bambu. Aroma pandan yang harum dari daun yang melapisi adonan juga menambah daya tarik dari jajanan ini.

Daerah yang Mengenal Putu

Putu dikenal di berbagai daerah di Indonesia, dengan variasi yang mungkin sedikit berbeda tergantung pada tempatnya:

  1. Jawa: Di Pulau Jawa, putu sangat populer dan mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional dan penjaja keliling. Putu di Jawa umumnya disajikan dalam bentuk silinder kecil dan sering disajikan bersama dengan kue klepon atau cenil.
  2. Sumatera: Di Sumatera, terutama di bagian utara, putu juga dikenal dan disajikan dalam bentuk yang mirip dengan di Jawa. Namun, di beberapa daerah, putu dibuat dengan adonan yang lebih kasar atau menggunakan campuran bahan yang sedikit berbeda.
  3. Bali: Di Bali, putu sering disebut “putu ayu” dan memiliki tampilan yang lebih modern dengan warna-warni dari pewarna alami. Meskipun bahan dasarnya mirip, putu ayu sering disajikan dengan parutan kelapa di bagian atasnya.
  4. Sulawesi: Putu juga dikenal di beberapa daerah di Sulawesi, dengan cara penyajian yang sedikit berbeda namun tetap mempertahankan unsur dasar seperti penggunaan tepung beras dan gula merah.

Sejarah Putu

Sejarah putu diyakini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia, namun asal usul pastinya masih tidak jelas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa putu mungkin berasal dari Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia dan membawa variasi jajanan yang mirip. Seiring waktu, resepnya mengalami adaptasi lokal, terutama dalam penggunaan bahan seperti gula merah dan kelapa parut, yang sangat umum di Indonesia.

Putu telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan penjaja putu keliling yang menggunakan suara khas dari alat kukusannya menjadi bagian dari nostalgia masa kecil bagi banyak orang di Indonesia. Suara itu sering dianggap sebagai tanda malam tiba di banyak desa dan kota di Indonesia, menambah aspek emosional dan budaya yang melekat pada jajanan ini. (zam)

Share This :

Ditempatkan di bawah: ekonomi pariwisata, nusantara, seni budaya, update Ditag dengan:Ditelan Waktu, Gastronomi, Jajanan Tradisional, Lekang, Putu

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Saat Stadion Bersih, Benarkah Rumah Warga Jepang Terlupakan?

21 Juni 2026 By admin

Inter Milan Ikat Cristian Chivu Hingga 2028 Usai Musim Gemilang

20 Juni 2026 By admin

Di Balik Impian ke Baitullah: Negara Harus Hadir Mengawal Hak Jemaah Umrah

19 Juni 2026 By admin

Kloter 65 Asal Kabupaten Mojokerto Tiba di Tanah Air, Disambut Menhaj dan Bupati

19 Juni 2026 By admin

Shalat: Membangun Koneksi Sejati dengan Allah SWT

19 Juni 2026 By admin

Yordania: Mimpi yang Akhirnya Menjadi Nyata

18 Juni 2026 By admin

Nata de Coco, Si Kenyal yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar

18 Juni 2026 By admin

Ketika Begadang Berubah Menjadi Gaya Hidup

17 Juni 2026 By admin

Jejak Hening Malam 1 Sura di Bawah Langit Mangkunegaran

17 Juni 2026 By admin

Messi Sebut Rekor Gol Piala Dunia Hanya Bonus

17 Juni 2026 By admin

Kiswah Baru, Semangat Baru: Makna Pergantian Kain Penutup Ka’bah di Awal Tahun Hijriah

16 Juni 2026 By admin

Argentina Waspadai Kejutan Aljazair pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

16 Juni 2026 By admin

Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharram Sebagai Titik Awal Perubahan Positif

16 Juni 2026 By admin

Kemendukbangga Uji Coba Program Siap Impact Atasi Pengangguran

15 Juni 2026 By admin

Waspadai Kesombongan yang Tak Terlihat

15 Juni 2026 By admin

Dorong Kelanjutan Selingkar Wilis, Gubernur Jatim Sebut Kunci Percepatan Ekonomi Kawasan Selatan

14 Juni 2026 By admin

Brasil Ditahan Maroko 1-1, Alisson Jadi Penyelamat Selecao di Laga Perdana Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 By admin

Menyapa Awan di Pegunungan Thaif, Kereta Gantung yang Jadi Magnet Jamaah Haji Indonesia

14 Juni 2026 By admin

Operasional Haji 2026 Masuki Hari ke-54, Pemulangan Jemaah Indonesia Terus Berjalan

14 Juni 2026 By admin

UEFA Percayakan Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa 2026

14 Juni 2026 By admin

Evaluasi Besar Haji 2026, Pergerakan Jamaah dan Syarat Kesehatan Jadi Sorotan

13 Juni 2026 By admin

Ketika Dunia Mulai Membatasi Media Sosial untuk Anak

13 Juni 2026 By admin

Kesamaan Ambisi Jadi Alasan Ernando Ari Bertahan di Persebaya

13 Juni 2026 By admin

Piala Dunia dan Mimpi Menyatukan Dunia

12 Juni 2026 By admin

Iran Tegaskan Kontrol Selat Hormuz, Peringatkan Kapal Asing Agar Tidak Melintas

12 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Prabowo Ajak NU Dukung Upaya Menutup Kebocoran Kekayaan Negara
  • Ronaldo Cetak Brace, Portugal Gilas Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026
  • Film Indonesia Menembus Panggung Shanghai, Dari Cerita Lokal Menuju Apresiasi Global
  • Argentina Pastikan Tiket ke 32 Besar Usai Tumbangkan Austria 2-0
  • Layanan Haji Indonesia Kini Terpusat di Madinah

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.