• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ramadhan Mendidik Selektif Konsumsi Makanan

25 April 2022 by wah Tinggalkan Komentar

Dr. M. Fathorrazi, MSi
Ketua Badan Pengembangan  Industri Halal (BPIH) MUI Jatim

Bisa menjalankan perintah puasa dengan baik merupakan kebahagiaan yang sangat besar bagi umat Islam karena itu merupakan buah dari dua kegiatan sebelumnya. Pertama, mereka telah berharap untuk bisa dipertemukan dengan bulan ramadhan seraya sering mengucapkan doa sejak bulan rajab dengan doa “Ya Allah berkahilah kami pada bulan rajab dan sya’ban. Sampaikanlah kami pada bulan ramadhan”. Artinya bulan ramadhan ini memang merupakan bulan impian bagi umat muslim sehingga jauh hari sebelumnya mereka telah berharap agar bisa dipertemukan dengan bulan ramadhan. Kedua, bulan ramadhan merupakan password bagi ummat muslim untuk menjadikan dirinya insan yang doanya senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firmanNya :

“Wahai orang yang berimna, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al Baqarah, 183).

Dengan kata lain tujuan menjalankan ibadah puasa adalah meningkatkan status kita dari seorang yang beriman menjadi orang yang taqwa kepada Allah SWT. Selanjutnya bila dikaitkan dengan Al Qurán surat Al Maídah ayat 27, dipenghujung ayat tersebut berbunyi “……..sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakawa”. Jelas tergambar benang merahnya bahwa upaya meningkatkan status dari orang beriman menjadi orang yang taqwa akan bermuara pada dikabulkannya semua doa manusia tersebut. Bila kita sudah menyandang status sebagai pendoa yang senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT maka sempurna sudah hidup ini karena permintaan apapun akan dikabulkan oleh Allah SWT. Artinya bila sudah menyandang status taqwa maka sempurna hidup ini. Semua itu bisa diperoleh diantaranya melalui melaksanakan ibadah puasa. Dua alasan ini merupakan pendukung utama ramadhan merupakan impian umat Islam.

Disamping dua hal tersebut, banyak hikmat yang bisa diraih oleh ummat manusia dari menjalankan puasa ini. Sebagaimana diuraikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa definisi puasa adalah salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Berdasarkan definisi ini Puasa mengajari kita untuk mampu menahan makanan yang tidak diperkenankan, terutama karena waktunya belum diperbolehkan. Boleh jadi, di siang hari kita memiliki makanan halal yang diperoleh dari hasil kegiatan halal pula namun karena belum diperbolehkan untuk memakannya maka kita berperang dengan hawa nafsu untuk menolak dan menjauhinya. Dengan demikian, bila kita telah lulus dari pelatihan menjalankan puasa ini maka kita akan keluar menjadi pemenang sebagai insan yang mampu menahan hawa nafsunya. Apabila dibawa kepada hal yang lebih luas  dapat disimpulkan bahwa ramadhan melalui kegiatan puasanya mendidik ummat untuk selektif membedakan hal yang diperbolehkan dan yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan kalimat singkat bisa dikatakan bahwa ramadhan melatih kita untuk menjadi manusia yang selektif.

Manusia yang selektif akan tergambar dalam semua kegiatannya sehari-harinya termasuk dalam memilih makan untuk dikonsumsinya. Allah SWT telah mewajibkan untuk selektif dalam memilih makanan, yakni bedakan antara halal dengan yang tidak halal, juga bedakan antara yang toyyib dengan yang tidak toyyib. Sebagaimana firmanNya :

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di Bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al Qurán, Baqarah ayat 172).

Untuk bisa membedakan antara yang halal dan tidak halal, baik dan tidak baik merupakan sesuatu yang tidak mudah dalam konteks kehidupan yang serba kompleks seperti sekarang ini. Hal itu bisa disebabkan oleh input dari makanan tersebut yang harus ditelusuri, prosesnya yang harus diperhatikan, maupun pendistribusiannya sampai makanan itu dimasukkan ke mulut manusia sangatlah rumit. Hal itu disebabkan oleh proses keinginan manusia yang terus meningkat yang menyebabkan makanan menjadi beraneka ragam penuh kreasi dan inovasi agar menjadi menarik untuk dikonsumsi. Belum lagi proses pengiklanannya yang sedemikian canggih sehingga menyebabkan manusia akan mengalami kesulitan untuk bisa membedakan halal atau tidak halal dengan hanya melihatnya semata (fitting by Eye). Jelasnya, manusia memerlukan bantuan untuk membedakan mana makanan yang halal dan yang tidak halal.

Seandainya lahir suatu alat yang bisa mendeteksi kehalalan suatu makanan seperti layaknya kacamata tembus pandang maka akan sangat membantu sosok insan seletif ini. Namun, pemerintah telah hadir dalam memecahkan masalah yang dihadapi rakyatnya. Melalui Undang-Undang Nomer 33 tahun 2014 yang diterakan 5 tahun kemudian, tepat tanggal 17 Oktober 2019 maka masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya dibantu oleh pemerintah Indonesia untuk bisa membedakan antara makanan halal dan tidak halal melalui Sertifikasi Halal. Bantuan itu bukan hanya sekedar anjuran melainkan lebih dari itu, yakni melalui undang-undang ini maka setiap produk wajib bersertifikat halal sehingga semuanya bisa menjadi terang benderang mana yang halal dan mana ynag tidak halal, bahkan tahun 2024 pemerintah menargetkan semua produk di Indonesia telah bersertifikat halal. Serangkaian kegiatan diluncurkan untuk mencapai target tersebut, mulai dari program sertifikasi halal gratis (program SEHATI) sampai kepada penataan institusi yang mengurusnya, seperti Lembaga Pendamping PPH (Proses Produksi Halal),  Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), sampai kepada pemberdayaan masyarakat untuk menjadi bagian dari proses menuju tahun 2024 semua produk Indonesia bersertifikat halal, yakni dengan melahirkan suatu kompetensi baru di masyarakat yang mendatangkan pendapatan sebagai Pendamping PPH. Jadi, jalan menuju titik terang telah dirintis dan ditata buat apa kita masih bertanya-tanya. Kesimpulannya, wujud manusia selektif yang ditempa oleh ramadhan salah satunya dapat diwujudkan melalui sertifikasi halal yang sukses di Indonesia. Semoga!

Share This :

Ditempatkan di bawah: Ramadhan, update Ditag dengan:bulan suci, halal, ibadah puasa, makanan, ramadhan, selektif

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ditetapkan Lewat Musyawarah AHWA

31 Agustus 2026 By admin

Bruno Fernandes Menggila! Hattrick Antar MU Pesta Gol 5-2 atas Ipswich

31 Agustus 2026 By admin

Arab Saudi Gaspol Revolusi Layanan Haji dan Umrah

31 Agustus 2026 By admin

Miftahul Akhyar Kembali Dipercaya Jadi Rais Am PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang

29 Agustus 2026 By admin

Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

29 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 3.283 Warga Surabaya Sanggah Desil, Dinsos Verifikasi Data
  • KAI Tambah 1.032 Kursi Tujuan Jakarta Imbas Erupsi Anak Krakatau
  • Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah
  • Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Anak Krakatau
  • Emil Dardak Bikin Kejutan Konser Kahitna, dari Kursi Penonton ke Panggung “Lajeungan”

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.