“Wahai Fathimah, bukankah aku sudah memintamu untuk mengganti pakaian Sang Khalifah?” Fathimah menjawab, “Ia tidak memiliki pakaian lain untuk salin.” (Abu Nu’aim al-Ashbahani, Hilyatul Auliya wa Thabaqathul Ashfiya, 2019: juz V, halaman 207). Penulis : Muhammad Abror (alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon) Gaya pemerintahan Umar bin Abdul Aziz memang selalu … [Selengkapnya ...] about Muhasabah Pagi: Jadi Pejabat Negara, Contohlah Umar bin Abdul Aziz
Muhasabah Pagi
Muhasabah Pagi: Seberapa Luas Makna Sedekah
"Ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi, “Siapakah manusia yang paling baik?” Nabi menjawab, “Orang yang memberi manfaat kepada orang lain.” Sahabat itu bertanya lagi, “Amal apa yang paling utama?” Dijawab, “Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman." (H.R. Thabrani). Penulis: M. Fuad Nasar (Seditjen Bimas Islam) Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengingatkan … [Selengkapnya ...] about Muhasabah Pagi: Seberapa Luas Makna Sedekah
Muhasabah Pagi: Menata dan Meniti Dunia
"Allah menurunkan wahyu-Nya, katakan (wahai Muhammad), ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. (QS Ya-sin 88-89")" Penulis: KH Husin Naparin - Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan Alangkah banyaknya problema yang harus kita hadapi, lebih-lebih pada zaman now; dari diri kita sendiri yang ambisius tak terkendali, kehidupan rumah tangga … [Selengkapnya ...] about Muhasabah Pagi: Menata dan Meniti Dunia
Muhasabah Pagi: Jika Semua Sudah Ditakdirkan, Lantas Untuk Apa Berdoa?
“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Juga tidak ada yang bisa memperpanjang usia kecuali kebaikan.”. Penulis : Saifir Rohman - Alumnus Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Doa disebut sebagai salah satu faktor yang dapat mengubah takdir. Dalam hadis dari jalur Salman al-Farisi yang termaktub … [Selengkapnya ...] about Muhasabah Pagi: Jika Semua Sudah Ditakdirkan, Lantas Untuk Apa Berdoa?
Muhasabah Pagi: Cak Nun: Dzikirkan Dirimu Sebagai Manusia
"Dzikir diri pada setiap orang tersebut berbeda. Mau dilihat dari kacamata pragmatis atau mau jawaban yang lebih mendalam". Oleh Emha Ainun Najib Dzikir diri itu jika dilihat dari sudut ilmu keluasan dan ketinggian memiliki makna tersendiri. Sementara kita sebagai manusia ini ada yang terdiri dari diri sejati dan diri artifisial. Diri kita ini adalah diri yang … [Selengkapnya ...] about Muhasabah Pagi: Cak Nun: Dzikirkan Dirimu Sebagai Manusia


