• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Surabaya (Trigger.id) – Setiap Ramadhan, dua istilah ini sering terdengar: takjil dan iftar. Keduanya sama-sama terkait dengan momen berbuka, tetapi memiliki makna dan penekanan yang berbeda. Memahami keduanya secara tepat penting agar ibadah puasa tidak sekadar menjadi rutinitas kuliner, melainkan tetap berada dalam koridor tuntunan syariat.

Apa Itu Iftar?

Secara bahasa, iftar (إفطار) berasal dari kata afṭara yang berarti “membuka puasa.” Dalam fikih, iftar adalah tindakan membatalkan puasa saat waktu Maghrib tiba.

Dasarnya merujuk pada hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, dengan beberapa teguk air (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Makna penting iftar:

  1. Mengakhiri ibadah puasa sesuai waktu yang ditetapkan.
  2. Mengikuti sunnah dengan menyegerakan berbuka.
  3. Diawali dengan doa dan kesederhanaan.

Dengan demikian, iftar adalah ibadahnya, bukan sekadar acara makan malam.


Apa Itu Takjil?

Kata takjil berasal dari bahasa Arab ta‘jīl (تعجيل) yang berarti “menyegerakan.” Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba.

Dalam praktik masyarakat Indonesia, istilah takjil mengalami perluasan makna. Ia sering dipahami sebagai makanan atau minuman pembuka puasa—seperti kolak, kurma, atau air manis.

Padahal secara istilah syar’i, takjil bukan nama makanan, melainkan anjuran untuk tidak menunda berbuka.

Ulama seperti Imam An-Nawawi dalam syarah hadis di Sahih Muslim menjelaskan bahwa menyegerakan berbuka adalah sunnah yang menunjukkan ketaatan dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.


Perbedaan Takjil dan Iftar

AspekTakjilIftar
Makna bahasaMenyegerakanMembuka puasa
Makna syar’iAnjuran menyegerakan berbukaTindakan membatalkan puasa
FokusWaktu (tidak menunda)Perbuatan (mengakhiri puasa)
Praktik populer di IndonesiaMakanan pembukaAcara atau momen berbuka

Singkatnya:
Takjil adalah prinsip waktunya, iftar adalah perbuatannya.


Panduan Praktis Berbuka Sesuai Sunnah

Agar puasa bernilai maksimal, berikut panduan ringkas berbuka berdasarkan kajian hadis yang sahih:

1️⃣ Segerakan Berbuka

Jangan menunda setelah azan Maghrib berkumandang. Ini bagian dari sunnah.

2️⃣ Dahulukan yang Ringan

Rasulullah ﷺ berbuka dengan kurma atau air. Ini juga selaras dengan ilmu kesehatan modern—gula alami kurma cepat mengembalikan energi tanpa membebani lambung.

3️⃣ Baca Doa

Doa yang diriwayatkan dalam hadis hasan:

“Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruq wa tsabatal ajru insya Allah.”
(Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.)

4️⃣ Hindari Berlebihan

Al-Qur’an mengingatkan:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Berbuka bukan ajang balas dendam rasa lapar.


Meluruskan Kebiasaan

Di Indonesia, “berburu takjil” sering dimaknai sebagai berburu aneka makanan manis. Tidak salah selama tidak berlebihan. Namun yang perlu diluruskan adalah pemahaman bahwa takjil bukan nama makanan, melainkan sikap menyegerakan berbuka.

Jika seseorang menunda makan berat karena ingin shalat Maghrib dulu, tetapi sudah membatalkan puasa dengan kurma atau air, maka ia tetap telah melaksanakan takjil dan iftar dengan benar.


Penutup: Kembali ke Esensi

Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan kedisiplinan. Memahami perbedaan takjil dan iftar membantu kita:

  • Tidak terjebak pada istilah yang keliru
  • Menghidupkan sunnah secara sadar
  • Menjadikan berbuka sebagai ibadah, bukan sekadar tradisi

Akhirnya, yang terpenting bukan banyaknya hidangan saat berbuka, tetapi keberkahan dalam setiap suapan pertama yang mengakhiri puasa. (ian)

Referensi: Berbagai sumber

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:adab, Berbuka, Iftar, Makna, Memahami, puasa, takjil

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kontroversi Kesehatan Mental Pemimpin Lansia: Antara Biologi Penuaan dan Dampak Kebijakan

8 April 2026 By admin

Rusunami Gen Z Surabaya: Hunian Modern Bagi Pasangan Muda

7 April 2026 By zam

Inggris Batasi AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran

7 April 2026 By admin

Saat Parkir Tak Lagi Tunai: 600 Jukir Surabaya Tersingkir di Era Digitalisasi

7 April 2026 By admin

Sumpah Balas IRGC di Tengah Gugurnya Jenderal Intelijen

7 April 2026 By admin

Taylor Swift Digugat Soal Merek “Showgirl”

7 April 2026 By admin

Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2026 By admin

Obat Penurun Berat Badan: Harapan Baru, Tapi Bukan Jalan Pintas

6 April 2026 By admin

Dana Haji Rp180 Triliun, Amanah Besar yang Dikelola Transparan

6 April 2026 By admin

Inter Libas Roma 5-2, Makin Kokoh di Puncak

6 April 2026 By admin

Trump Ancam Iran, Singgung Nama Allah

6 April 2026 By admin

WFH Rabu atau Jumat, Mana Lebih Efektif? Ini Kata Pakar dan ASN Jatim

5 April 2026 By zam

Dikunjungi Amsal Sitepu, Menteri Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekonomi Kreatif Daerah

5 April 2026 By zam

Ronaldo Ucap “Bismillah” Sebelum Cetak Gol Penalti?

5 April 2026 By admin

Selena Gomez, Dari Salah Diagnosis hingga Berdamai dengan Bipolar

5 April 2026 By admin

Prabowo Kecam Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

5 April 2026 By admin

MBG Berujung Darurat, 72 Siswa Keracunan dan Dapur SPPG Disetop

5 April 2026 By admin

Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

5 April 2026 By isa

Uji Mental Bajul Ijo, Persebaya Surabaya Ditantang Persita Tangerang di GBT

4 April 2026 By admin

Ahli Komunikasi Harus Perkuat ‘Critical Thinking’, Jangan Sekadar “Tukang Framing”

4 April 2026 By admin

Perketat Pengawasan Haji 2026, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Cegah Jamaah Ilegal

4 April 2026 By admin

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut

4 April 2026 By admin

Perdagangan yang Tak Pernah Rugi: Saat Iman Menjadi Investasi Abadi

4 April 2026 By admin

Kasus Jaksa Jatim dan Ujian Integritas di Tubuh Adhyaksa

4 April 2026 By admin

Lelah yang Menyelamatkan: Investasi Sehat dari Olahraga untuk Masa Tua

4 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • BPOM Perluas Vaksin Campak Bagi Dewasa, Nakes Jadi Prioritas
  • Senyapnya Ancaman Tuberkulosis di Indonesia
  • Serangan Israel Berlanjut, Iran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz
  • Liga Champions: PSG Unggul, Liverpool Masih Berpeluang
  • Gencatan Senjata AS–Iran, Israel Siap Lanjutkan Perang

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.