• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Cahaya dari Berbagai Penjuru: Tradisi Dunia Menyambut Ramadhan

18 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Sebuah pesan lampu dipasang di antara menara Masjid Süleymaniye menjelang bulan suci Ramadhan di Istanbul, 10 Maret 2024. Tulisan tersebut berbunyi, “Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.” (Foto: AP/Emrah Gurel)
Oleh: Wachid Mukaidori

Surabaya (Trigger.id) – Setiap kali bulan sabit tipis terlihat di langit, ada getaran yang sama di berbagai penjuru dunia. Dari gang-gang tua Kairo hingga perkampungan Jawa, dari kota-kota Maroko yang berwarna tanah hingga alun-alun Istanbul yang megah—Ramadhan datang bukan hanya sebagai kewajiban berpuasa, tetapi sebagai peristiwa budaya yang hangat, meriah, dan sarat makna.

Berikut empat potret tradisi unik masyarakat dunia dalam menyambut bulan suci.

Mesir: Lentera Fanous yang Menyalakan Rindu

Di Mesir, Ramadhan identik dengan cahaya fanous, lentera warna-warni yang menggantung di balkon, toko, dan jalan-jalan kota tua. Tradisi ini konon telah ada sejak era Dinasti Fatimiyah, ketika masyarakat menyambut khalifah dengan membawa lentera sebagai simbol kegembiraan.

Menjelang Ramadhan, pasar-pasar di Kairo berubah menjadi lautan cahaya. Anak-anak membawa fanous kecil sambil bernyanyi lagu-lagu khas Ramadhan. Lentera bukan sekadar hiasan; ia adalah simbol harapan, penerang jiwa, dan tanda bahwa bulan penuh ampunan telah tiba.

Turki: Tabuhan Genderang Sahur dan Mahya di Langit Kota

Di Turki, suasana Ramadhan terasa sejak malam pertama. Di kota-kota seperti Istanbul, dua menara masjid dihiasi lampu bertuliskan pesan religius, tradisi yang dikenal sebagai mahya. Kalimat seperti “Hoş Geldin Ramazan” (Selamat Datang Ramadhan) menggantung bercahaya di antara menara.

Saat dini hari, dentuman drum sahur menggema di gang-gang. Para penabuh drum tradisional berkeliling membangunkan warga untuk makan sahur—tradisi yang diwariskan sejak masa Kekhalifahan Utsmaniyah. Tabuhan itu bukan sekadar alarm; ia adalah penanda kebersamaan dan kesinambungan sejarah.

Maroko: Nafar dan Kehangatan Medinah

Di Maroko, ada sosok khas bernama nafar—pria berpakaian tradisional yang meniup terompet panjang untuk membangunkan warga sahur. Dengan jubah dan penutup kepala khas, ia berjalan menyusuri lorong-lorong medina tua, membawa nuansa spiritual yang lembut.

Menjelang Ramadhan, rumah-rumah dibersihkan, pasar dipenuhi kurma dan bahan sup harira—menu pembuka iftar yang hampir selalu hadir. Ketika adzan Maghrib berkumandang, keluarga berkumpul, memulai buka puasa dengan kurma dan susu, lalu menikmati hidangan khas yang menghangatkan tubuh dan hati.

Indonesia: Dugderan dan Semarak Kampung

Di Indonesia, Ramadhan hadir dalam ragam warna budaya. Di Semarang, masyarakat merayakannya dengan tradisi Dugderan, ditandai tabuhan bedug dan kemunculan ikon Warak Ngendog—simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa.

Di banyak daerah lain, anak-anak memukul bedug keliling kampung, masjid-masjid dihias lampu, dan pasar Ramadhan bermunculan menjajakan aneka takjil. Suasana gotong royong terasa kental; Ramadhan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga perayaan sosial yang menyatukan.


Satu Bulan, Banyak Wajah, Satu Makna

Meski berbeda bahasa dan budaya, tradisi menyambut Ramadhan di berbagai negara memiliki benang merah yang sama: kegembiraan kolektif dan kesiapan spiritual. Lentera di Mesir, lampu mahya di Turki, terompet nafar di Maroko, hingga bedug di Indonesia—semuanya adalah cara manusia merayakan kedatangan bulan yang diyakini membawa rahmat.

Ramadhan, pada akhirnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah momen ketika cahaya—baik dari lentera, lampu menara, maupun hati yang khusyuk—bersinar lebih terang dari biasanya.

—000—

*Wartawan senior, tinggal di Malang

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, seni budaya, update Ditag dengan:Berbagai Penjuru, Cahaya, Menyambut, ramadhan, Tradisi Dunia

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Inter Libas Roma 5-2, Makin Kokoh di Puncak

6 April 2026 By admin

Trump Ancam Iran, Singgung Nama Allah

6 April 2026 By admin

WFH Rabu atau Jumat, Mana Lebih Efektif? Ini Kata Pakar dan ASN Jatim

5 April 2026 By zam

Dikunjungi Amsal Sitepu, Menteri Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekonomi Kreatif Daerah

5 April 2026 By zam

Ronaldo Ucap “Bismillah” Sebelum Cetak Gol Penalti?

5 April 2026 By admin

Selena Gomez, Dari Salah Diagnosis hingga Berdamai dengan Bipolar

5 April 2026 By admin

Prabowo Kecam Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

5 April 2026 By admin

MBG Berujung Darurat, 72 Siswa Keracunan dan Dapur SPPG Disetop

5 April 2026 By admin

Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

5 April 2026 By isa

Uji Mental Bajul Ijo, Persebaya Surabaya Ditantang Persita Tangerang di GBT

4 April 2026 By admin

Ahli Komunikasi Harus Perkuat ‘Critical Thinking’, Jangan Sekadar “Tukang Framing”

4 April 2026 By admin

Perketat Pengawasan Haji 2026, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Cegah Jamaah Ilegal

4 April 2026 By admin

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut

4 April 2026 By admin

Perdagangan yang Tak Pernah Rugi: Saat Iman Menjadi Investasi Abadi

4 April 2026 By admin

Kasus Jaksa Jatim dan Ujian Integritas di Tubuh Adhyaksa

4 April 2026 By admin

Lelah yang Menyelamatkan: Investasi Sehat dari Olahraga untuk Masa Tua

4 April 2026 By admin

Saat Lima Raksasa Sepak Bola Tersingkir dari Panggung Piala Dunia

4 April 2026 By admin

Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Tren WFH

4 April 2026 By admin

China Isyaratkan Veto, Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz

3 April 2026 By admin

MUI Dukung Bersih-Bersih Ruang Digital

3 April 2026 By admin

Wali Kota Surabaya Rotasi 78 Pejabat, Dorong Kinerja Cepat

3 April 2026 By admin

Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia

3 April 2026 By admin

Waspadai 11 Tanda Awal Diabetes, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat

3 April 2026 By admin

Selat Hormuz Masih Memanas, Dunia Menahan Napas

3 April 2026 By admin

MUI Serukan Hentikan Agresi Global

3 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Madrid Kembali Tersungkur, Bayern Munich Bawa Pulang Keunggulan
  • Avtur Melonjak, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tak Membebani Jamaah
  • Jangan Tunggu Gagal Panen, DPRD Jatim Alarm Keras Ancaman Kekeringan
  • Kontroversi Kesehatan Mental Pemimpin Lansia: Antara Biologi Penuaan dan Dampak Kebijakan
  • Rusunami Gen Z Surabaya: Hunian Modern Bagi Pasangan Muda

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.