
Moskow (Trigger.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum mengambil keputusan untuk mengerahkan pasukan militer ke Iran di tengah meningkatnya gejolak politik di negara tersebut. Hal itu dilaporkan CNN pada Minggu, mengutip pernyataan seorang pejabat senior Gedung Putih.
Menurut laporan tersebut, Trump hingga kini belum menetapkan langkah final terkait kemungkinan intervensi Washington. Meski demikian, opsi serangan militer disebut telah disiapkan dan disampaikan kepada presiden.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa Trump menerima pengarahan mengenai berbagai skenario serangan militer terhadap Iran, menyusul laporan kekerasan aparat terhadap demonstran dalam gelombang protes yang terus meluas.
Situasi di Iran memanas setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, menyerukan rakyat Iran untuk turun ke jalan dan menguasai titik-titik strategis. Seruan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di platform X pada Sabtu.
Aksi demonstrasi di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial. Gejolak ekonomi itu mendorong pengunduran diri Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin, yang kemudian digantikan oleh Abdolnaser Hemmati.
Sejak Kamis lalu, intensitas unjuk rasa meningkat tajam dan di sejumlah kota berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Gangguan internet juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan bernada kritik terhadap pemerintah. Laporan sementara menyebutkan adanya korban jiwa dari pihak demonstran maupun aparat keamanan.
Sumber: Sputnik-OANA



Tinggalkan Balasan